Ini Nomor Urut 3 Paslon Pilkada Sulut 2020

Kompas.com - 24/09/2020, 20:09 WIB
Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur peserta Pilkada Sulut 2020 usai mencabut nomor urut, Kamis (24/9/2020) Dok. KPU SulutPasangan calon gubernur dan wakil gubernur peserta Pilkada Sulut 2020 usai mencabut nomor urut, Kamis (24/9/2020)

MANADO, KOMPAS.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) menggelar rapat pleno terbuka pengundian nomor urut pasangan calon (paslon) gubernur dan wakil gubernur yang bertarung di Pilkada Sulut 2020, Kamis (24/9/2020).

Pengundian nomor urut ini hanya dihadiri pasangan calon, dua orang perwakilan Bawaslu Sulut, satu orang penghubung pasangan calon, dan lima anggota KPU.

Paslon Christiany Eugenia Paruntu-Sehan Salim Landjar (CEP-SSL) mendapatkan nomor urut 1.

Kemudian, nomor urut 2 yakni Vonny Anneke Panambunan-Hendry Runtuwene (VAP-HR).

Terakhir, paslon petahana Olly Dondokambey-Steven Kandouw (Olly-Steven) nomor urut tiga.

Baca juga: Koalisi Golkar-PAN Usung Dua Bupati di Pilkada Sulut 2020

Usai pengundian nomor urut, KPU memberi kesempatan ketiga paslon memaparkan makna atau arti dari nomor yang didapat.

Kesempatan pertama diberikan kepada paslon nomor urut satu Christiany Paruntu-Sehan Landjar.

Menurut Christiany, angka satu bermakna kemenangan.

"Ini bermakna kemenangan bagi kita. Angka yang diberikan oleh Tuhan, angka nomor satu pertanda kita berjuang satu kemenangan," katanya.

Baca juga: Nasdem Usung Bupati Minahasa Utara sebagai Calon Gubernur dalam Pilkada Sulut

Kemudian, calon gubernur nomor urut dua Vonny Panambunan menyebut angka dua memang diinginkannya.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

5 Tukang Becak Iuran untuk Ganti Bendera Merah Putih yang Lusuh, Ini Kisahnya

5 Tukang Becak Iuran untuk Ganti Bendera Merah Putih yang Lusuh, Ini Kisahnya

Regional
Cerita Jayani Rawat Al Quran Tulisan Tangan Berusia Hampir 200 Tahun

Cerita Jayani Rawat Al Quran Tulisan Tangan Berusia Hampir 200 Tahun

Regional
Fakta Oknum Satpol PP Rampas Uang Pengemis, Alasan Penertiban hingga ASN Jadi Korlap

Fakta Oknum Satpol PP Rampas Uang Pengemis, Alasan Penertiban hingga ASN Jadi Korlap

Regional
Agar Program Diketahui Publik, Paslon di Pilkada Mataram Cantumkan Barcode di Spanduk

Agar Program Diketahui Publik, Paslon di Pilkada Mataram Cantumkan Barcode di Spanduk

Regional
Seorang Pemuda Tewas Diduga Gantung Diri, Tulis Pesan di Buku Tabungan

Seorang Pemuda Tewas Diduga Gantung Diri, Tulis Pesan di Buku Tabungan

Regional
2 dari 3 Debat Kandidat Pilkada Makassar Bakal Berlangsung di Jakarta

2 dari 3 Debat Kandidat Pilkada Makassar Bakal Berlangsung di Jakarta

Regional
Kabupaten Banyumas Akan Dimekarkan Jadi 3 Daerah Otonom

Kabupaten Banyumas Akan Dimekarkan Jadi 3 Daerah Otonom

Regional
Stadion Mattoanging Dibangun Ulang, Telan Anggaran hingga Rp 1 Triliun

Stadion Mattoanging Dibangun Ulang, Telan Anggaran hingga Rp 1 Triliun

Regional
Antisipasi Kelangkaan Pangan, IPB Serukan Revolusi Meja Makan

Antisipasi Kelangkaan Pangan, IPB Serukan Revolusi Meja Makan

Regional
'Saya Lihat Narik-narik Senar Layangan, Kemudian Saya Lari Takut Senar Layangannya Lepas'

"Saya Lihat Narik-narik Senar Layangan, Kemudian Saya Lari Takut Senar Layangannya Lepas"

Regional
'Kami Terkena Gas Air Mata, Banyak yang Sesak Napas dan Pingsan'

"Kami Terkena Gas Air Mata, Banyak yang Sesak Napas dan Pingsan"

Regional
Antre Pencairan BPUM Membeludak sejak Subuh, Ternyata Salah Informasi

Antre Pencairan BPUM Membeludak sejak Subuh, Ternyata Salah Informasi

Regional
Kronologi Pria Diduga Depresi Tewas Ditembak, Tetap Menyerang Polisi Usai Diberi Peringatan

Kronologi Pria Diduga Depresi Tewas Ditembak, Tetap Menyerang Polisi Usai Diberi Peringatan

Regional
'Ini Bendera yang Diperjuangkan Para Pahlawan, Pejuang Bangsa, Kok sampai Seperti Ini'

"Ini Bendera yang Diperjuangkan Para Pahlawan, Pejuang Bangsa, Kok sampai Seperti Ini"

Regional
Tiba-tiba Serang Polisi, Seorang Pria yang Diduga Depresi Tewas Ditembak

Tiba-tiba Serang Polisi, Seorang Pria yang Diduga Depresi Tewas Ditembak

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X