Kompas.com - 30/09/2020, 06:18 WIB

GARUT, KOMPAS.com – Ancaman bencana tsunami setinggi 20 meter di pantai selatan Jawa, terutama di pantai selatan Jawa Barat, mendapat respons dari Kelompok Kajian Masyarakat Peduli Bencana di Garut yang langsung melakukan kajian mitigasi bencana tsunami di wilayah pantai selatan Garut.

Yudi Indratno, Koordinator Kelompok Kajian Masyarakat Peduli Bencana, mengungkapkan, dari kajian yang dilakukannya, ada tiga rekomendasi yang bisa dilakukan pemerintah daerah dalam upaya mitigasi bencana.

“Yang pertama, pemerintah daerah harus segera menyusun rencana tindak kontijensi tsunami, mengidentifikasi rencana tempat evakuasi dan terakhir adalah sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat di tujuh kecamatan yang ada di sepanjang pantai Garut Selatan,” katanya, Selasa (29/9/2020), usai diskusi mitigasi bencana tsunami di Kedai Kopituin.

Baca juga: Prediksi Tsunami 20 Meter Jangan Buat Warga Panik, BPBD: Tingkatkan Kewaspadaan

3 mitigasi bencana

Rencana tindak kontijensi, menurut Yudi, mengatur tiga hal besar dalam mitigasi bencana. Tiga hal tersebut adalah soal kebijakan dan strategi mitigasi, perencanaan sektoral, hingga rencana tindak lanjut dari mitigasi bencana.

“Rencana kontijensi ini juga akan mengidentifikasi stakeholder terkait, hingga tugas pokok dan fungsinya, rencana kontijensi ini harus disepakati semua pihak dan ditandatangani semua pihak dan bisa ditindaklanjuti oleh para pihak,” katanya.

Karenanya, rencana kontijensi, menurut Yudi harus bersifat detail, merinci dari mulai kebijakan, strategi pelaksanaan mitigasi hingga peran dan fungsi stakeholder terkait. Dengan begitu, stakeholder terkait sudah bisa langsung bergerak melaksanakan tugas dan fungsinya saat terjadi tsunami berikut dukungan alat hingga logistiknya.

Baca juga: BMKG: Potensi Tsunami 20 Meter untuk Dorong Mitigasi, Bukan Picu Kepanikan

Identifikasi rencana tempat evakuasi

Selain rencana tindak kontijensi, menurut Yudi, pemerintah daerah juga perlu melakukan identifikasi rencana tempat evakuasi.

Pihaknya sendiri telah melakukan kajian melalui peta hingga mendapatkan pola 247. Namun, pola ini perlu dimatangkan dengan kajian langsung di sepanjang pantai selatan Garut yang panjangnya mencapai 80 kilometer lebih.

“Yang dimaksud pola 247 ini adalah, titik evakuasi 2 kilometer dari garis pantai, 4 kilometer dan 7 kilometer, disesuaikan dengan kontur tanah dari masing-masing daerah. Karena, ada daerah garis pantai yang rawan dekat dengan perbukitan, ada juga yang jauh,” katanya.

Pola tempat evakuasi 247 ini, menurut Yudi membuat pemerintah bisa lebih mudah menentukan titik aman evakuasi bagi warga saat terjadi tsunami. Pola ini pun bisa dikombinasikan dengan pengetahuan masyarakat terkait titik-titik evakuasi yang dianggap aman.

Baca juga: Masyarakat Diminta Tak Panik Soal Potensi Tsunami 20 Meter, Geolog UGM: Bukan Prediksi

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Berkat Inovasi, Bupati Jekek Sebut Wonogiri Raih PPD Kabupaten Terbaik III Nasional 2022

Berkat Inovasi, Bupati Jekek Sebut Wonogiri Raih PPD Kabupaten Terbaik III Nasional 2022

Regional
Berhasil Dorong Pertumbuhan Pendidikan Vokasi, Gubernur Riau Terima Penghargaan dari Apvokasi

Berhasil Dorong Pertumbuhan Pendidikan Vokasi, Gubernur Riau Terima Penghargaan dari Apvokasi

Regional
Targetkan Percepatan Pembangunan di Medan, Walkot Bobby Dorong Dinas PMPTSP Jaring Investasi

Targetkan Percepatan Pembangunan di Medan, Walkot Bobby Dorong Dinas PMPTSP Jaring Investasi

Regional
Evaluasi Kinerja Pembangunan Pemkab Sumedang, Bupati Dony: IPM Sumedang Peringkat Ketiga Se-Jabar

Evaluasi Kinerja Pembangunan Pemkab Sumedang, Bupati Dony: IPM Sumedang Peringkat Ketiga Se-Jabar

Regional
Genap 4 Tahun Pimpin Sumedang, Dony-Erwan Paparkan Capaian Kinerja di Berbagai Bidang

Genap 4 Tahun Pimpin Sumedang, Dony-Erwan Paparkan Capaian Kinerja di Berbagai Bidang

Regional
Wujudkan Keinginan Pedagang, Bobby Nasution Resmikan Pasar Aksara di Deli Serdang

Wujudkan Keinginan Pedagang, Bobby Nasution Resmikan Pasar Aksara di Deli Serdang

Regional
Portal Media Center Riau Berhasil Raih Penghargaan Anugerah Media Center Daerah 2022

Portal Media Center Riau Berhasil Raih Penghargaan Anugerah Media Center Daerah 2022

Regional
Kejar Pembangunan Quran Center di Riau, Syamsuar Lakukan Kunker ke Maqari Quraniyah di Madinah

Kejar Pembangunan Quran Center di Riau, Syamsuar Lakukan Kunker ke Maqari Quraniyah di Madinah

Regional
Walkot Bobby Ajak Mahasiswa Beri Saran Terkait Energi Terbarukan Pengganti BBM

Walkot Bobby Ajak Mahasiswa Beri Saran Terkait Energi Terbarukan Pengganti BBM

Regional
Awasi Perkembangan Inflasi, Maidi Pilih 'Ngantor' di Pasar Besar Madiun

Awasi Perkembangan Inflasi, Maidi Pilih "Ngantor" di Pasar Besar Madiun

Regional
Bobby Berikan Subsidi Ongkos Angkot untuk Masyarakat Medan

Bobby Berikan Subsidi Ongkos Angkot untuk Masyarakat Medan

Regional
Luncurkan JSDDD, Jembrana Jadi Kebupaten Pertama yang Gunakan Data Desa untuk Pembangunan

Luncurkan JSDDD, Jembrana Jadi Kebupaten Pertama yang Gunakan Data Desa untuk Pembangunan

Regional
Di Masa Depan, Orang Papua Harus Mengelola 'Emas' Sendiri

Di Masa Depan, Orang Papua Harus Mengelola "Emas" Sendiri

Regional
Tekan Inflasi, Siswa SD dan SMP di Kota Madiun Tanam Cabai di Sekolah

Tekan Inflasi, Siswa SD dan SMP di Kota Madiun Tanam Cabai di Sekolah

Regional
BERITA FOTO: Tanah Bergerak, Akses Jalan Kampung Curug Rusak Parah

BERITA FOTO: Tanah Bergerak, Akses Jalan Kampung Curug Rusak Parah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.