Muncul Penolakan, Swab Massal Santri di Banyumas Diganti Screening Kesehatan

Kompas.com - 28/09/2020, 13:39 WIB
Wakil Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono seusai rapat koordinasi dengan Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) di Pendapa Sipanji Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Senin (28/9/2020). KOMPAS.COM/FADLAN MUKHTAR ZAINWakil Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono seusai rapat koordinasi dengan Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) di Pendapa Sipanji Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Senin (28/9/2020).

PURWOKERTO, KOMPAS.com - Sejumlah kalangan sempat menolak rencana swab massal secara acak di pondok pesantren ( ponpes) di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.

Rencana tersebut untuk pendeteksiaan menyusul adanya klaster penyebaran virus corona (Covid-19) di dua ponpes berbeda.

Wakil Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono mengatakan, berdasarkan hasil koordinasi dengan Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP), tidak akan serta merta melakukan tes swab di seluruh ponpes.

"Disepakati bahwa nanti bukan tes swab, tetapi screening kesehatan," kata Sadewo seusai rapat koordinasi dengan FKPP dan pihak terkait di Pendapa Sipanji Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Senin (28/9/2020).

Baca juga: Tambah 63, Santri Ponpes di Banyumas yang Positif Covid-19 Jadi 190

Secara teknis, kata Sadewo, Dinas Kesehatan (Dinkes) hanya akan melakukan screening kesehatan terhadap santri yang memiliki gejala.

"Jika ada yang bergejala maka akan diperiksa lebih lanjut. Pemeriksaan bagi yang mempunyai gejala tidak dilakukan di pondok, tapi yang bersangkutan akan dibawa," jelas Sadewo.

Sementara itu Ketua FKPP Banyumas Dr Moh Roqib menyatakan, terbuka dengan rencana screening kesehatan di lingkungan ponpes.

"Melalui proses sesuai tradisi ponpes, melalui kiai atau pengurus, disampaikan bahwa swab enggak ada masalah apa-apa, sama saja orang periksa ke dokter. Kami sangat terbuka, hanya prosesnya," kata Roqib.

Menurut Roqib beberapa ponpes memang menolak rencana swab massal tersebut.

"Karena info mendadak, ada yang share (berita) bahwa akan ada swab di seluruh ponpes. Ada apa ini? kita tidak ada apa-apa, bahwa ada yang terpapar ok, atau yang dimungkinkan memiliki kedekatan tanda-tanda (Covid-19)," ujar Roqib.

Baca juga: Muncul Klaster Ponpes, Santri di Banyumas Akan Jalani Tes Swab secara Acak

Diberitakan sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Banyumas akan melakukan tes swab terhadap sejumlah santri di semua ponpes.

"Saya sudah berkirim surat ke seluruh ponpes. Kami juga telah membentuk tim kecil supaya mau di-swab secara random," kata Bupati Banyumas Achmad Husein di rumah dinas jabatan, Sabtu (26/9/2020).



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bawaslu Catat 291 Pertemuan Dilakukan Paslon Pilkada Gunungkidul

Bawaslu Catat 291 Pertemuan Dilakukan Paslon Pilkada Gunungkidul

Regional
Inovatif, Mahasiswa di Semarang Ciptakan Alat Pendeteksi Suhu dan Masker

Inovatif, Mahasiswa di Semarang Ciptakan Alat Pendeteksi Suhu dan Masker

Regional
Kronologi Demo Berujung Ricuh, Gas Air Mata ke Permukiman Membuat Warga Marah

Kronologi Demo Berujung Ricuh, Gas Air Mata ke Permukiman Membuat Warga Marah

Regional
Bukti Tagihan Diedit, Perempuan Ini Gelapkan Uang Perusahaan Rp 101 Juta

Bukti Tagihan Diedit, Perempuan Ini Gelapkan Uang Perusahaan Rp 101 Juta

Regional
Gas Air Mata Masuk Permukiman Picu Kemarahan Warga, Polisi Minta Maaf

Gas Air Mata Masuk Permukiman Picu Kemarahan Warga, Polisi Minta Maaf

Regional
Mabuk dan Buat Keributan, 6 Muda-mudi Diamankan Tidur Seranjang di Indekos

Mabuk dan Buat Keributan, 6 Muda-mudi Diamankan Tidur Seranjang di Indekos

Regional
4 Hari Terakhir Positif Covid-19 di Sulut Bertambah 118 Kasus

4 Hari Terakhir Positif Covid-19 di Sulut Bertambah 118 Kasus

Regional
Tujuh Orang dari Klaster Demo di Semarang Sembuh dari Covid-19

Tujuh Orang dari Klaster Demo di Semarang Sembuh dari Covid-19

Regional
Debat Pilkada Makassar Digelar 3 Kali, Penerapan Protokol Kesehatan Jadi Perhatian Utama

Debat Pilkada Makassar Digelar 3 Kali, Penerapan Protokol Kesehatan Jadi Perhatian Utama

Regional
HKTI Siap Bantu Petani di Tegal untuk Pasarkan Hasil Pertanian

HKTI Siap Bantu Petani di Tegal untuk Pasarkan Hasil Pertanian

Regional
Video Viral Lima Perempuan ABG Rebutan Cowok di Ponorogo

Video Viral Lima Perempuan ABG Rebutan Cowok di Ponorogo

Regional
Kasus Covid-19 Melonjak, Gubernur Sulteng Minta Bupati dan Walkot Ajukan PSBB

Kasus Covid-19 Melonjak, Gubernur Sulteng Minta Bupati dan Walkot Ajukan PSBB

Regional
Staf TU IPDN Lombok Tengah Positif Covid-19

Staf TU IPDN Lombok Tengah Positif Covid-19

Regional
Separuh Wilayah Jatim Masuk Zona Kuning Covid-19, Khofifah: Ini Kerja Keras Semua Elemen...

Separuh Wilayah Jatim Masuk Zona Kuning Covid-19, Khofifah: Ini Kerja Keras Semua Elemen...

Regional
Dua Pejabatnya Meninggal karena Covid-19, Rektor UNS: Kami 'Lockdown' Kampus

Dua Pejabatnya Meninggal karena Covid-19, Rektor UNS: Kami "Lockdown" Kampus

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X