Jalan Kaki dari Malaysia dan Hilang 8 Hari di Hutan, Syamsuddin Hanya Makan Garam dan Vetsin

Kompas.com - 25/09/2020, 10:06 WIB
Ilustrasi hutan Kalimantan di negara bagian Sabah, Malaysia. K. YoganandIlustrasi hutan Kalimantan di negara bagian Sabah, Malaysia.

KOMPAS.com- Seorang tukang bangunan bernama Syamsuddin (51) ditemukan dalam kondisi lemas di bawah pohon besar Hutan Krayan, Nunukan, Kalimantan Utara.

Di balik peristiwa itu, ada kisah panjang Syamsuddin hingga warga menemukannya dalam kondisi kelaparan di tengah hutan

Tukang bangunan tersebut rupanya sudah delapan hari mengembara di Hutan Krayan, yang dikenal dihuni banyak binatang buas.

Ia nekat berjalan kaki dari Malaysia ke Krayan, Nunukan, Kalimantan Utara dan menembus hutan setelah merasa ditipu.

Baca juga: Cemburu, Suami Bunuh Teman Dekat Istri di Tengah Hutan

Bekerja di Krayan dan ditipu di Malaysia

Syamsuddin (51), sempat hilang kontak 8 hari di hutan Krayan setelah sadar tertipu oleh oknum di Lawas Malaysia, Syamsuddin berjalanan kaki 8 hari hanya berbekal air mineral, garam dan vetsin (ningsih)Kompas.com/Ahmad Dzulviqor Syamsuddin (51), sempat hilang kontak 8 hari di hutan Krayan setelah sadar tertipu oleh oknum di Lawas Malaysia, Syamsuddin berjalanan kaki 8 hari hanya berbekal air mineral, garam dan vetsin (ningsih)
Istri Syamsuddin, Nursiah di Makassar menjelaskan, sudah sekitar sembilan tahun suaminya menjadi pemborong bangunan di Krayan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara.

Sejak mendapatkan pekerjaan di Krayan, Syamsuddin terus mengirimkan uang untuk keluarga dan anaknya yang masih bersekolah di Makassar.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun, sejak sekitar kurang lebih sebulan, Syamsuddin mendapat pekerjaan menjadi tukang bangunan di Malaysia.

Akan tetapi, di sana ia tak pernah menerima upah.

Bahkan untuk makan sehari-hari, Syamsuddin tidak diberi uang.

"Kemarin dibodok-bodoki (diperdaya) saja kasihan sama orang. Itulah dia kasih kabar mau kembali ke Krayan, jalan kaki lewat hutan, sudah saya larang dia. Nah, bagaimana kalau dia tidak ada mi pegang uang kasihan," lanjut Nursiah.

Baca juga: Tertipu di Malaysia, Syamsuddin 8 Hari Jalan Kaki Menyusuri Hutan Krayan, Berbekal Air, Garam, dan Vetsin

 

Ilustrasi hutan. Ilustrasi hutan.
Memutuskan pulang melalui hutan berjalan kaki

Merasa ditipu, Syamsuddin akhirnya memutuskan pulang ke Krayan, Nunukan.

Ia ingin kembali bekerja di tempat sebelumnya.

Namun, lantaran tak memiliki biaya, Syamsuddin nekat berjalan kaki dari Malaysia melalui Hutan Krayan.

Sang istri yang sempat dihubungi menangis ketakutan dengan keputusan suaminya.

"Setiap hari itu kami menangis, takut kenapa-kenapa dengan dia, karena jalan kaki kasihan dari Malaysia lewat hutan di Krayan," kata Nursiah.

Selama menelusuri hutan mencari jalan pulang, Syamsuddin yang tak punya uang hanya membawa bekal sangat terbatas.

Baca juga: Gadis Berjilbab Dicekoki Miras 2 Temannya di Tengah Hutan, Saat Ditemukan Warga Nyaris Telanjang

Hanya makan garam dan vetsin di hutan yang dihuni banyak binatang buas

Ilustrasi garamThinkstock/iStock Ilustrasi garam
Bekal perjalanan Syamsuddin hanyalah air, garam dan vetsin.

Di Hutan Krayan, pria tersebut sulit menemukan buah-buahan yang bisa dimakan.

Ketika lapar, Syamsuddin hanya menaburkan garam dan vetsin ke lidahnya.

Kemudian, ia meminum air dari tempat minum yang dibawanya.

"Jadi dia rasa-rasa saja itu garam dan vetsin. Nah hanya itu saja dia bawa bekal, tidak ada dia bilang jumpa pohon buah," kata sang istri.

Di Hutan Krayan yang masih terbilang asri, lanjut Nursiah, dikenal banyak binatang buas.

Hal itu juga membuat perasaan keluarga was-was.

Baca juga: Detik-detik Polisi Gagalkan Penyelundupan Puluhan Ribu Benur Ilegal, Dikejar hingga Jalur Hutan di Trenggalek

Dari cerita Syamsuddin kepadanya, suaminya itu kerap mendengar suara binatang buas penghuni hutan tersebut.

Namun, tak sekalipun Syamsuddin melihat mereka.

Nursiah menduga, hal itu terjadi karena suaminya tak pernah meninggalkan shalat meski berjalan di tengah hutan.

"Memang dari dulu dia (Syamsuddin) tidak pernah itu yang namanya tinggalkan shalat, selalu dia bangun malam tahajud, itu juga yang dia cerita. Kenapa jelas sekali banyak suara binatang buas, tapi tidak ada sedikit pun sentuh dia, biar di hutan, tahajud dia selalunya," kata dia.

Baca juga: Perjuangan Bocah Bukit Menoreh, Lewati Hutan dan Kebun demi Ujian Tengah Semester

 

Ilustrasi hutanShutterstock Ilustrasi hutan
Dilaporkan hilang, ditemukan lemas

Setelah tak ada kabar berhari-hari di tengah hutan, sang anak Suryaningsih melapor kehilangan ayahnya ke Pos SAR Nunukan.

Syamsuddin dilaporkan hilang sejak Rabu, 16 September 2020.

Namun laporan itu hanya menyebutkan lokasi. Sedangkan dari Kota Nunukan menuju Krayan hanya bisa ditempuh dengan transportasi udara.

Lebih-lebih, Hutan Krayan adalah hutan yang masih lestari dan benar-benar terjaga.

Syamsuddin yang bernasib beruntung lalu ditemukan oleh warga dalam kondisi lemah dan kelaparan.

"Bapak tidur di bawah pohon besar tengah hutan. Dia mendengar beberapa orang tidak jauh dari situ, dia berteriak minta tolong, didengar oleh mereka, dan ditolong dikasih makan, baru enak dia rasa. Mungkin itu sudah jalan Tuhan, kami sangat bersyukur," Ningsih bercerita.

Rabu, 23 September 2020, Syamsuddin pun menghubungi keluarganya di Makassar bahwa ia telah diselamatkan oleh penduduk Krayan yang beraktivitas di dalam hutan.

Baca juga: Tiga Arca Kuno Setinggi 60 Sentimeter Ditemukan Warga di Hutan Grobogan, Ini Kondisinya

Tangis syukur keluarga

Ilustrasishutterstock Ilustrasi
Mendengar kabar itu, tangis keluarga pecah.

Mereka sangat bersyukur sang kepala keluarga selamat setelah perjalanan panjang berhari-hari melewati hutan.

Suryaningsih dan keluarganya memiliki hajat berpuasa jika bapaknya selamat.

"Kami dapat kabar, langsung bapak yang menelepon kalau dia selamat, itu mukjizat karena doa kami diijabah, kami hari ini mulai puasa," tambahnya.

Setelah ditemukan warga, Syamsuddin berencana kembali bekerja di Krayan untuk menghidupi anak dan istrinya.

"Dia bilang sudah mulai sehat badannya, besok dia mau mulai kerja, karena kebetulan orang yang kasih dia tolong ada kerja juga, mungkin proyek bangunan, belum dia cerita semua," kata Ningsih.

Sumber: Kompas.com (Penulis : Kontributor Nunukan, Ahmad Zulfiqor | Editor : Khairina)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lewat Sistem Hibah, Pemkab Tanah Bumbu Ajak Perusahaan Dongkrak Penghasilan Daerah

Lewat Sistem Hibah, Pemkab Tanah Bumbu Ajak Perusahaan Dongkrak Penghasilan Daerah

Regional
Diundang ke Wamena, Ganjar: Impian Saya Sejak Lama

Diundang ke Wamena, Ganjar: Impian Saya Sejak Lama

Regional
UU Minerba Bikin Penghasilan Daerah Minim, Anggota DPD RI Minta Kewenangan Pertambangan Dikembalikan ke Daerah

UU Minerba Bikin Penghasilan Daerah Minim, Anggota DPD RI Minta Kewenangan Pertambangan Dikembalikan ke Daerah

Regional
Pakar Kebencanaan UGM: Jateng Sangat Peduli terhadap Kebencanaan Indonesia

Pakar Kebencanaan UGM: Jateng Sangat Peduli terhadap Kebencanaan Indonesia

Regional
Bupati Wonogiri Berharap Pemerintah Pusat Tak Bebankan Gaji P3K ke APBD

Bupati Wonogiri Berharap Pemerintah Pusat Tak Bebankan Gaji P3K ke APBD

Regional
Capaian Vaksinasi Wonogiri di Atas 90 Persen, Jekek Minta Masyarakat Tetap Taat Prokes

Capaian Vaksinasi Wonogiri di Atas 90 Persen, Jekek Minta Masyarakat Tetap Taat Prokes

Regional
Percepat Vaksinasi di Wonogiri, Bupati Jekek Siapkan Strategi Home Visit

Percepat Vaksinasi di Wonogiri, Bupati Jekek Siapkan Strategi Home Visit

Regional
Ada Guru Meninggal akibat Covid-19, Bupati Wonogiri Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

Ada Guru Meninggal akibat Covid-19, Bupati Wonogiri Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

Regional
Soal Penutupan Wisata pada Akhir Tahun, Pemkab Wonogiri Tunggu Kebijakan Pusat

Soal Penutupan Wisata pada Akhir Tahun, Pemkab Wonogiri Tunggu Kebijakan Pusat

Regional
Ganjar Kirim 50 Relawan untuk Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Ganjar Kirim 50 Relawan untuk Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Regional
Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Regional
Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Regional
Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Regional
Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Regional
Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.