CEO Persela, Paslon YesBro Dapat Nomor Urut 2 di Pilkada Lamongan

Kompas.com - 24/09/2020, 16:14 WIB
Paslon saat memamerkan nomor urut hasil pengundian untuk bersaing di Pilkada Lamongan 2020. KOMPAS.COM/istimewaPaslon saat memamerkan nomor urut hasil pengundian untuk bersaing di Pilkada Lamongan 2020.

LAMONGAN, KOMPAS.com - Tahapan penetapan nomor urut Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Lamongan dilaksanakan di Sport Centre Lamongan (SCL), Jalan Basuki Rahmad, Kelurahan Sukomulyo, Kecamatan/Kabupaten Lamongan, Kamis (24/9/2020).

Adapun hasil rapat pleno terbuka pengundian nomor urut pasangan calon (paslon) bupati dan wakil bupati Lamongan 2020 yang ditetapkan, nomor urut 1 untuk paslon Kompak (Suhandoyo-Astiti Suwarni) yang maju dari jalur perseorangan, nomor urut 2 untuk paslon YesBro (Yuhronur Efendi-KH Abdul Rouf), dan nomor urut 3 untuk paslon Karsa (Kartika Hidayati-Saim).

Kendati dilakukan secara terbuka, namun agenda pengundian nomor urut ini dilakukan dengan mengacu penerapan protokol kesehatan ketat guna mencegah penyebaran Covid-19.

Termasuk, pembatasan terhadap para undangan supaya tidak terjadi kerumunan massa.

Baca juga: Pilkada Lamongan 2020, Cawabup dari Jalur Independen Dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat Kesehatan

"Dalam PKPU (Peraturan KPU) Nomor 13 Tahun 2020 mengatur dengan jelas, semua sudah ada di situ," ujar Ketua KPU Lamongan Mahrus Ali, saat dihubungi, Kamis (24/9/2020).

Dengan ditentukannya nomor urut, Mahrus berharap, semua komponen dapat menjunjung semangat persatuan dan kesatuan sebagai landasan demokrasi.

Serta menjunjung azas langsung, umum, bebas, rahasia (luber) dalam agenda Pilkada Lamongan 2020, dengan pemilih juga diimbau menggunakan hak pilihnya.

"Nomor urut merupakan citra diri yang dapat digunakan untuk kampanye. Sedangkan untuk KPU, nomor urut dapat digunakan untuk mempersiapkan surat suara dan menyosialisasikan kepada masyarakat," ucap dia.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tips Nyaman Pakai Masker dalam Waktu Lama dan Bebas Bau Mulut

Tips Nyaman Pakai Masker dalam Waktu Lama dan Bebas Bau Mulut

Regional
Budidaya 45 Batang Ganja di Polybag Bertahun-tahun, Pria Ini Berdalih untuk Penelitian

Budidaya 45 Batang Ganja di Polybag Bertahun-tahun, Pria Ini Berdalih untuk Penelitian

Regional
Kebakaran Hanguskan 158 Rumah di Jayapura, Kerugian Ditaksir Capai Rp 20 Miliar

Kebakaran Hanguskan 158 Rumah di Jayapura, Kerugian Ditaksir Capai Rp 20 Miliar

Regional
Banjir dan Longsor di Cianjur, 5 Rumah Terendam, Akses Jalan Tertutup

Banjir dan Longsor di Cianjur, 5 Rumah Terendam, Akses Jalan Tertutup

Regional
2 Pejabat di UNS Meninggal karena Covid-19, Punya Riwayat ke Ubud Bali, Kampus 'Lockdown'

2 Pejabat di UNS Meninggal karena Covid-19, Punya Riwayat ke Ubud Bali, Kampus "Lockdown"

Regional
Sekolah Gratis di Bantaran Kali Gajahwong Yogya, Kurikulumnya Diteliti Mahasiswa Berbagai Negara

Sekolah Gratis di Bantaran Kali Gajahwong Yogya, Kurikulumnya Diteliti Mahasiswa Berbagai Negara

Regional
Nyanyikan Lagu yang Menyinggung Polisi Saat Demo, Seorang Mahasiswa Ditangkap

Nyanyikan Lagu yang Menyinggung Polisi Saat Demo, Seorang Mahasiswa Ditangkap

Regional
'Tak Salah Apa-apa Kena Gas Air Mata, Aku Tuntut Kalian, Polisi'

"Tak Salah Apa-apa Kena Gas Air Mata, Aku Tuntut Kalian, Polisi"

Regional
[POPULER NUSANTARA] Diyakini Meninggal jika Bersatu, Kembar Trena Treni Terpisah 20 Tahun | Pria Tanam Ganja Pakai Polybag di Rumah

[POPULER NUSANTARA] Diyakini Meninggal jika Bersatu, Kembar Trena Treni Terpisah 20 Tahun | Pria Tanam Ganja Pakai Polybag di Rumah

Regional
Perjuangan Hidup WNI Eks Kombatan di Filipina Setelah Keluar dari Penjara

Perjuangan Hidup WNI Eks Kombatan di Filipina Setelah Keluar dari Penjara

Regional
Bawaslu Catat 291 Pertemuan Dilakukan Paslon Pilkada Gunungkidul

Bawaslu Catat 291 Pertemuan Dilakukan Paslon Pilkada Gunungkidul

Regional
Inovatif, Mahasiswa di Semarang Ciptakan Alat Pendeteksi Suhu dan Masker

Inovatif, Mahasiswa di Semarang Ciptakan Alat Pendeteksi Suhu dan Masker

Regional
Kronologi Demo Berujung Ricuh, Gas Air Mata ke Permukiman Membuat Warga Marah

Kronologi Demo Berujung Ricuh, Gas Air Mata ke Permukiman Membuat Warga Marah

Regional
Bukti Tagihan Diedit, Perempuan Ini Gelapkan Uang Perusahaan Rp 101 Juta

Bukti Tagihan Diedit, Perempuan Ini Gelapkan Uang Perusahaan Rp 101 Juta

Regional
Gas Air Mata Masuk Permukiman Picu Kemarahan Warga, Polisi Minta Maaf

Gas Air Mata Masuk Permukiman Picu Kemarahan Warga, Polisi Minta Maaf

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X