Satpol PP Kota Semarang Minta Warga Lapor Bila Ada Atraksi Topeng Monyet

Kompas.com - 25/09/2020, 19:37 WIB
Atraksi topeng monyet. BARRY KUSUMAAtraksi topeng monyet.

SEMARANG, KOMPAS.com - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Semarang masih menemukan atraksi topeng monyet di sejumlah wilayah.

Padahal, atraksi topeng monyet sudah dilarang oleh Pemerintah Kota Semarang.

Kepala Satpol PP Kota Semarang Fajar Purwoto meminta warga melapor jika menemukan atraksi topeng monyet di wilayahnya.

"Kalau ada topeng monyet bisa kontak ke kami, pasti akan langsung kami tertibkan," ujar Fajar saat dihubungi, Jumat (25/9/2020).

Baca juga: Meresahkan Warga, 120 Monyet Ekor Panjang di Gunung Ciremai Ditangkap

Dia mengaku, sepekan lalu pihaknya mengamankan seorang pawang beserta monyetnya di daerah Kampung Kali.

"Waktu gelar yustisi sekitar seminggu sudah kita tangkap monyet dan pawangnya," jelas Fajar.

Usai ditangkap, pihaknya langsung membawa pawang beserta monyetnya ke kantor Satpol PP Kota Semarang.

"Kami beri peringatan tertulis agar tidak mengulangi lagi perbuatannya. Namun, bila nekat mengulangi perbuatannya monyetnya langsung kita serahkan ke kebun binatang," ujarnya.

Baca juga: Monyet Ekor Panjang Gunung Ciremai Ditangkapi karena Overpopulasi dan Kurang Pakan

Kendati sudah jarang ditemukan, Fajar menyayangkan atraksi topeng monyet masih dilakukan sejumlah orang di Kota Semarang.

Pasalnya, hal tersebut telah mengganggu ketertiban dan melanggar Perda Nomor 5 Tahun 2014 tentang PGOT.

"Dasarnya kan sudah ada perda. Beberapa kali kami yustisi selain topeng monyet juga kami temukan angklung, manusia silver dan lainnya," jelasnya.

Selain itu, Fajar menyebut sang pawang kerap menyiksa monyet saat atraksi berlangsung.

"Kemarin waktu kita tanya dia (pawang) mengaku kerja freelance tapi kadang tukeran monyetnya sama pawang lain. Jadi mereka saling berinteraksi. Monyet diberi nama. Si monyet tau kalau diajak ngamen sama pawangnya kan ada talinya kalau dia engga nurut ditarik lehernya," ucapnya.

Untuk itu, pihaknya bekerjasama dengan komunitas pecinta hewan untuk melakukan gelar yustisi.

"Kebetulan ada komunitas pecinta hewan yang sudah kerjasama dengan kita sebulan yang lalu. Dalam minggu-minggu ini di sela-sela yustisi masker penegakan protokol covid nanti kita ajak komunitas itu keliling kota untuk ngecek," ungkapnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi 'Landscape' Menarik

Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi "Landscape" Menarik

Regional
Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Regional
Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Regional
Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Regional
Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X