Warga Tasikmalaya Diminta Bersiap untuk Pembebasan Lahan Tol Gedebage

Kompas.com - 25/09/2020, 12:35 WIB
Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya, Ivan Dicksan. KOMPAS.COM/IRWAN NUGRAHASekretaris Daerah Kota Tasikmalaya, Ivan Dicksan.

TASIKMALAYA, KOMPAS.com - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil akan segera mengesahkan penetapan lokasi (penlok) pembangunan Tol Gedebage- Tasikmalaya dalam waktu dekat ini.

Penlok di wilayah Kota Tasikmalaya paling pertama selesai.

Pemkot akan segera membentuk tim independen untuk mendampingi tim appraisal nantinya.

"Tim independen nantinya akan mendampingi tim yang menentukan jumlah harga penggantian tanah warga yang nantinya akan dibebaskan," ujar Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya Ivan Dicksan kepada wartawan, Jumat (25/9/2020).

Baca juga: Cerita Pria yang Dituduh Mencuri, Ditahan dan Disiksa hingga Dihukum Secara Tidak Adil

Pembebasan lahan pembangunan tol itu sesuai rencana akan dilakukan mulai 2021.

Tim independen nantinya yang akan menetapkan harga tanah, bangunan, pohon dan lainnya yang disesuaikan dengan hasil pengkajian tim appraisal.

"Kalau pembahasan jalur ke wilayah Kota Tasikmalaya sudah fix dengan panjang 13 kilometer. Kita sekarang masih menunggu hasil penlok daerah lainnya. Kota Tasikmalaya yang dilewati jalur tol itu 4 kecamatan, Mangkubumi, Kawalu, Cibeureum dan Tamansari," kata Ivan.

Baca juga: Tol Gedebage-Tasikmalaya Masuk Tahap Lelang, Pemkot Tasikmalaya Kekurangan Biaya Rp 150 M

Gerbang tol di Kota Tasikmalaya juga telah ditentukan di sekitar wilayah Jalan Sewaka.

Setelah penlok selesai, pembebasan lahan dan pembangunan fisik pun akan dilaksanakan secara bertahap.

Pembangunan Tol Gedebage-Tasikmalaya ini masuk pembangunan tahap I yang nantinya dilanjutkan sampai ke Cilacap via Ciamis, Banjar dan Pangandaran.

Pemkot Tasikmalaya meminta kepada masyarakat agar mendukung proses pembangunan jalan tol tersebut.

Kemudian, kepada seluruh pemilik lahan agar mempersiapkan segera dokumen kepemilikan lahannya sesuai yang telah ditetapkan.

Dengan begitu, pembangunan jalan tol ini akan segera terealisasi demi meningkatkan perekonomian masyarakat Tasikmalaya.

Selama ini, menggunakan jalan arteri dari Kota Tasikmalaya ke Bandung membutuhkan waktu 4 jam apabila tidak ada kemacetan.

Namun, jika tol Gedebage-Tasikmalaya telah selesai, warga yang menuju ke wilayah Bandung diperkirakan hanya membutuhkan waktu sekitar 45 menit saja.

"Yang jelas, kita dari pihak pemerintah sekali lagi meminta dukungan seluruh masyarakat terkait pembangunan jalan tol. Mudah-mudahan adanya jalan tol akan mampu membangkitkan perekonomian masyarakat, khususnya di Kota Tasikmalaya," kata dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Imbas Ardi Dipenjara karena Pakai Uang Salah Transfer, Anaknya Tak Bisa Dibawa Berobat

Imbas Ardi Dipenjara karena Pakai Uang Salah Transfer, Anaknya Tak Bisa Dibawa Berobat

Regional
Teriakan “Adikku… Adikku…” Sambut Kedatangan Jenazah Korban Penembakan di Kafe RM Cengkareng

Teriakan “Adikku… Adikku…” Sambut Kedatangan Jenazah Korban Penembakan di Kafe RM Cengkareng

Regional
Bayi 6 Bulan Tinggal Bersama Ibunya di Tahanan, Karutan Lhoksukon Dihubungi Sejumlah Politikus

Bayi 6 Bulan Tinggal Bersama Ibunya di Tahanan, Karutan Lhoksukon Dihubungi Sejumlah Politikus

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 27 Februari 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 27 Februari 2021

Regional
Kisah Mbok Jainem, Warga Miskin yang Rumahnya Longsor akibat Luapan Sungai

Kisah Mbok Jainem, Warga Miskin yang Rumahnya Longsor akibat Luapan Sungai

Regional
Menkes Targetkan 38 Juta Orang Sudah Divaksin Covid-19 pada Akhir Juni 2021

Menkes Targetkan 38 Juta Orang Sudah Divaksin Covid-19 pada Akhir Juni 2021

Regional
Cabuli Remaja Keterbelakangan Mental, Seorang Pria di Agam Ditangkap

Cabuli Remaja Keterbelakangan Mental, Seorang Pria di Agam Ditangkap

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 27 Febuari 2021

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 27 Febuari 2021

Regional
Diterjang Puting Beliung, Kapal Berisi Pemancing Tenggelam, 1 Tewas

Diterjang Puting Beliung, Kapal Berisi Pemancing Tenggelam, 1 Tewas

Regional
Pemilik Toko di Blitar Ditemukan Tewas dengan Terikat, Pernah Kehilangan Rp 1 Miliar

Pemilik Toko di Blitar Ditemukan Tewas dengan Terikat, Pernah Kehilangan Rp 1 Miliar

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 27 Februari 2021

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 27 Februari 2021

Regional
RSUD dan Gedung DPRD Rusak Akibat Gempa Dangkal di Halmahera Selatan

RSUD dan Gedung DPRD Rusak Akibat Gempa Dangkal di Halmahera Selatan

Regional
Biaya Sewa Hotel untuk Isolasi Pasien Covid-19 di Bali Belum Dibayar Pemerintah

Biaya Sewa Hotel untuk Isolasi Pasien Covid-19 di Bali Belum Dibayar Pemerintah

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 27 Februari 2021

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 27 Februari 2021

Regional
Kebakaran di Kampus UII, 7 Mobil Pemadam Diterjunkan

Kebakaran di Kampus UII, 7 Mobil Pemadam Diterjunkan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X