Inoscope, Teknologi Medis Inovasi RSSA Cegah Penularan Covid-19 Pada Tenaga Medis

Kompas.com - 29/09/2020, 20:56 WIB
Bagian alat inoscope atau stetoskop digital inovasi RSSA Kota Malang Dok. RSSABagian alat inoscope atau stetoskop digital inovasi RSSA Kota Malang

MALANG, KOMPAS.com - Rumah Sakit Umum Daerah Dr Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang mengembangkan inovasi stetoskop digital.

Inovasi yang memanfaatkan teknologi big data dan internet of things itu mampu mencegah interaksi langsung antara tenaga medis dan pasien yang melakukan diagnosa.

Inovasi stetoskop digital ini diberi nama Inoscope.

Pengembangan inoscope melibatkan tim gabungan yang terdiri dari dokter spesialis dari SMF pulmonologi dan kedokteran respirasi RSSA serta pakar informatika medis.

Baca juga: 7 Tenaga Medis RSUCM Aceh Utara Positif Corona, 2 Dirawat Intensif

Susanthy Djajalaksana, selaku ketua tim dokter spesialis mengatakan, inoscope masih dalam tahap pengembangan.

Menurutnya, alat itu masih harus melalui proses validasi sebelum resmi digunakan.

Ketua Tim Pakar Informatika Medis RSSA, Wahyu Teja Kusuma menuturkan, inoscope dikembangkan dengan mengadopsi konsep big data dan internet of things.

"Dalam pengembangan inoscope ini, kami mengimplementasikan model software development life cycle agile yang merupakan kombinasi dari proses incremental dan iterative yang berfokus pada adaptabilitas," kata Wahyu, melalui keterangan tertulis yang dikirim melalui Bagian Humas RSSA, Selasa (29/9/2020).

"Inoscope telah mengadopsi internet of things di mana data rekam medis hasil pemeriksaan akan tersimpan sebagai big data dalam database serta dapat diakses di manapun dan kapanpun diperlukan secara simultan," ujar dia.

Keunggulannya, inoscope ini memiliki sampling suara yang tinggi dengan built in filter.

"Filter menggunakan sampling tinggi dengan mic capacitive ukuran 4 dan 6 mm filter analog sehingga menghasilkan output jernih dan reliable. Selain itu keunggulannya dapat digunakan tanpa perlu menginstal aplikasi tambahan," kata dia.

Anggota tim dari SMF pulmonologi dan kedokteran respirasi, Aditya Sri Listyoko menuturkan, pengembangan inoscope terinspirasi faktor risiko transmisi Covid-19 terhadap tenaga medis.

Menurutnya, perlu ada terobosan alat medis untuk meminimalisir faktor risiko tersebut.

"Dasar penelitian berdasarkan faktor risiko transmisi Covid-19 pada petugas medis, sehingga perlu dipikirkan bagaimana meminimalisir risiko dalam penegakan diagnostik menggunakan stetoskop," ungkap dia.

Harapannya, inoscope akan menjadi telemedicine sehingga tenaga kesehatan tidak perlu berhadapan fisik dengan pasiennya.

Direktur RSSA Kota Malang, Kohar Hari Santoso mengatakan, inovasi itu sangat membantu dalam meminimalisir transmisi SARS-CoV-2 dari pasien Covid-19 kepada tenaga kesehatan.

Kohar mengatakan, seluruh tenaga medis Instalasi Covid-19 dan Infeksius Terpadu (Incovit) RSSA Kota Malang dilengkapi dengan hazmat level 4 supaya tidak terjangkit virus dari pasiennya.

Baca juga: Bermula dari Bayi 21 Hari Positif Covid-19, Ibunya dan 4 Tenaga Medis Terpapar Corona

Namun, ketika hendak melakukan pemeriksaan dengan stetoskop, tenaga medis itu harus menempelkan eartips ke telinga dengan membuka head cover hazmat.

Hal ini yang menjadi salah satu penyebab faktor risiko penularan Covid-19 menjadi tinggi.

"Meskipun belum ada jurnal resmi yang spesifik mengidentifikasi angka kejadian transmisi Covid-19 melalui stetoskop, namun tetap ada potensi tinggi transmisi lewat droplet atau mikro droplet yang menempel dari semburan bersin atau batuk pasien ke media stetoskop sehingga terbawa ke bagian tubuh tenaga kesehatan seperti telinga atau selaput mukosa saat kondisi tak terlindung ketika membuka celah head covering hazmat untuk melakukan pemeriksaan," kata dia.

Kohar mengatakan, inovasi ini masih dalam tahap pengembangan.

Butuh uji validasi output pemeriksaan menggunakan inoscope dibandingkan dengan menggunakan stetoskop konvensional.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Regional
Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Regional
Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Regional
Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Regional
Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Regional
Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Regional
Bobby Nasution Akan Bangun Ruang Wartawan di Balai Kota Medan

Bobby Nasution Akan Bangun Ruang Wartawan di Balai Kota Medan

Regional
Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Regional
Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Regional
Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Regional
Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Regional
Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Regional
Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Regional
Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Regional
Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X