Kamar Hotel Digerebek, Pasangan Mesum Ini Mengaku Tante dan Keponakan

Kompas.com - 29/09/2020, 06:55 WIB
Pasangan bukan suami istri yang mengaku tante dan keponakan saat digerebek petugas di dalam satu kamar hotel kelas melati di Palembang, Sumatera Selatan, Senin (28/9/2020). DOK. HANDOUTPasangan bukan suami istri yang mengaku tante dan keponakan saat digerebek petugas di dalam satu kamar hotel kelas melati di Palembang, Sumatera Selatan, Senin (28/9/2020).

PALEMBANG, KOMPAS.com - Unit Tindak Pidana Ringan (Tipiring) Satuan Shabara Polrestabes Palembang melakukan operasi Cipta Kondisi (Cipkon) dengan mendatangi beberapa hotel kelas melati dan tempat kos yang diduga dijadikan tempat mesum.

Hasilnya, sebanyak lima pasangan bukan suami istri tanpa memiliki kartu identitas diamankan petugas, lantaran berada di dalam satu kamar.

Bahkan, seorang laki-laki inisial D (21) dan A perempuan usia 28 mengaku adalah tante dan keponakan. Namun, keduanya didapati berada sedang berada di atas kasur dalam satu kamar di salah satu hotel kelas melati.

Baca juga: Lapor Polisi Mengaku Dibegal, Bocah 12 Tahun di Bekasi Ini Ternyata Maling Kotak Amal

D yang gelagapan melihat petugas yang datang mengaku adalah keponakan A. Mereka ada di dalam kamar karena sedang bermalam.

"Ini keponakan saya pak,"kata A kepada petugas saat dilakukan pemeriksaan, Senin (28/9/2020).

Mendengar ucapan A, petuas meminta keduanya untuk menujukkan kartu identitas masing-masing. Namun, keduanya tak bisa memperlihatkan KTP. 

Saat dilakukan pemeriksaan, D diketahui merupakan warga Tanjung Raja, Ogan Ilir, sementara A tercatat sebagai warga Kecamatan Kertapati, Palembang.

Baca juga: Lunasi Utang Pilkada Rp 1 M, Mantan Calon Bupati Ngaku Kepepet Edarkan Uang Palsu

Sisir tempat keramaian cegah Covid-19

Kepala Satuan (Kasat) Shabara Polrestabes Palembang, AKBP Sonny Triyanto mengatakan, keduanya saat ini telah diamankan untuk didata, termasuk empat pasangan lain yang kedapatan di dalam kamar hotel.

"Total ada lima pasangan bukan suami istri yang kita amankan. termasuk D dan A ini, mereka awalnya mengaku bibi dan keponakan, ternyata bukan," kata Sonny.

 

Menurut Sonny, upayakan Cipkon ini dilakukan untuk memberantas penyakit masyrakat (pekat) di tengah pandemi Covid-19. Mereka yang kedapatan akan dilakukan pembinaan agar tak lagi mengulagi perbuatannya lagi.

"Yang tertangkap akan dipanggil orangtuanya untuk dijemput. Mereka juga di data agar tak lagi mengulangi perbuatannya,"ujar Kasat.

Adapun hotel melati dan kosan yang dilakukan razia berada di kawasan Demang Lebar Daun, Ilir Barat 1 dan Ilir Barat 2.

Petugas akan menyisir lokasi lain yang diduga menjadi tempat mesum bagi pasangan bukan suami istri.

"Selain hotel dan kosan, kami juga menyisir tempat penjualan minuman alkohol ilegal. Karena hal ini dapat memicu terjadi tindak kejatahan,"jelasnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Resmikan Tempat Fisioterapi, Wali Kota Hendi Motivasi Penderita Cerebral Palsy

Resmikan Tempat Fisioterapi, Wali Kota Hendi Motivasi Penderita Cerebral Palsy

Regional
KM Fajar Baru 8 Terbakar Saat Bersandar di Pelabuhan Rakyat Sorong, Korban Jiwa Nihil

KM Fajar Baru 8 Terbakar Saat Bersandar di Pelabuhan Rakyat Sorong, Korban Jiwa Nihil

Regional
Kacang Tak Lupa Kulit, Ganjar Sempatkan Diri Sowan ke Rumah Indekos Semasa Kuliah

Kacang Tak Lupa Kulit, Ganjar Sempatkan Diri Sowan ke Rumah Indekos Semasa Kuliah

Regional
'Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat'

"Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat"

Regional
Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Regional
Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Regional
Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Regional
Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X