Langgar Protokol Kesehatan, Santri di Banyumas Disanksi Bersihkan Kamar Mandi

Kompas.com - 28/09/2020, 15:46 WIB
Ketua Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) Banyumas Dr Moh Roqib seusai rapat koordinasi di Pendapa Sipanji Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Senin (28/9/2020). KOMPAS.COM/FADLAN MUKHTAR ZAINKetua Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) Banyumas Dr Moh Roqib seusai rapat koordinasi di Pendapa Sipanji Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Senin (28/9/2020).

PURWOKERTO, KOMPAS.com - Seluruh pondok pesantren (ponpes) di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, diminta memperketat protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Hal itu tertuang dalam instruksi bersama antara Pemkab Banyumas, Kementerian Agama (Kemenag), Pengurus Cabang NU, Pimpinan Daerah Muhammadiyah, Al Irsyad dan Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP).

Ketua FKPP Banyumas Dr Moh Roqib mengatakan, akan memberikan sanksi kepada santri yang melanggar protokol kesehatan.

"Instruksi dari bupati menyerahkan (kebijakan pemberian sanksi) kepada pengasuh," kata Roqib seusai rapat koordinasi dengan FKPP dan pihak terkait di Pendapa Sipanji Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Senin (28/9/2020).

Baca juga: Muncul Penolakan, Swab Massal Santri di Banyumas Diganti Screening Kesehatan

Menurut Roqib, pemberian sanksi di lingkungan ponpes sudah menjadi kebiasaan.

Dalam kehidupan sehari-hari, bentuk sanksinya misalnya diminta membersihkan kamar mandi atau hafalan surat pendek Al Quran.

"(Instruksi bupati) ini penguatan saja, jadi semuanya sudah ada. Memang ada yang ketat, ada yang cenderung longgar," ujar Roqib.

Dalam surat tersebut, ponpes yang belum memiliki tim Gugus Tugas Covid-19 juga diminta untuk segera membentuk.

Dikatakan Roqib, Rabithah Ma'ahid Islamiyyah (RMI) NU juga telah mengeluarkan panduan protokol kesehatan di ponpes.

"Jauh-jauh hari PP RMI sudah memberikan panduan bagaimana menyelamarkan santri dan kiai-nya agar tetap sehat, membuat e-book dan diedarkan ke ponpes. Selain panduan dari Kemenag," kata Roqib.

Hanya saja, di beberapa ponpes tidak dapat menerapkan protokol kesehatan secara penuh karena keterbatasan fasilitas.

"Kadang memang situasi yang tidak memungkinkan. Di beberapa pesantren ada fasilitas yang belum memadai, misal kamar ukuran sekian untuk sekian orang, karena jumlahnya banyak," ujar Roqib.

Baca juga: Tambah 63, Santri Ponpes di Banyumas yang Positif Covid-19 Jadi 190

Diberitakan sebelumnya, Pemkab Banyumas, meminta semua ponpes memperketat protokol kesehatan.

Hal itu menyusul adanya ratusan santri di dua ponpes berbeda yang terpapar virus corona (Covid-19).



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER NUSANTARA] Diyakini Meninggal jika Bersatu, Kembar Trena Treni Terpisah 20 Tahun | Pria Tanam Ganja Pakai Polybag di Rumah

[POPULER NUSANTARA] Diyakini Meninggal jika Bersatu, Kembar Trena Treni Terpisah 20 Tahun | Pria Tanam Ganja Pakai Polybag di Rumah

Regional
Perjuangan Hidup WNI Eks Kombatan di Filipina Setelah Keluar dari Penjara

Perjuangan Hidup WNI Eks Kombatan di Filipina Setelah Keluar dari Penjara

Regional
Bawaslu Catat 291 Pertemuan Dilakukan Paslon Pilkada Gunungkidul

Bawaslu Catat 291 Pertemuan Dilakukan Paslon Pilkada Gunungkidul

Regional
Inovatif, Mahasiswa di Semarang Ciptakan Alat Pendeteksi Suhu dan Masker

Inovatif, Mahasiswa di Semarang Ciptakan Alat Pendeteksi Suhu dan Masker

Regional
Kronologi Demo Berujung Ricuh, Gas Air Mata ke Permukiman Membuat Warga Marah

Kronologi Demo Berujung Ricuh, Gas Air Mata ke Permukiman Membuat Warga Marah

Regional
Bukti Tagihan Diedit, Perempuan Ini Gelapkan Uang Perusahaan Rp 101 Juta

Bukti Tagihan Diedit, Perempuan Ini Gelapkan Uang Perusahaan Rp 101 Juta

Regional
Gas Air Mata Masuk Permukiman Picu Kemarahan Warga, Polisi Minta Maaf

Gas Air Mata Masuk Permukiman Picu Kemarahan Warga, Polisi Minta Maaf

Regional
Mabuk dan Buat Keributan, 6 Muda-mudi Diamankan Tidur Seranjang di Indekos

Mabuk dan Buat Keributan, 6 Muda-mudi Diamankan Tidur Seranjang di Indekos

Regional
4 Hari Terakhir Positif Covid-19 di Sulut Bertambah 118 Kasus

4 Hari Terakhir Positif Covid-19 di Sulut Bertambah 118 Kasus

Regional
Tujuh Orang dari Klaster Demo di Semarang Sembuh dari Covid-19

Tujuh Orang dari Klaster Demo di Semarang Sembuh dari Covid-19

Regional
Debat Pilkada Makassar Digelar 3 Kali, Penerapan Protokol Kesehatan Jadi Perhatian Utama

Debat Pilkada Makassar Digelar 3 Kali, Penerapan Protokol Kesehatan Jadi Perhatian Utama

Regional
HKTI Siap Bantu Petani di Tegal untuk Pasarkan Hasil Pertanian

HKTI Siap Bantu Petani di Tegal untuk Pasarkan Hasil Pertanian

Regional
Video Viral Lima Perempuan ABG Rebutan Cowok di Ponorogo

Video Viral Lima Perempuan ABG Rebutan Cowok di Ponorogo

Regional
Kasus Covid-19 Melonjak, Gubernur Sulteng Minta Bupati dan Walkot Ajukan PSBB

Kasus Covid-19 Melonjak, Gubernur Sulteng Minta Bupati dan Walkot Ajukan PSBB

Regional
Staf TU IPDN Lombok Tengah Positif Covid-19

Staf TU IPDN Lombok Tengah Positif Covid-19

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X