1.099 Calon Praja IPDN Lolos Pantukhir, Saat Registrasi Wajib Bawa Surat Bebas Covid-19

Kompas.com - 30/09/2020, 07:16 WIB
Rektor IPDN Hadi Prabowo. Dok. Humas IPDN Jatinangor/KOMPAS.com KOMPAS.COM/AAM AMINULLAHRektor IPDN Hadi Prabowo. Dok. Humas IPDN Jatinangor/KOMPAS.com

SUMEDANG, KOMPAS.com - Sebanyak 1.099 Calon Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri ( IPDN) dinyatakan lolos Penilaian panitia penentu akhir (Pantukhir).

Seluruh peserta yang lolos, wajib membawa surat bebas Covid-19 dengan menunjukkan hasil swab tes, pada saat registrasi di Kampus IPDN Jatinangor, Sumedang, pada 5-7 Oktober 2020 mendatang.

Rektor IPDN Hadi Prabowo mengatakan, seluruh calon praja tersebut telah menyelesaikan rangkaian tes Seleksi Penerimaan Calon Praja (SPCP) IPDN tahun 2020.

Baca juga: Sebanyak 1.910 Peserta Lolos Tes Kesehatan Calon Praja IPDN

Sebelumnya, kata Hadi, seluruh peserta yang lolos telah mengikuti pelaksanaan tes Pantukhir yang dilaksanakan pada 21-25 September 2020 oleh Pusdokkes, Biro SDM Mabes Polri dan Biddokkes Polda di Polda asal provinsi pendaftaran masing-masing.

"Sebanyak 1.099 orang peserta ini berhak melakukan registrasi calon praja IPDN di Kampus IPDN Jatinangor," ujar Hadi kepada Kompas.com melalui WhatsApp, Selasa (29/9/2020).

Hadi menuturkan, peserta yang lulus tes Pantukhir ini terdiri dari 1.007 orang berasal dari 32 provinsi, 62 orang dari Provinsi Papua, dan 30 orang dari Provinsi Papua Barat.

"Dari total 1.526 peserta yang hadir melaksanakan rangkaian tes Pantukhir sebanyak 5 orang tidak hadir, dan yang lolos 1.099 orang," tutur Hadi.

Baca juga: Tes SKD IPDN, Total Pendaftar 59.392 Sementara Kuota Tahun Ini Hanya 3.022

Hadi menyebutkan, hasil ini didapat setelah SDM Mabes Polri mengumumkannya dalam rapat pleno yang dilaksanakan pada hari Senin (28/09/2020) di IPDN Kampus Jakarta.

Rapat pleno, kata Hadi, dihadiri oleh pejabat dari Litbang KPK, Ombusdman, Kemenpan-RB, BKN, Pejabat Kemendagri, dan Pejabat IPDN sebagai Tim SPCP IPDN tahun 2020.

"Seluruh peserta yang lolos tes Pantukhir ini akan melakukan registrasi calon praja di Kampus IPDN Jatinangor pada 5-7 Oktober 2020," sebut Hadi.

Hadi mengatakan, pada saat registrasi calon praja nanti, peserta diwajibkan membawa kartu identitas diri, hasil negatif swab tes Covid-19 yang masih berlaku, dan membawa dokumen asli sesuai format yang diunduh dari laman https://spcp.ipd.ac.id/2020.

"Para calon praja ini, akan resmi menjadi praja IPDN Angkatan XXXI setelah nanti dilantik oleh Pak Mendagri," tutur Hadi.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

5 Daerah yang Kini Masuk Zona Merah, Bandung hingga Kota Batu

5 Daerah yang Kini Masuk Zona Merah, Bandung hingga Kota Batu

Regional
Kisah ODHA di Semarang, Panggilan Jiwa Bantu Sesama hingga Bangkit Lawan Stigma

Kisah ODHA di Semarang, Panggilan Jiwa Bantu Sesama hingga Bangkit Lawan Stigma

Regional
Setelah Ada Tambang, Tiap Tahun Petani di Kukar Merugi karena Sawah Terendam Banjir

Setelah Ada Tambang, Tiap Tahun Petani di Kukar Merugi karena Sawah Terendam Banjir

Regional
Fakta Terbaru Pasca-demo di Rumah Mahfud MD, Ibunda Batal Diungsikan, Polisi Periksa Peserta Aksi

Fakta Terbaru Pasca-demo di Rumah Mahfud MD, Ibunda Batal Diungsikan, Polisi Periksa Peserta Aksi

Regional
Dokter Sardjono Meninggal karena Covid-19 Rabu Dini Hari, Sorenya Istri Juga Berpulang

Dokter Sardjono Meninggal karena Covid-19 Rabu Dini Hari, Sorenya Istri Juga Berpulang

Regional
Gempa 5,3 Magnitudo Guncang Kendari, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa 5,3 Magnitudo Guncang Kendari, Tak Berpotensi Tsunami

Regional
[POPULER NUSANTARA] Rumah Mahfud MD di Madura Didemo Massa | Jejak Ali Kalora Pemimpin MIT di Sulteng

[POPULER NUSANTARA] Rumah Mahfud MD di Madura Didemo Massa | Jejak Ali Kalora Pemimpin MIT di Sulteng

Regional
Istri Dokter Sardjono Meninggal, Diduga Tertular Covid-19 dari Suaminya

Istri Dokter Sardjono Meninggal, Diduga Tertular Covid-19 dari Suaminya

Regional
Diskusi soal Penanganan Covid-19, AHY Malam-malam Sowan ke Ganjar

Diskusi soal Penanganan Covid-19, AHY Malam-malam Sowan ke Ganjar

Regional
Menyusul Suaminya, Istri Dokter Sardjono Meninggal akibat Covid-19

Menyusul Suaminya, Istri Dokter Sardjono Meninggal akibat Covid-19

Regional
Kasus Covid-19 Melonjak, Lampu Jalan Protokol di Kota Tegal Dimatikan

Kasus Covid-19 Melonjak, Lampu Jalan Protokol di Kota Tegal Dimatikan

Regional
Pengasuh dan Pengurus Pondok Positif Covid-19, Seorang Santri Terpapar Corona

Pengasuh dan Pengurus Pondok Positif Covid-19, Seorang Santri Terpapar Corona

Regional
Kunjungi Kader di Daerah, AHY Ingin Ulang Kenangan Manis di Jawa Tengah

Kunjungi Kader di Daerah, AHY Ingin Ulang Kenangan Manis di Jawa Tengah

Regional
Kembali Zona Merah, Wali Kota Batu Sebut karena Klaster Keluarga, Bukan Pariwisata

Kembali Zona Merah, Wali Kota Batu Sebut karena Klaster Keluarga, Bukan Pariwisata

Regional
Gubernur Gorontalo Jelaskan Penyebab Pulau Dudepo Belum Teraliri Listrik

Gubernur Gorontalo Jelaskan Penyebab Pulau Dudepo Belum Teraliri Listrik

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X