Kali Kelima, DIY Perpanjang Masa Tanggap Darurat Covid-19

Kompas.com - 29/09/2020, 15:56 WIB
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X saat ditemui wartawan di kompleks kepatihan, Yogyakarta, Selasa (21/7/2020) Kompas.com/Wisang Seto PangaribowoGubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X saat ditemui wartawan di kompleks kepatihan, Yogyakarta, Selasa (21/7/2020)

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Daerah (Pemda) DIY kembali memperpanjang masa tanggap darurat Covid-19 hingga 31 Oktober 2020.

Penetapan tanggap darurat tertuang pada Surat Keputusan Gubernur DIY Nomor 286/KEP/2020 tentang Penetapan Perpanjangan Kelima Status Tanggap Darurat Bencana Corona Virus Disease 2019 di DIY.

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X mengatakan, perpanjangan masa tanggap darurat untuk kelima kalinya ini lantaran kasus Covid-19 di DIY masih fluktuatif.

"Ya diperpanjang, wong belum selesai kok, masih fluktuatif," kata Sultan ditemui di kantornya, Selasa (29/4/2020).

Baca juga: Pemkot Salatiga Akhiri Masa Tanggap Darurat Covid-19

Sultan menambahkan, kondisi pandemi Covid-19 masih belum bisa diprediksi sampai kapan.

"Pasti diperpanjang, kita tidak tahu sampai kapan selesai," imbuhnya.

Surat keputusan tersebut ditandatangani langsung oleh Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X pada 29 September 2020.

Baca juga: Masih Ada Penyebaran Corona, Masa Tanggap Darurat di Banyumas Diperpanjang hingga 31 Juli

Diberitakan sebelumnya, kasus positif Covid-19 di DI Yogyakarta masih fluktuatif sehingga status tanggap darurat diperpanjang hingga 30 September 2020.

Dengan demikian, dapat mempermudah penanganan kasus positif Covid-19 di DIY.

Sekretaris Daerah (Sekda) DI Yogyakarta Kadarmanta Baskara Aji menyampaikan, melihat situasi dan kondisi di lapangan masih dibutuhkan perpanjangan masa tanggap darurat.

"Karena kasus konfirmasi masih ada sehingga jika harus melakukan tindakan-tindakan darurat cepat kita lebih cepat kalau keadaannya tanggap darurat," katanya, Senin (31/8/2020).



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

4 Fakta Satpol PP Rampas Uang Pengemis, Bermula Video Viral, Korban Histeris hingga 3 Orang Jadi Tersangka

4 Fakta Satpol PP Rampas Uang Pengemis, Bermula Video Viral, Korban Histeris hingga 3 Orang Jadi Tersangka

Regional
Jenazah TKW Tak Bisa Dipulangkan karena Agen Minta Rp 32 Juta

Jenazah TKW Tak Bisa Dipulangkan karena Agen Minta Rp 32 Juta

Regional
'Menyampaikan Aspirasi dengan Demonstrasi Disangka Biang Kerusuhan'

"Menyampaikan Aspirasi dengan Demonstrasi Disangka Biang Kerusuhan"

Regional
[POPULER NUSANTARA] Pria Penanam Ganja Ternyata Adik Mantan Wali Kota Serang | Nyanyikan Lagu yang Singgung Polisi Saat Demo, Mahasiswa Ditangkap

[POPULER NUSANTARA] Pria Penanam Ganja Ternyata Adik Mantan Wali Kota Serang | Nyanyikan Lagu yang Singgung Polisi Saat Demo, Mahasiswa Ditangkap

Regional
Fakta Honda Jazz Tabrak Truk Fuso, Selamat karena Tidur di Bagasi dan Dikira Ban Meletus

Fakta Honda Jazz Tabrak Truk Fuso, Selamat karena Tidur di Bagasi dan Dikira Ban Meletus

Regional
Tidur di Bagasi Honda Jazz, Ferdian Selamat dari Kecelakaan Maut di Tol Sumsel

Tidur di Bagasi Honda Jazz, Ferdian Selamat dari Kecelakaan Maut di Tol Sumsel

Regional
Kronologi Bayi Ditemukan Dalam Tas Ransel di Madiun, Berawal dari Suara Tangis

Kronologi Bayi Ditemukan Dalam Tas Ransel di Madiun, Berawal dari Suara Tangis

Regional
11 Penambang Batu Bara Tewas Tertimbun Longsor, 1 Korban Belum Teridentifikasi

11 Penambang Batu Bara Tewas Tertimbun Longsor, 1 Korban Belum Teridentifikasi

Regional
Banten Catatkan Penambahan Kasus Tertinggi Covid-19, Disumbang dari Ponpes

Banten Catatkan Penambahan Kasus Tertinggi Covid-19, Disumbang dari Ponpes

Regional
Besok, Giliran Buruh Demo Tolak UU Cipta Kerja di Gedung DPRD Kalsel

Besok, Giliran Buruh Demo Tolak UU Cipta Kerja di Gedung DPRD Kalsel

Regional
Hasil Rapid Test Reaktif, 58 Napi di Lapas Perempuan Denpasar Diisolasi di Sel Khusus

Hasil Rapid Test Reaktif, 58 Napi di Lapas Perempuan Denpasar Diisolasi di Sel Khusus

Regional
Dilarang Ikut Demo Tolak UU Cipta Kerja, Mahasiswa UGM Kemping di Kampus

Dilarang Ikut Demo Tolak UU Cipta Kerja, Mahasiswa UGM Kemping di Kampus

Regional
Pasutri Spesialis Pembobol Jok Motor Ditangkap, Suami Ditembak Polisi

Pasutri Spesialis Pembobol Jok Motor Ditangkap, Suami Ditembak Polisi

Regional
Gegara Knalpot Racing, Warga Antarkampung di Papua Ribut, Satu Terluka Dianiaya

Gegara Knalpot Racing, Warga Antarkampung di Papua Ribut, Satu Terluka Dianiaya

Regional
Kecelakaan Beruntun di Jalan Jember-Lumajang, 2 Warga Tewas

Kecelakaan Beruntun di Jalan Jember-Lumajang, 2 Warga Tewas

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X