Kompas.com - 29/09/2020, 16:19 WIB
Warga Pulau Kodingareng Lompo Makassar saat memprotes penangkapan nelayan dan aktivis mahasiswa saat aksi protes tambang pasir di perairan Makassar, Sabtu (12/9/2020). Dok IstimewaWarga Pulau Kodingareng Lompo Makassar saat memprotes penangkapan nelayan dan aktivis mahasiswa saat aksi protes tambang pasir di perairan Makassar, Sabtu (12/9/2020).
Editor Setyo Puji

KOMPAS.com - Aksi penolakan tambang pasir yang dilakukan warga di Pulau Kodingareng Lompo, Makassar, beberapa waktu lalu berbuntut panjang.

Pasalnya, hingga saat ini sejumlah aparat kepolisian masih sering mendatangi pulau tersebut untuk memburu nelayan yang diduga melakukan perusakan Kapal Boskalis.

Meski dalih yang dilakukan aparat melakukan silaturahim, namun warga di lokasi itu justru merasa diteror dan diintimidasi.

Sebab, mereka sering memaksa masuk rumah warga untuk melakukan penggeledahan.

"Alasannya mau silaturahmi, ternyata masuk ke rumah warga yang dia cari. Sampai bongkar lemari, katanya cari baju warga yang dipakai aksi," kata salah satu nelayan Daeng Pasang, Selasa (29/9/2020).

Baca juga: Nelayan Kodingareng Sulsel Ketakutan, Merasa Diteror Polisi, Rumah Difoto, Lemari Dibongkar

Akibat tindakan yang dilakukan polisi tersebut, kini para nelayan di pulau itu sudah tidak ada yang melaut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Mereka takut, jika sewaktu-waktu justru ditangkap atau dikriminalisasi polisi.

Daeng menganggap upaya yang dilakukan polisi tersebut juga berlebihan.

Padahal, aksi penolakan tambang pasir yang dilakukan warga selama ini hanya untuk menjaga kelestarian ekosistem laut dan menjaga wilayah tangkap ikan mereka agar tidak rusak.

Tapi, upaya yang dilakukan itu justru ditanggapi berbeda oleh aparat.

"Kita mau bagaimana lagi kalau terus-terus dikasih takut-takut begini. Kami hanya mau tambang pasir itu dicabut izinnya dan berhenti," ujar Daeng Pasang.

Baca juga: Demo Belum Digelar Sudah Dibubarkan Polisi, Satu Orang Ditetapkan Tersangka

Terkait informasi keberadaan nelayan yang dicari polisi itu, lanjut dia, warga di lokasi tersebut tidak ada yang tahu keberadaannya.

 

Sebab, dianggap sudah meninggalkan pulau sejak lama.

"Nelayan itu yang dicari, juga sudah lama tinggalkan rumahya. Tidak tahu dimana sekarang. Selama polisi masih sering ke sini, kami masih ketakutan," kata Daeng Pasang.

Sementara itu, Direktur Polairud Polda Sulsel Kombes Pol Hery Wiyanto mengaku kedatangan polisi di pulau itu untuk melakukan penyelidikan.

Pasalnya, terduga pelaku perusakan kapal penambang pasir hingga kini belum juga ditemukan.

Baca juga: Dikira Mahasiswa, 2 Buruh Bangunan Babak Belur Dikeroyok Polisi dan Motornya Dihancurkan

Bahkan, saat terakhir dikunjungi itu rumahnya masih dalam keadaan kosong.

"Belum datang orangnya. Makanya masih kita cari. Ini bagian dari penyelidikan laporan masyarakat," kata Hery.

Penulis : Kontributor Makassar, Himawan | Editor : Khairina

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kontingen Papua Sukses Raih Posisi 10 di Ajang STQHN XXVI

Kontingen Papua Sukses Raih Posisi 10 di Ajang STQHN XXVI

Regional
Apresiasi Film Dokumenter The Mentors, Ganjar: Film Ini Bagus

Apresiasi Film Dokumenter The Mentors, Ganjar: Film Ini Bagus

Regional
Dukung Pembangunan Infrastruktur di Jabar, PT Jasa Sarana Gandeng IIF dan MMI Jadi Mitra Strategis

Dukung Pembangunan Infrastruktur di Jabar, PT Jasa Sarana Gandeng IIF dan MMI Jadi Mitra Strategis

Regional
Jateng 4 Kali Berturut-turut Jadi Provinsi Terbaik Soal Keterbukaan Informasi, Begini Repons Ganjar

Jateng 4 Kali Berturut-turut Jadi Provinsi Terbaik Soal Keterbukaan Informasi, Begini Repons Ganjar

Regional
Dua Pesan Penting Ridwan Kamil untuk BUMD di Jabar

Dua Pesan Penting Ridwan Kamil untuk BUMD di Jabar

Regional
Teori Hati Bidan Eros Mengabdi di Baduy

Teori Hati Bidan Eros Mengabdi di Baduy

Regional
Usai PON XX, Pendapatan Sektor Konstruksi di Papua Meningkat hingga Rp 926 Miliar

Usai PON XX, Pendapatan Sektor Konstruksi di Papua Meningkat hingga Rp 926 Miliar

Regional
Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

Regional
Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

Regional
Tinjau PTM di Pangandaran, Wagub Uu Minta Sekolah Hasilkan Metode Belajar Kreatif

Tinjau PTM di Pangandaran, Wagub Uu Minta Sekolah Hasilkan Metode Belajar Kreatif

Regional
Terima Kunjungan Atlet Taekwondo Ungaran, Ganjar: Atlet Muda Harus Dipersiapkan Sejak Dini

Terima Kunjungan Atlet Taekwondo Ungaran, Ganjar: Atlet Muda Harus Dipersiapkan Sejak Dini

Regional
Ridwan Kamil Sebut Jabar Punya Perda Pesantren Pertama di Indonesia

Ridwan Kamil Sebut Jabar Punya Perda Pesantren Pertama di Indonesia

Regional
Dompet Dhuafa dan Kimia Farma Berikan 2.000 Dosis Vaksin untuk Masyarakat Lombok Barat

Dompet Dhuafa dan Kimia Farma Berikan 2.000 Dosis Vaksin untuk Masyarakat Lombok Barat

Regional
Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Regional
Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.