Baru Sepekan, 2 Pasangan Calon Gubernur Jambi Ditegur Bawaslu

Kompas.com - 29/09/2020, 12:44 WIB
Ketua Bawaslu Provinsi Jambi Asnawi ketika diwawancarai di Kantor Kesbangpol Provinsi Jambi, pada Selasa (29/9/2020). KOMPAS.COM/JAKA HBKetua Bawaslu Provinsi Jambi Asnawi ketika diwawancarai di Kantor Kesbangpol Provinsi Jambi, pada Selasa (29/9/2020).

JAMBI, KOMPAS.com - Belum satu pekan memasuki masa kampanye, dua pasangan calon gubernur di Jambi sudah ditegur Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Jambi.

Kedua pasangan kandidat gubernur dan wakil gubernur tersebut yakni Al Haris- Abdullah Sani dan pasangan Cek Endra – Ratu Munawaroh.

“Kami dari Bawaslu provinsi sebetulnya ada menindak satu pasangan Al Harid dan Abullah Sani karena melakukan pelanggaran terkait protokol kesehatan,” Kata Ketua Bawaslu Jambi Asnawi saat ditemui di Kesbangpol Provinsi Jambi, Selasa (23/9/2020).

Baca juga: Melanggar Protokol Kesehatan, Kampanye Calon Gubernur Jambi Dibubarkan

Pelanggaran tersebut terjadi pada 24 dan 25 September 2020.

Menurut Asnawi, saat itu dilakukan sebuah acara yang mengundang keramaian dan digelar tanpa izin penyelenggara pemilu.

“Pada saat persiapan mau berangkat menuju acara KPU tanggal 24 dan 25 September tersebut pada sore hari dan juga dalam bentuk kegiatan pelantikan. Sepertinya tim pemenangan,” kata Asnawi.

Asnawi mengatakan, pihaknya sudah melakukan pengkajian dan langsung memberikan surat peringatan tertulis kepada pasangan calon, supaya ke depannya hal serupa tidak diulangi.

“Kita juga sudah menandatangani pakta integritas tentang penerapan protokol kesehatan. Gunanya untuk menjaga tim kampanye, juga masyarakat dari terpaparnya virus Covid-19. Semua pasangan harus mengikuti ketentuan yang sudah digariskan,” kata dia.

Baca juga: Anak 8 Tahun Diduga Dianiaya Orangtua, Mengaku Disiksa Pakai Tang

Sementara itu, pasangan Cek Endra dan Ratu Munawaroh juga dilaporkan melanggar protokol kesehatan saat menggelar acara di Kabupaten Bungo.

Sebelumnya, Bawaslu Bungo menyebut pasangan Cek Endra dan Ratu menggelar acara kampanye tanpa izin dan tanpa menjalankan protokol kesehatan.

Acara tersebut kemudian dibubarkan oleh Bawaslu Bungo.

“Maka saya minta Bawaslu Bungo untuk berkoordinasi agar melakukan tindakan sesuai ketentuan,” kata Asnawi.

Adapun sanksi ringan yang diberikan Bawaslu berupa teguran tertulis.

“Paling berat kita mengeluarkan rekomendasi tidak boleh melakukan kampanye. Tapi yang jelas, dari teguran tertulis ini mereka bisa berkoordinasi terhadap kegiatan yang mereka lakukan, supaya antisipasi kalau ada pelanggaran lagi,” kata dia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Banjir Terjang 2 Kabupaten di Jambi, Jembatan Putus dan 1.000 Rumah Terendam

Banjir Terjang 2 Kabupaten di Jambi, Jembatan Putus dan 1.000 Rumah Terendam

Regional
Pemprov Jabar Buka Layanan Desain dan Cetak Kemasan Gratis bagi IKM

Pemprov Jabar Buka Layanan Desain dan Cetak Kemasan Gratis bagi IKM

Regional
Edhy Prabowo Tersangka, Walkot Solo Setuju Susi Pudjiastuti Kembali Jadi Menteri KP

Edhy Prabowo Tersangka, Walkot Solo Setuju Susi Pudjiastuti Kembali Jadi Menteri KP

Regional
Mayat Bayi Perempuan Ditemukan Dalam Kantong Plastik, Begini Kronologinya

Mayat Bayi Perempuan Ditemukan Dalam Kantong Plastik, Begini Kronologinya

Regional
Haru, Nadif Ikuti Wisuda Virtual Seorang Diri di Makam Sang Ayah, Ini Ceritanya

Haru, Nadif Ikuti Wisuda Virtual Seorang Diri di Makam Sang Ayah, Ini Ceritanya

Regional
Deforestasi, Burung Migran dan Ancaman 'Bird Strike' di Bandara Kualanamu

Deforestasi, Burung Migran dan Ancaman "Bird Strike" di Bandara Kualanamu

Regional
Kisah Pilu 2 Nelayan Tersambar Petir Saat Melaut di Atas Kapal, Satu Orang Tewas

Kisah Pilu 2 Nelayan Tersambar Petir Saat Melaut di Atas Kapal, Satu Orang Tewas

Regional
'Kalau Pemerintah Bisa Bagi Vaksin Sebelum Proses Belajar, Kami Setuju KBM Tatap Muka'

"Kalau Pemerintah Bisa Bagi Vaksin Sebelum Proses Belajar, Kami Setuju KBM Tatap Muka"

Regional
Bupati Situbondo Tertular Covid-19, Puluhan Pejabat Lakukan Tes Swab

Bupati Situbondo Tertular Covid-19, Puluhan Pejabat Lakukan Tes Swab

Regional
Mantan Pegawai Bank Bikin Investasi Bodong, Larikan Uang Rp 15 Miliar Milik 15 Korban

Mantan Pegawai Bank Bikin Investasi Bodong, Larikan Uang Rp 15 Miliar Milik 15 Korban

Regional
Hakim Tolak Eksepsi Wasmad, Sidang Kasus Konser Dangdut Tegal Dilanjutkan

Hakim Tolak Eksepsi Wasmad, Sidang Kasus Konser Dangdut Tegal Dilanjutkan

Regional
PSBB di Kabupaten Bogor Diperpanjang, Belajar dari Kasus Acara Rizieq Shihab

PSBB di Kabupaten Bogor Diperpanjang, Belajar dari Kasus Acara Rizieq Shihab

Regional
Di Yogyakarta, Saluran Irigasi Penuh Sampah Diubah Jadi Habitat Ikan, Hasilkan Rp 48 Juta Per Panen

Di Yogyakarta, Saluran Irigasi Penuh Sampah Diubah Jadi Habitat Ikan, Hasilkan Rp 48 Juta Per Panen

Regional
Korban Terakhir yang Tenggelam di Bendungan Cikanteh Sukabumi Ditemukan

Korban Terakhir yang Tenggelam di Bendungan Cikanteh Sukabumi Ditemukan

Regional
Cerita Ayu, Rekening Ratusan Juta Dikuras Usai Dapat Bonus Pulsa Rp 100.000

Cerita Ayu, Rekening Ratusan Juta Dikuras Usai Dapat Bonus Pulsa Rp 100.000

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X