Dituduh Jadi Pelakor, Wajah Gadis 17 Tahun Ini Nyaris Disilet

Kompas.com - 24/09/2020, 18:52 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

PALEMBANG, KOMPAS.com- PR seorang gadis berusia 17 tahun di Palembang, Sumatera Selatan, harus mengalami luka silet di bagian tangan usai dianiaya oleh wanita berinisial RS (48).

Kasus ini terbongkar setelah kuasa hukum PR membuat laporan di Polsek Ilir Timur 1 Palembang, Kamis (24/9/2020).

Achmad Azhari, kuasa hukum PR menceritakan, kejadian itu berlangsung di kawasan pasar kuliner 16 Ilir, tepatnya di bawah jembatan Ampera pada Sabtu (19/9/2020) kemarin.

Baca juga: Video Viral PKL Menangis Mengaku Diancam Istri Wakapolda Sumsel, Ini Duduk Perkaranya

Mulanya, terlapor RS bersama ketiga anaknya datang ke tempat dagangan PR.

Karena korban tak ada di tempat, para terlapor rupanya merusak dagangan milik korban sampai akhirnya PR pun datang.

"Ketika klien kami datang pelaku ini langsung mengeroyoknya. Bahkan mencoba melukai muka anak ini dengan silet, tapi terkena tangan saja karena korban menutupi mukanya dengan tangan," kata Achmad Azhari usai membuat laporan.

Korban yang dikeroyok, langsung berusaha menyelamatkan diri lari tempat lokasi kejadian.

Baca juga: Warga Padang yang Tak Patuh Pakai Masker Kebanyakan Pemotor dan Pengguna Angkot

Dituduh pelakor

 

Namun, belakangan korban ternyata sempat diposting oleh terlapor di media sosial dan dituding sebagai pelakor.

"Di media sosial korban diviralkan dan dituding pelakor padahal dia dianiaya. Bahkan korban ini masih di bawah umur, mana paham soal pelakor," ujarnya.

Atas kejadian tersebut, korban melalui kuasa hukumnya melaporkan ketiga korban atas tuduhan pencemaran nama baik serta penganiayaan dengan nomor bukti lapor SRRLP/230-N/IX/2020/Sumsel/Restabes/SekIT1. 

Baca juga: Sakit Hati Sering Dimaki, Pria Ini Bunuh Istri Siri, Jasadnya Dibuang ke Semak

"Kami harap agar kasus ini direspons cepat pihak kepolisian. Karena ini kasus penganiyaan anak di bawah umur," harapnya.

Kasubag Humas Polrestabes Palembang AKP Irene membenarkan adanya laporan tersebut. Saat ini, laporan korban telah diproses untuk dilakukan penyelidikan.

"Korban akan kita periksa, kasus ini masih dilakukan penyelidikan,"singkat Irene.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tips Nyaman Pakai Masker dalam Waktu Lama dan Bebas Bau Mulut

Tips Nyaman Pakai Masker dalam Waktu Lama dan Bebas Bau Mulut

Regional
Budidaya 45 Batang Ganja di Polybag Bertahun-tahun, Pria Ini Berdalih untuk Penelitian

Budidaya 45 Batang Ganja di Polybag Bertahun-tahun, Pria Ini Berdalih untuk Penelitian

Regional
Kebakaran Hanguskan 158 Rumah di Jayapura, Kerugian Ditaksir Capai Rp 20 Miliar

Kebakaran Hanguskan 158 Rumah di Jayapura, Kerugian Ditaksir Capai Rp 20 Miliar

Regional
Banjir dan Longsor di Cianjur, 5 Rumah Terendam, Akses Jalan Tertutup

Banjir dan Longsor di Cianjur, 5 Rumah Terendam, Akses Jalan Tertutup

Regional
2 Pejabat di UNS Meninggal karena Covid-19, Punya Riwayat ke Ubud Bali, Kampus 'Lockdown'

2 Pejabat di UNS Meninggal karena Covid-19, Punya Riwayat ke Ubud Bali, Kampus "Lockdown"

Regional
Sekolah Gratis di Bantaran Kali Gajahwong Yogya, Kurikulumnya Diteliti Mahasiswa Berbagai Negara

Sekolah Gratis di Bantaran Kali Gajahwong Yogya, Kurikulumnya Diteliti Mahasiswa Berbagai Negara

Regional
Nyanyikan Lagu yang Menyinggung Polisi Saat Demo, Seorang Mahasiswa Ditangkap

Nyanyikan Lagu yang Menyinggung Polisi Saat Demo, Seorang Mahasiswa Ditangkap

Regional
'Tak Salah Apa-apa Kena Gas Air Mata, Aku Tuntut Kalian, Polisi'

"Tak Salah Apa-apa Kena Gas Air Mata, Aku Tuntut Kalian, Polisi"

Regional
[POPULER NUSANTARA] Diyakini Meninggal jika Bersatu, Kembar Trena Treni Terpisah 20 Tahun | Pria Tanam Ganja Pakai Polybag di Rumah

[POPULER NUSANTARA] Diyakini Meninggal jika Bersatu, Kembar Trena Treni Terpisah 20 Tahun | Pria Tanam Ganja Pakai Polybag di Rumah

Regional
Perjuangan Hidup WNI Eks Kombatan di Filipina Setelah Keluar dari Penjara

Perjuangan Hidup WNI Eks Kombatan di Filipina Setelah Keluar dari Penjara

Regional
Bawaslu Catat 291 Pertemuan Dilakukan Paslon Pilkada Gunungkidul

Bawaslu Catat 291 Pertemuan Dilakukan Paslon Pilkada Gunungkidul

Regional
Inovatif, Mahasiswa di Semarang Ciptakan Alat Pendeteksi Suhu dan Masker

Inovatif, Mahasiswa di Semarang Ciptakan Alat Pendeteksi Suhu dan Masker

Regional
Kronologi Demo Berujung Ricuh, Gas Air Mata ke Permukiman Membuat Warga Marah

Kronologi Demo Berujung Ricuh, Gas Air Mata ke Permukiman Membuat Warga Marah

Regional
Bukti Tagihan Diedit, Perempuan Ini Gelapkan Uang Perusahaan Rp 101 Juta

Bukti Tagihan Diedit, Perempuan Ini Gelapkan Uang Perusahaan Rp 101 Juta

Regional
Gas Air Mata Masuk Permukiman Picu Kemarahan Warga, Polisi Minta Maaf

Gas Air Mata Masuk Permukiman Picu Kemarahan Warga, Polisi Minta Maaf

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X