Senam Zumba Tanpa Jaga Jarak dan Masker, Sudah Digelar sejak 2 Pekan Lalu, Polisi Mengaku Tak Tahu

Kompas.com - 29/09/2020, 09:00 WIB
tangkapan layar video viral senam zumba tanpa protokol Covid KOMPAS.COM/IDHAM KHALIDtangkapan layar video viral senam zumba tanpa protokol Covid

KOMPAS.com - Sebuah kegiatan senam zumba di Lombok Timur diikuti oleh ratusan peserta.

Ironisnya, dalam acara itu, para peserta mengabaikan protokol kesehatan dengan tak mengenakan masker dan tidak menjaga jarak.

Acara itu digelar di sebuah gedung milik swasta di Desa Masbagek, Minggu (27/9/2020).

Senam zumba tersebut terekam dalam sebuah video dan viral di media sosial.

Baca juga: Video Viral Ratusan Orang Senam Zumba Abai Protokol Kesehatan, Penyelenggara Didenda Rp 400.000

Penyelenggara dipanggil, gugus tugas mendenda Rp 400.000

Ilustrasi maskerShutterstock/Chyzh Galyna Ilustrasi masker
Sekretaris Daerah Lombok Timur Juani Taofik membenarkan bahwa acara tersebut digelar di wilayahnya.

Bahkan, acara senam zumba tersebut ternyata telah digelar sejak sekitar dua pekan lalu, yakni 16 September 2020.

Hanya saja, acara tidak diketahui lantaran dilakukan di dalam gedung.

Taofik mengaku telah memanggil pihak penyelenggara senam zumba.

Baca juga: Pengemudi Ojol Positif Covid-19, Tertular dari Klaster Komunitas Senam

Ilustrasi uangKOMPAS.com/NURWAHIDAH Ilustrasi uang

Gugus tugas beri denda

Taofik mengemukakan, penyelenggara terbukti melanggar aturan protokol kesehatan.

"Kami sudah panggil penyelenggara, kami tetap menerapkan Perda Nomor 7 Tahun 2020 bahwa penyelenggara senam zumba itu tidak mengindahkan protokol Covid-19," tutur Taofik, Senin (28/9/2020).

Atas kejadian itu, Gugus Tugas memberikan denda terhadap penyelenggara sebesar Rp 400.000.

"Siapa saja yang berstatus sebagai penyelenggara fasilitas umum, tidak menaati protokol Covid-19 dikenakan denda. Dan penyelenggara sudah memberikan denda tadi sebanyak Rp 400.000," kata dia.

Baca juga: Ratusan Orang Senam Tak Jaga Jarak dan Tanpa Masker, Polisi: Penyelenggara Tidak Melapor

Polisi tak tahu

Ilustrasi virus corona, Covid-19Shutterstock Ilustrasi virus corona, Covid-19
Sementara itu, Kapolres Lombok Timur AKBP Tunggul Sinatrio mengatakan, polisi tak mengetahui adanya acara senam zumba yang diikuti ratusan orang tersebut.

Hal itu disebabkan pihak penyelenggara tak melaporkan kegiatan dan meminta izin kepada pihak berwajib.

"Jadi kegiatan itu tidak diketahui oleh Polsek, karena penyelenggara tidak melapor kegiatannya," tutur Tunggul.

Sumber: Kompas.com (Penulis: Kontributor Lombok, Idham Khalid | Editor: Dheri Agriesta)



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Regional
Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Regional
Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Regional
Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Regional
Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Regional
Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Regional
Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Regional
Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Regional
Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Regional
Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Regional
Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Regional
Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X