Sejumlah Kiai Sepuh di Semarang Kecewa, Diundang Diskusi Covid-19 Malah Dicatut Dukung Paslon

Kompas.com - 27/09/2020, 22:26 WIB
Ketua PCNU Kabupaten Semarang Ahmad Fauzan dan Ketua MUI Kabupaten Semarang Miftahudin melakukan klarifikasi soal acara dukungan ke salah satu paslon dalam pilkada. KOMPAS.com/DIAN ADE PERMANAKetua PCNU Kabupaten Semarang Ahmad Fauzan dan Ketua MUI Kabupaten Semarang Miftahudin melakukan klarifikasi soal acara dukungan ke salah satu paslon dalam pilkada.

UNGARAN, KOMPAS.com - Beberapa kiai sepuh di Kabupaten Semarang merasa dicatut namanya untuk mendukung pasangan Bintang Narsasi-Gunawan Wibisono dalam Pilkada 2020.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Semarang KH Miftahudin mengatakan dirinya diundang dalam pertemuan di sebuah rumah makan pada Kamis (24/9/2020).

"Informasi awalnya kiai diajak berembug mengenai Covid-19," ujarnya di Jimbaran, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, Minggu (27/9/2020).

Setelah melakukan diskusi dan saat akan pulang, ternyata pasangan Bintang-Gunawan datang. Kemudian mereka diajak foto bersama.

"Lalu foto itu tersebar dan dimuat media, seolah kami mendukung pasangan tersebut," tegasnya.

Baca juga: Istri Bupati vs Wakil Bupati Bertarung di Pilkada Kabupaten Semarang

Miftahudin mengatakan beberapa kiai merasa kecewa karena acara yang disampaikan bermuatan politis.

"Kami tentu juga memiliki hak politik untuk memilih dalam pilkada, tapi jangan dibuat seperti itu, kami merasa cara-cara itu tidak pas," ungkapnya.

Dia mengaku datang ke acara tersebut atas nama pribadi.

"Tapi sebagai orangtua, saya tidak plengah-plengoh, niatan saya membesarkan NU di Kabupaten Semarang. Saya juga akan berhati-hati bila menerima undangan-undangan," paparnya.

Baca juga: Kedua Paslon Dekat Kekuasaan, Pilkada Kabupaten Semarang Dinilai Rawan Pelanggaran 

Undangan soal diskusi Covid-19

Sementara Baidowi, kerabat KH Ghozi Harun pengasuh Pondok Pesantren Al Falah Pabelan, mengatakan dia yang menerima pemberitahuan tentang pertemuan para kiai tersebut.

"Saat saya menerima undangan secara lisan tersebut, Kiai Ghozi sedang di Purwodadi. Disampaikan akan ada forum diskusi kiai mengenai Covid," ungkapnya.

Namun ternyata, saat sampai di lokasi berubah menjadi acara dukungan ke salah satu pasangan calon dalam Pilkada Kabupaten Semarang.

"Tidak menyangka acaranya melenceng," kata Baidowi.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tips Nyaman Pakai Masker dalam Waktu Lama dan Bebas Bau Mulut

Tips Nyaman Pakai Masker dalam Waktu Lama dan Bebas Bau Mulut

Regional
Budidaya 45 Batang Ganja di Polybag Bertahun-tahun, Pria Ini Berdalih untuk Penelitian

Budidaya 45 Batang Ganja di Polybag Bertahun-tahun, Pria Ini Berdalih untuk Penelitian

Regional
Kebakaran Hanguskan 158 Rumah di Jayapura, Kerugian Ditaksir Capai Rp 20 Miliar

Kebakaran Hanguskan 158 Rumah di Jayapura, Kerugian Ditaksir Capai Rp 20 Miliar

Regional
Banjir dan Longsor di Cianjur, 5 Rumah Terendam, Akses Jalan Tertutup

Banjir dan Longsor di Cianjur, 5 Rumah Terendam, Akses Jalan Tertutup

Regional
2 Pejabat di UNS Meninggal karena Covid-19, Punya Riwayat ke Ubud Bali, Kampus 'Lockdown'

2 Pejabat di UNS Meninggal karena Covid-19, Punya Riwayat ke Ubud Bali, Kampus "Lockdown"

Regional
Sekolah Gratis di Bantaran Kali Gajahwong Yogya, Kurikulumnya Diteliti Mahasiswa Berbagai Negara

Sekolah Gratis di Bantaran Kali Gajahwong Yogya, Kurikulumnya Diteliti Mahasiswa Berbagai Negara

Regional
Nyanyikan Lagu yang Menyinggung Polisi Saat Demo, Seorang Mahasiswa Ditangkap

Nyanyikan Lagu yang Menyinggung Polisi Saat Demo, Seorang Mahasiswa Ditangkap

Regional
'Tak Salah Apa-apa Kena Gas Air Mata, Aku Tuntut Kalian, Polisi'

"Tak Salah Apa-apa Kena Gas Air Mata, Aku Tuntut Kalian, Polisi"

Regional
[POPULER NUSANTARA] Diyakini Meninggal jika Bersatu, Kembar Trena Treni Terpisah 20 Tahun | Pria Tanam Ganja Pakai Polybag di Rumah

[POPULER NUSANTARA] Diyakini Meninggal jika Bersatu, Kembar Trena Treni Terpisah 20 Tahun | Pria Tanam Ganja Pakai Polybag di Rumah

Regional
Perjuangan Hidup WNI Eks Kombatan di Filipina Setelah Keluar dari Penjara

Perjuangan Hidup WNI Eks Kombatan di Filipina Setelah Keluar dari Penjara

Regional
Bawaslu Catat 291 Pertemuan Dilakukan Paslon Pilkada Gunungkidul

Bawaslu Catat 291 Pertemuan Dilakukan Paslon Pilkada Gunungkidul

Regional
Inovatif, Mahasiswa di Semarang Ciptakan Alat Pendeteksi Suhu dan Masker

Inovatif, Mahasiswa di Semarang Ciptakan Alat Pendeteksi Suhu dan Masker

Regional
Kronologi Demo Berujung Ricuh, Gas Air Mata ke Permukiman Membuat Warga Marah

Kronologi Demo Berujung Ricuh, Gas Air Mata ke Permukiman Membuat Warga Marah

Regional
Bukti Tagihan Diedit, Perempuan Ini Gelapkan Uang Perusahaan Rp 101 Juta

Bukti Tagihan Diedit, Perempuan Ini Gelapkan Uang Perusahaan Rp 101 Juta

Regional
Gas Air Mata Masuk Permukiman Picu Kemarahan Warga, Polisi Minta Maaf

Gas Air Mata Masuk Permukiman Picu Kemarahan Warga, Polisi Minta Maaf

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X