Sakit Hati Sering Dimaki, Pria Ini Bunuh Istri Siri, Jasadnya Dibuang ke Semak

Kompas.com - 24/09/2020, 18:40 WIB
Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Riko Sunarko (tengah) didampingi Kasatreskrim Polrestabes Medan, Kompol Martuasah Tobing (kiri) dan Kapolsek Percut Sei Tuan AKP Ricky Pripurna Atmaja (kanan) memaparkan pengungkapan kasus pembunuhan terhadap Fitri Yanti (45) yang jasadnya ditemukan di semak-semak di Jalan Mahoni, Desa Bandar Klippa, Kecamatan Percut Sei Tuan. Korban sempat diajak makan malam oleh suami sirinya, Fery Pasaribu (kaos oranye) sebelum akhirnya dibunuh. KOMPAS.COM/DEWANTOROKapolrestabes Medan, Kombes Pol Riko Sunarko (tengah) didampingi Kasatreskrim Polrestabes Medan, Kompol Martuasah Tobing (kiri) dan Kapolsek Percut Sei Tuan AKP Ricky Pripurna Atmaja (kanan) memaparkan pengungkapan kasus pembunuhan terhadap Fitri Yanti (45) yang jasadnya ditemukan di semak-semak di Jalan Mahoni, Desa Bandar Klippa, Kecamatan Percut Sei Tuan. Korban sempat diajak makan malam oleh suami sirinya, Fery Pasaribu (kaos oranye) sebelum akhirnya dibunuh.

MEDAN, KOMPAS.com – Motif pembunuhan terhadap seorang perempuan bernama Fitri Yanti yang jasadnya ditemukan di semak-semak di Jalan Mahoni, Desa Bandar Klippa, Kecamatan Percut Sei Tuan, Deli Serdang pada Minggu (30/8/2020) akhirnya terungkap.

Tersangka bernama Fery Pasaribu (55) mengaku sakit hati karena dimaki-maki dan terus diminta rumah oleh korban.

Sebelum dibunuh, korban diajak makan malam oleh pelaku. 

Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Riko Sunarko mengatakannya saat konferensi pers di Mapolrestabes Medan pada Kamis (24/9/2020) sore.

Dikatakannya, pembunuhan itu terjadi pada Sabtu (29/8/2020) malam.

“Dari keterangan awal, tersangka menyampaikan motifnya sakit hati karena sering dimaki-maki oleh korban. Pengakuan tersangka, korban minta dibelikan ruma dan tersangka belum bisa menyanggupi,” katanya.

Baca juga: Mayat Wanita Berhelm Ditemukan di Semak-semak, Ini Ciri-cirinya 

Sempat ajak makan malam

Dijelaskannya, pada saat itu, sekitar pukul 19.00 WIB, tersangka menghubungi korban untuk bertemu dan mengajak makan malam.

Tersangka dan korban berboncengan hingga pada saat berada di sebuah perumahan, korban melihat ada benda yang menonjol di depan pakaian tersangka.

Saat itu, lanjut Riko, korban menanyakannya, dan tersangka menjawab bahwa benda tersebut adalah pisau.  

“Setelah dijawab itu pisau, korban mengatakan bunuh saja saya. Biar aku gak minta nafkah lagi sama kau. Ini keterangan tersangka. Seketika itu juga kemudian tersangka langsung menggorok leher korban. Itu di pinggir jalan,” katanya.

Baca juga: Ibu Dibunuh dan Jasadnya Dibuang ke Semak, Anak Menangis Ceritakan Perjuangan Korban Cari Nafkah  

Riko menambahkan, tersangka menikah secara siri dengan korban sejak 4 tahun yang lalu. Riko membenarkan bahwa tersangka sering mengancam akan membunuh melalui telepon.

Dari pemeriksaan, lanjut Riko, tersangka sudah merencanakan pembunuhan tersebut sejak seminggu sebelumnya.

“Karena itu tersangka dikenakan pasal 340 dan atau 338 KUHPIdana, ancamannya hukuman mati,” ungkapnya.

Baca juga: Diduga Korban Pembunuhan, Mayat Wanita Berhelm Ditemukan di Semak-semak

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Baru Lulus STM, Pemuda Ini Gagal Begal Sopir Taksi Online di Solo

Baru Lulus STM, Pemuda Ini Gagal Begal Sopir Taksi Online di Solo

Regional
Buron Selama 8 Bulan, Pembunuh Wanita Pemandu Lagu Tertangkap

Buron Selama 8 Bulan, Pembunuh Wanita Pemandu Lagu Tertangkap

Regional
Dua Kakak Kandung Pembunuh Gadis 16 Tahun di Bantaeng Dituntut 12 Tahun dan 6 Tahun Penjara

Dua Kakak Kandung Pembunuh Gadis 16 Tahun di Bantaeng Dituntut 12 Tahun dan 6 Tahun Penjara

Regional
Pria Paruh Baya Ditemukan Tewas di Jalan Raya, Diduga Korban Tabrak Lari

Pria Paruh Baya Ditemukan Tewas di Jalan Raya, Diduga Korban Tabrak Lari

Regional
Jalan Ambles Terjadi di Lintas Penghubung Riau dan Sumbar

Jalan Ambles Terjadi di Lintas Penghubung Riau dan Sumbar

Regional
Pengibaran 1000 Bendera Merah Putih di Hari Sumpah Pemuda, Merawat Perbedaan

Pengibaran 1000 Bendera Merah Putih di Hari Sumpah Pemuda, Merawat Perbedaan

Regional
Kemunculan Binatang yang Dikira Beruang Membuat Heboh Warga di Agam

Kemunculan Binatang yang Dikira Beruang Membuat Heboh Warga di Agam

Regional
Laporkan Sahbirin Noor ke Bawaslu Kalsel, Denny Indrayana Gandeng Bambang Widjojanto

Laporkan Sahbirin Noor ke Bawaslu Kalsel, Denny Indrayana Gandeng Bambang Widjojanto

Regional
Sumpah Pengasong untuk Mandiri di Hari Sumpah Pemuda

Sumpah Pengasong untuk Mandiri di Hari Sumpah Pemuda

Regional
Video Viral Penumpang Pesawat Berjubel Bandara Makassar Tanpa Protokol Kesehatan, Ini Kata AP 1

Video Viral Penumpang Pesawat Berjubel Bandara Makassar Tanpa Protokol Kesehatan, Ini Kata AP 1

Regional
Kasus Baru Covid-19 di Kulon Progo Didominasi Kontak Erat Pelaku Perjalanan

Kasus Baru Covid-19 di Kulon Progo Didominasi Kontak Erat Pelaku Perjalanan

Regional
Satgas Covid-19 Kota Sorong Tindak 2.735 Pelanggar Kesehatan, Terkumpul Rp 48,3 Juta Denda

Satgas Covid-19 Kota Sorong Tindak 2.735 Pelanggar Kesehatan, Terkumpul Rp 48,3 Juta Denda

Regional
147.000 Kendaraan Tinggalkan Jakarta Saat Menjelang Libur Panjang

147.000 Kendaraan Tinggalkan Jakarta Saat Menjelang Libur Panjang

Regional
Hujan Deras, Atap Sentra Kuliner di Malang Tiba-tiba Roboh

Hujan Deras, Atap Sentra Kuliner di Malang Tiba-tiba Roboh

Regional
Komunitas Tari Rayakan Ulang Tahun, 18 Orang Positif Corona

Komunitas Tari Rayakan Ulang Tahun, 18 Orang Positif Corona

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X