Pemkot Denpasar: Keluarga Jadi Klaster Baru Penyebaran Covid-19

Kompas.com - 29/09/2020, 22:58 WIB
Ilustrasi Covid-19 Shutterstock/PetovargaIlustrasi Covid-19

KOMPAS.com - Penyebaran Covid-19 di Denpasar telah merambah ke klaster baru yakni dari kegiatan sosial terkecil seperti lingkungan keluarga. 

Hal ini dinilai karena masyarakat belum sepenuhnya disiplin menerapkan protokol kesehatan.

"Pandemi Covid-19 kini rentan menjadi pusat penyebaran baru dari rumah tangga atau keluarga. Karena itu masyarakat wajib lebih waspada dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan, walaupun saat sedang di rumah," kata Wali Kota Denpasar Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra pada rapat Evaluasi Penanganan Covid-19 secara virtual di Graha Sewaka Dharma Kota Denpasar, seperti dilansir dari Antara, Selasa (29/9/2020).

Hadir dalam kesempatan tersebut secara virtual, Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Denpasar I Made Toya, seluruh anggota GTPP Covid, kepala desa, lurah serta bendesa adat se-Kota Denpasar.

Baca juga: Mesin Rusak, Pesawat Lion Air Tujuan Surabaya Balik Mendarat di Bandara Lombok

Rai Mantra menekankan beberapa hal penting untuk ditindaklanjuti.

Sebab, klaster keluarga merupakan kondisi di mana satu anggota keluarga menularkan kepada keluarga lainnya.

"Ada tren penularan dalam lingkup keluarga, dan ini harus kita waspadai bersama dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan di rumah atau saat bersama keluarga,” ujar dia.

Selain diharapkan disiplin menerapkan protokol kesehatan saat di rumah, warga juga dapat melaksanakan analisa risiko dengan menerapkan protokol ventilasi, durasi dan jarak (VDJ).

“Protokol VDJ juga penting selain protokol kesehatan, sehingga masyarakat bisa mengatur ventilasi atau sirkulasi udara dengan membuka jendela, mengurangi interaksi dengan anggota keluarga yang memiliki aktivitas di luar rumah, atau jika harus berkomunikasi terapkan protokol kesehatan," kata dia.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Peluk Anak Istri Saat Atap Runtuh karena Gempa, Sertu Palemba Korbankan Punggungnya

Peluk Anak Istri Saat Atap Runtuh karena Gempa, Sertu Palemba Korbankan Punggungnya

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 17 Januari 2021

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 17 Januari 2021

Regional
BPBD DIY Tak Mau Terburu-buru Pulangkan Pengungsi Gunung Merapi

BPBD DIY Tak Mau Terburu-buru Pulangkan Pengungsi Gunung Merapi

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 17 Januari 2021

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 17 Januari 2021

Regional
Maling Bobol Rumah Satu Keluarga Korban Sriwijaya Air, Warga: Tega, Biadab, Padahal Lagi Berduka

Maling Bobol Rumah Satu Keluarga Korban Sriwijaya Air, Warga: Tega, Biadab, Padahal Lagi Berduka

Regional
Banjir di Halmahera Utara, Ribuan Warga Bertahan di Sejumlah Titik Pengungsian

Banjir di Halmahera Utara, Ribuan Warga Bertahan di Sejumlah Titik Pengungsian

Regional
Ketua DPRD Kabupaten Semarang Nilai PPKM Tebang Pilih dan Kurang Tegas

Ketua DPRD Kabupaten Semarang Nilai PPKM Tebang Pilih dan Kurang Tegas

Regional
Saat Kegiatan Masyarakat Dibatasi, Oknum PNS Ini Malah Mabuk dengan LC di Tempat Karaoke

Saat Kegiatan Masyarakat Dibatasi, Oknum PNS Ini Malah Mabuk dengan LC di Tempat Karaoke

Regional
Gunung Semeru Erupsi, Hujan Abu Guyur Probolinggo, Warga Keluhkan Mata Perih

Gunung Semeru Erupsi, Hujan Abu Guyur Probolinggo, Warga Keluhkan Mata Perih

Regional
Angin Kencang Landa Majene, Tenda Pengungsi Beterbangan, Korban Gempa: Di Mana Lagi Kami Berlindung?

Angin Kencang Landa Majene, Tenda Pengungsi Beterbangan, Korban Gempa: Di Mana Lagi Kami Berlindung?

Regional
Mengungkap Fakta Tewasnya Perempuan Asal Jabar Tanpa Busana di 'Homestay' Bali

Mengungkap Fakta Tewasnya Perempuan Asal Jabar Tanpa Busana di "Homestay" Bali

Regional
Longsor di Tanah Laut Kalsel, 6 Korban Tewas Ditemukan Usai 3 Hari Pencarian

Longsor di Tanah Laut Kalsel, 6 Korban Tewas Ditemukan Usai 3 Hari Pencarian

Regional
7 Korban Longsor Sumedang Kembali Ditemukan, 8 Masih Dicari

7 Korban Longsor Sumedang Kembali Ditemukan, 8 Masih Dicari

Regional
Jeritan Pengungsi Majene: Bantuan Hanya di Tenda Besar, Air Bersih dan Susu Bayi Kurang

Jeritan Pengungsi Majene: Bantuan Hanya di Tenda Besar, Air Bersih dan Susu Bayi Kurang

Regional
Sempat Diperbaiki, Jembatan Mataraman di Kabupaten Banjar Kalsel Kembali Terputus

Sempat Diperbaiki, Jembatan Mataraman di Kabupaten Banjar Kalsel Kembali Terputus

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X