Susul Ibu ke Kebun, Bocah 10 Tahun Malah Dibunuh lalu Diperkosa

Kompas.com - 28/09/2020, 13:30 WIB
Lokasi ditemukannya IC bocah 10 tahun di Kecamatan Nibung, Kabupaten Musirawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan. HANDOUTLokasi ditemukannya IC bocah 10 tahun di Kecamatan Nibung, Kabupaten Musirawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan.

MURATARA , KOMPAS.com - Seorang bocah perempuan berumur 10 tahun inisial IC di Kecamatan Nibung, Kabupaten Musirawas Utara ( Muratara), Sumatera Selatan ditemukan tewas dalam kondisi tanpa busana di dalam kebun. 

Setelah dilakukan penyelidikan, pihak kepolisian setempat menangkap pelaku inisial AW (18) yang tak lain adalah keluarga dekat korban. 

Kapolsek Nibung AKP Denhar saat dikonfirmasi mengatakan, kejadian tersebut berlangsung pada Kamis (24/9/2020) kemarin. 

Mulanya, korban IC sedang berjalan kaki seorang diri untuk menyusul ibunya yang ada di dalam kebun sembari membawa bungkusan karung berisi sembako. 

Baca juga: Bocah 10 Tahun Dibunuh lalu Diperkosa, Pelaku Mengaku Dendam ke Ibu Korban

Dibunuh lalu diperkosa

Namun, saat di tengah perjalanan, korban bertemu dengan pelaku AW.  

"Pelaku ini awalnya menanyakan ibu korban. Namun, korban marah sehingga membuat pelaku ini emosi," kata Denhar melaui pesan singkat (28/9/2020). 

AW yang marah, langsung mengambil kayu di dalam kebun dan memukulnya di bagian belakang kepala hingga membuat korban tewas. 

Tak hanya itu, AW pun sempat menyebutuhi IC yang sudah dalam keadaan tewas sebelum akhirnya meninggalkan korban. 

Dua hari setelah kejadian, warga setempat menemukan IC yang tewas di dalam kebun. 

"Pelaku ini juga sempat menyetubuhi korban yang sudah meninggal. Keluarga awalnya sempat mencari korban yang tidak pulang. Pada Sabtu kemarin baru ditemukan warga yang hendak ke kebun," ujar Kapolsek. 

Baca juga: Dendam pada Ibu Korban, Bocah 10 Tahun Dibunuh dan Diperkosa Seorang Remaja, Ini Ceritanya

Pelaku dendam ke ibu korban

Denhar mengungkapkan, setelah menangkap pelaku AW, motif pembunuhan itu dilatar belakangi dendam sehingga membuatnya menghabisi nyawa korban. 

"Pelaku kesal sama ibu IC karena sering dimarahi. Karena AW pernah kepergok mencuri di rumah korban,"jelasnya.   

Atas perbuatannya, AW dikenakan Undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman penjara diatas 15 tahun. 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 17 Januari 2021

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 17 Januari 2021

Regional
Melanggar PTKM, Satgas Covid-19 Gunungkidul Bubarkan Acara Hajatan

Melanggar PTKM, Satgas Covid-19 Gunungkidul Bubarkan Acara Hajatan

Regional
Banjir dan Longsor Manado, 6 Orang Tewas, Salah Satunya Polisi Berpangkat Aiptu

Banjir dan Longsor Manado, 6 Orang Tewas, Salah Satunya Polisi Berpangkat Aiptu

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 17 Januari 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 17 Januari 2021

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 17 Januari 2021

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 17 Januari 2021

Regional
Pengakuan Warga Probolinggo yang Terdampak Hujan Abu Semeru: Perih di Mata

Pengakuan Warga Probolinggo yang Terdampak Hujan Abu Semeru: Perih di Mata

Regional
Peluk Anak Istri Saat Atap Runtuh karena Gempa, Sertu Palemba Korbankan Punggungnya

Peluk Anak Istri Saat Atap Runtuh karena Gempa, Sertu Palemba Korbankan Punggungnya

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 17 Januari 2021

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 17 Januari 2021

Regional
BPBD DIY Tak Mau Terburu-buru Pulangkan Pengungsi Gunung Merapi

BPBD DIY Tak Mau Terburu-buru Pulangkan Pengungsi Gunung Merapi

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 17 Januari 2021

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 17 Januari 2021

Regional
Maling Bobol Rumah Satu Keluarga Korban Sriwijaya Air, Warga: Tega, Biadab, Padahal Lagi Berduka

Maling Bobol Rumah Satu Keluarga Korban Sriwijaya Air, Warga: Tega, Biadab, Padahal Lagi Berduka

Regional
Banjir di Halmahera Utara, Ribuan Warga Bertahan di Sejumlah Titik Pengungsian

Banjir di Halmahera Utara, Ribuan Warga Bertahan di Sejumlah Titik Pengungsian

Regional
Ketua DPRD Kabupaten Semarang Nilai PPKM Tebang Pilih dan Kurang Tegas

Ketua DPRD Kabupaten Semarang Nilai PPKM Tebang Pilih dan Kurang Tegas

Regional
Saat Kegiatan Masyarakat Dibatasi, Oknum PNS Ini Malah Mabuk dengan LC di Tempat Karaoke

Saat Kegiatan Masyarakat Dibatasi, Oknum PNS Ini Malah Mabuk dengan LC di Tempat Karaoke

Regional
Gunung Semeru Erupsi, Hujan Abu Guyur Probolinggo, Warga Keluhkan Mata Perih

Gunung Semeru Erupsi, Hujan Abu Guyur Probolinggo, Warga Keluhkan Mata Perih

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X