Atasi Pandemi, Pemkot Jambi Larang Kegiatan Publik, Resepsi, hingga Berlakukan Jam Malam

Kompas.com - 29/09/2020, 07:29 WIB
Warga Jambi tengah berjala  di Jembatan Gantung Titian Arasy, Kota Jambi, salah satu obyek wisata di Sungai Batanghari, Selasa (27/10/2015). KOMPAS.com/Fabian Januarius KuwadoWarga Jambi tengah berjala di Jembatan Gantung Titian Arasy, Kota Jambi, salah satu obyek wisata di Sungai Batanghari, Selasa (27/10/2015).

JAMBI, KOMPAS.com - Pascameninggalnya anak Wali Kota Jambi akibat Covid-19, Pemerintah Kota Jambi kembali bergerak mengantisipasi penyebaran pandemi corona.

Pemkot Jambi menyiapkan kembali anggaran untuk APD (Alat Pelindung Diri) untuk tenaga kesehatan, pada Senin (28/9/2020).

"Hal ini terkait hasil rapat Pemerintah Kota Jambi bersama tim gugus tugas Kota Jambi untuk penanganan," kata Wakil Wali Kota Jambi Maulanamelalui rilis ke Kompas.com, Senin.

Selain itu, Pemkot Jambi juga menganggarkan dana untuk mengaktifkan relawan kesehatan, serta anggaran suplemen untuk tenaga kesehatan di Kota Jambi.

"Kalau sistem kesehatan kita kolaps dan sudah overload," katanya.

Selain itu tim gugus tugas juga baru mencari titik-titik untuk menambah ruang isolasi jika ruang yang ada penuh.

Baca juga: Ketua IDI Jambi: Kalau Kami Mati Siapa yang Bisa Menolong?

Aktivitas publik dibatasi

Selain untuk penanganan, ada rapat lain terkait pencegahan.

Pemerintah Kota Jambi memutuskan menghentikan segala aktivitas publik dalam area Kota Jambi mulai Senin (28/9/2020) hingga 14 hari ke depan.

"Seperti kegiatan di Tugu Keris atau pun gubernuran, car free night, kegiatan olahraga dan lain-lain dihentikan sementara," kata Maulana.

Selain itu pihaknya juga akan menghentikan sementara resepsi pernikahan baik di gedung atau pun di rumah.

Terkait yang sudah terlanjir diberi izin akan disurati lagi dan harus melaksanakan dengan protokol kesehatan ketat.

Baca juga: Melanggar Protokol Kesehatan, Kampanye Calon Gubernur Jambi Dibubarkan

Tidak ada resepsi pernikahan, ada jam malam

Maulana mengatakan sejak keputusan ini berlaku tidak ada lagi resepsi pernikahan.

Untuk akad nikah bisa dipindahkan ke KUA kecamatan setempat atau di rumah ibadah, namun tetap dengan protokol kesehatan yang ketat.

Maulana menambahkan untuk jam malam akan dipercepat dari pukul 21.00 WIB. Patroli akan langsung dimulai malam ini.

Keputusan rapat ini akan dijalankan 14 hari ke depan.

"Semua berlaku sejak hari ini," katanya.

Baca juga: Putra Wali Kota Jambi Meninggal akibat Covid-19, Kegiatan yang Langgar Protokol Kesehatan akan Dibubarkan

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pantau Penerapan Protokol Kesehatan di Pasar, Pemkab Sidoarjo Pasang CCTV

Pantau Penerapan Protokol Kesehatan di Pasar, Pemkab Sidoarjo Pasang CCTV

Regional
Debat Pilkada Wonogiri, Paslon Harjo Soroti soal Investasi

Debat Pilkada Wonogiri, Paslon Harjo Soroti soal Investasi

Regional
Dicekoki Pacar Miras hingga Mabuk, Gadis di Bawah Umur Dicabuli 5 Temannya

Dicekoki Pacar Miras hingga Mabuk, Gadis di Bawah Umur Dicabuli 5 Temannya

Regional
Pelajar yang Jadi Tersangka Saat Demo Tolak UU Cipta Kerja di Jember Dibebaskan

Pelajar yang Jadi Tersangka Saat Demo Tolak UU Cipta Kerja di Jember Dibebaskan

Regional
Gelar Sekolah Tatap Muka, Disdikpora Bantul Tunggu Izin Bupati dan Orangtua

Gelar Sekolah Tatap Muka, Disdikpora Bantul Tunggu Izin Bupati dan Orangtua

Regional
Jengah dengan Pandemi, Emak-emak Petani Ciptakan Batik Tulis Bermotif Corona

Jengah dengan Pandemi, Emak-emak Petani Ciptakan Batik Tulis Bermotif Corona

Regional
Kronologi KKB Serang Pasukan TNI yang Sedang Patroli di Nduga, 3 Prajurit Terluka

Kronologi KKB Serang Pasukan TNI yang Sedang Patroli di Nduga, 3 Prajurit Terluka

Regional
Pasien Covid-19 Meninggal di Salatiga Bertambah, Razia Protokol Kesehatan Digencarkan

Pasien Covid-19 Meninggal di Salatiga Bertambah, Razia Protokol Kesehatan Digencarkan

Regional
Kondisi 3 Prajurit TNI yang Terluka dalam Kontak Senjata dengan KKB di Nduga

Kondisi 3 Prajurit TNI yang Terluka dalam Kontak Senjata dengan KKB di Nduga

Regional
Kata BPOM Soal Uji Klinis Vaksin Covid-19: Dalam Sebulan Aspek Khasiatnya Hasilnya Baik

Kata BPOM Soal Uji Klinis Vaksin Covid-19: Dalam Sebulan Aspek Khasiatnya Hasilnya Baik

Regional
Kontak Senjata TNI dengan KKB di Nduga, 3 Prajurit Terluka

Kontak Senjata TNI dengan KKB di Nduga, 3 Prajurit Terluka

Regional
Mayoritas Wali Murid Ingin Sekolah Dibuka Kembali, Ini Sikap Wali Kota Probolinggo...

Mayoritas Wali Murid Ingin Sekolah Dibuka Kembali, Ini Sikap Wali Kota Probolinggo...

Regional
3 Petugas Tracing Dinkes Jember Positif Covid-19, Kantor Ditutup

3 Petugas Tracing Dinkes Jember Positif Covid-19, Kantor Ditutup

Regional
Di Tengah Pandemi Covid-19, Kekerasan Seksual Perempuan dan Anak Menonjol di Sulteng

Di Tengah Pandemi Covid-19, Kekerasan Seksual Perempuan dan Anak Menonjol di Sulteng

Regional
Calon Bupati Bantul Dipanggil Bawaslu, Terkait Video Bagi-bagi Uang

Calon Bupati Bantul Dipanggil Bawaslu, Terkait Video Bagi-bagi Uang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X