Kompas.com - 24/09/2020, 19:46 WIB
Pelanggar protokol kesehatan di Salatiga dihukum mengenakan rompi oranye dan menyapu jalan. KOMPAS.com/ISTPelanggar protokol kesehatan di Salatiga dihukum mengenakan rompi oranye dan menyapu jalan.

SEMARANG, KOMPAS.com- Warga Kota Semarang yang masih nekat tidak mematuhi protokol kesehatan Covid-19 bakal dihukum membersihkan sungai dan menyapu di taman pemakaman umum (TPU).

Kepala Satpol PP Kota Semarang, Fajar Purwoto, mengatakan hukuman itu bakal diterapkan pada pekan depan.

Upaya tersebut dilakukan mengingat masih banyaknya pelanggaran dalam operasi masif yang dilakukan di Kota Semarang.

"Kami tidak segan memberikan sanksi tegas pada warga yang masih ngeyel melanggar protokol kesehatan. Mulai minggu depan kita beri hukuman bersihkan sungai yang kotor dan menyapu TPU," jelas Fajar saat dihubungi, Kamis (24/9/2020).

Baca juga: Puji Sanksi Sosial Menggali Kuburan Jenazah Covid-19, Khofifah: Diapresiasi Internasional

Menurutnya, selama ini tingkat pelanggaran protokol kesehatan terbanyak dilakukan oleh kalangan anak muda dengan berbagai macam alasan.

"80 persen pelanggarnya dari para remaja. Kisaran umur 15 hingga 35 tahun. Alasannya macam-macam, ada yang disengaja karena ingin selfie-selfie, lupa dan alasan dekat dengan rumah mereka," ucapnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Fajar menyebut sejak 16 hingga 22 September 2020, Satpol PP Semarang telah melakukan penegakan protokol kesehatan terhadap pelanggar sebanyak 1.078 orang.

"Tersebar di 22 lokasi seperti pasar tradisional, warung makan, kafe, tempat karaoke dan tempat-tempat umum. Kebanyakan tidak pakai masker. Kami sita KTP dan kerja sosial menyapu jalan," katanya.

Baca juga: Tak Gunakan Masker, Warga di Bogor Dihukum Sapu Jalanan

Pihaknya mengimbau agar masyarakat tetap disiplin mematuhi protokol kesehatan untuk keselamatan bersama sesuai Perwal Semarang No. 57 tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM)

"Kita akan lebih tegas lagi dalam mengatasi para pelanggar yang menyepelekan tidak memakai masker. Karena di Perwal no 57 tahun 2020 tidak ada sanksi denda yang ada sanksi sosial dan sanksi sita KTP," pungkasnya.

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Regional
PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

Regional
Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Regional
Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Regional
Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Regional
Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Regional
Dengarkan Curhat Pekerja Migran, Ganjar Minta Mereka Lapor jika Jadi Korban Pungli

Dengarkan Curhat Pekerja Migran, Ganjar Minta Mereka Lapor jika Jadi Korban Pungli

Regional
Pemprov Jabar Gaet Investor Timur Tengah, Kang Emil: Kami Lakukan lewat Door-to-Door

Pemprov Jabar Gaet Investor Timur Tengah, Kang Emil: Kami Lakukan lewat Door-to-Door

Regional
Pasangan Moka Jabar 2021 Resmi Terpilih, Ridwan Kamil: Semoga Bisa Menjadi Teladan

Pasangan Moka Jabar 2021 Resmi Terpilih, Ridwan Kamil: Semoga Bisa Menjadi Teladan

Regional
Ketua Komisi III DPR Minta Polri Transparan Ungkap Kasus Dugaan Pemerkosaan Anak di Luwu Timur

Ketua Komisi III DPR Minta Polri Transparan Ungkap Kasus Dugaan Pemerkosaan Anak di Luwu Timur

Regional
Wakil Ketua TP PKK Jabar: Kualitas Pemuda Harus Ditingkatkan lewat Pendidikan

Wakil Ketua TP PKK Jabar: Kualitas Pemuda Harus Ditingkatkan lewat Pendidikan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.