Bertahan di Tengah Pandemi, Warga Prabumulih Produksi Jamu Siap Saji

Kompas.com - 25/09/2020, 21:24 WIB
Salah satu produk jamu siap saji kelompok Asman Toga di Prabumulih yang sudah dikemas dalam botol dan siap dinikmati. KOMPAS.com/AMRIZA NURSATRIA HUTAGALUNGSalah satu produk jamu siap saji kelompok Asman Toga di Prabumulih yang sudah dikemas dalam botol dan siap dinikmati.

PRABUMULIH, KOMPAS.com - Masih merebaknya wabah virus Covid-19 membuat banyak orang berinovasi agar mampu bertahan dari dampak virus yang mematikan tersebut.

Salah satunya adalah Kelompok Asman Toga Melati di Gunung Ibul, Prabumulih, Sumatera Selatan, yang berinovasi membuat jamu siap saji. 

Sebelumnya, kelompok UMKM yang berdiri sejak 2013 ini telah memproduksi jamu, tapi masih bentuk seduh dan bukan siap saji. 

“Keinginan pelanggan makin beragam, mereka ingin juga yang jamu siap diminum tanpa pakai seduh,” ujar Local Hero Kelompok Asman Toga Melati Siti Sulbiyah, dalam keterangan pers, Jumat, (25/9/2020). 

Baca juga: Terdampak Corona, Puluhan Karyawan RS di Bangka Belitung Di-PHK

Untuk itu, kelompok yang jadi mitra binaan Pertagas sejak 2018 ini kemudian bekerja sama dengan Pertagas untuk mengolah jamu siap saji. 

 

Pelatihan dilakukan dengan bekerjasama dengan GoUMK, sebuah Lembaga sosial yang berfokus pada pelatihan kewirausahaan dan UMKM. 

Inovasi ini membawa harapan besar bagi anggota kelompok. Selain varian produk semakin bertambah, jelas Siti, produksi jamu siap minum ini juga diyakini akan menjadi sumber penghasilan tambahan kelompok. 

“Adanya produk jamu siap minum ini nanti, bisa memenuhi kebutuhan konsumen yang selama ini belum kami penuhi,” papar Siti lagi. 

Baca juga: Pasar Murah Bebas Ongkir, Cara Jatim Jamin Ketersediaan Pangan di Tengah Pandemi Covid-19

Kendala produksi semasa pandemi

Diketahui selama ini produksi jamu siap saji dari Kelompok Asman Toga yang beranggotakan 30 orang ini telah dipesan oleh berbagai kalangan. 

Bahkan produknya sempat diekspor ke mancanegara, namun sejak pandemi Covid-19, kelompok beberapa kali berhasil meraih penghargaan dari Dinas Lingkungan Hidup di tingkat provinsi dan nasional ini sempat mengalami kendala dari sisi produksi. 

Meski di sisi lain, permintaan terhadap produk mengalami kenaikan bahkan sampai naik 40 persen dari produksi biasanya. 

“Kendala lebih karena produksi karena ibu-ibu tidak boleh berkumpul,” papar Siti Sulbiyah

Dengan penerapan protokol pencegahan Covid-19 yang ketat, Kelompok Asman Toga mulai bangkit berproduksi.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Libur Panjang, Polisi dan Anggota TNI Akan Ikut Awasi Wisatawan di Gunungkidul

Libur Panjang, Polisi dan Anggota TNI Akan Ikut Awasi Wisatawan di Gunungkidul

Regional
Mencari Keberadaan Bagus, Balita 17 Bulan yang Hilang Sepekan Setelah Pulang dari Rumah Nenek

Mencari Keberadaan Bagus, Balita 17 Bulan yang Hilang Sepekan Setelah Pulang dari Rumah Nenek

Regional
Pimpinan Ponpes Gontor KH Abdullah Syukri Zarkasyi Wafat

Pimpinan Ponpes Gontor KH Abdullah Syukri Zarkasyi Wafat

Regional
Di Kota Padang Pilkada Berjalan, Pesta Pernikahan Dilarang

Di Kota Padang Pilkada Berjalan, Pesta Pernikahan Dilarang

Regional
Siswi Kelas 5 SLB Penyandang Disabilitas Hamil 5 Bulan, Diduga Diperkosa Orang Tak Dikenal

Siswi Kelas 5 SLB Penyandang Disabilitas Hamil 5 Bulan, Diduga Diperkosa Orang Tak Dikenal

Regional
Pilkada di Tengah Pandemi Berpotensi Jadi Klaster Baru Covid-19

Pilkada di Tengah Pandemi Berpotensi Jadi Klaster Baru Covid-19

Regional
6 Terduga Pelaku Ditangkap, Polisi Pastikan Pembunuhan Wartawan di Mamuju Tak Terkait Profesi Korban

6 Terduga Pelaku Ditangkap, Polisi Pastikan Pembunuhan Wartawan di Mamuju Tak Terkait Profesi Korban

Regional
Usai Demo, Mahasiswa di Purwokerto Mengaku Dapat Pesan Gelap Berisi Intimidasi

Usai Demo, Mahasiswa di Purwokerto Mengaku Dapat Pesan Gelap Berisi Intimidasi

Regional
Pamflet Ajakan Demo dan Penjarahan Ditempel di Sudut Kota, Polisi Selidiki Pelaku

Pamflet Ajakan Demo dan Penjarahan Ditempel di Sudut Kota, Polisi Selidiki Pelaku

Regional
Rekam Jejak Kejahatan Samsul, Bacok Anak 9 Tahun dan Perkosa Ibunya, hingga Tewas di Tahanan

Rekam Jejak Kejahatan Samsul, Bacok Anak 9 Tahun dan Perkosa Ibunya, hingga Tewas di Tahanan

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 21 Oktober 2020

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 21 Oktober 2020

Regional
Camat Ini Langgar Netralitas ASN dengan Kampanye Terselubung untuk Istri Bupati Buru Selatan

Camat Ini Langgar Netralitas ASN dengan Kampanye Terselubung untuk Istri Bupati Buru Selatan

Regional
Masa Tahanan Polisi Penembak Warga Selesai, Korban Tuntut Proses Pidana

Masa Tahanan Polisi Penembak Warga Selesai, Korban Tuntut Proses Pidana

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 21 Oktober 2020

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 21 Oktober 2020

Regional
Bripka DA Tembak Pria yang Diduga Depresi hingga Tewas, Bermula Diserang Tiba-tiba

Bripka DA Tembak Pria yang Diduga Depresi hingga Tewas, Bermula Diserang Tiba-tiba

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X