Pilkada Surabaya: Eri Cahyadi-Armuji Nomor Urut 1, Machfud Arifin-Mujiaman Nomor 2

Kompas.com - 24/09/2020, 15:56 WIB
Tangkapan layar acara pengundian nomor urut pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Surabaya, Kamis (24/9/2020). KOMPAS.COM/ACHMAD FAIZALTangkapan layar acara pengundian nomor urut pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Surabaya, Kamis (24/9/2020).

SURABAYA, KOMPAS.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Surabaya menggelar pengundian nomor urut pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Surabaya, Kamis (24/9/2020).

Pasangan Eri Cahyadi-Armuji mendapatkan nomor urut 1, sementara pasangan Machfud Arifin-Mujiaman mendapatkan nomor urut 2.

Untuk mencegah penularan Covid-19, acara pengundian nomor urut digelar di ruang terbuka di kompleks Hotel Singgasana Jalan Gunungsari Surabaya.

Pasangan Eri Cahyadi-Armuji memiliki kesempatan mengambil nomor urut pertama karena dia mendapatkan nomor media terkecil daripada pasangan Machfud Arifin-Mujiaman.

Baca juga: KPU Surabaya Gelar Pengundian Nomor Urut di Ruang Terbuka, PDI-P Ajukan 2 Syarat

 

Nomor media Pasangan Eri Cahyadi-Armuji adalah 4, sementara nomor media Machfud Arifin-Mujiaman adalah 9.

Hasil nomor undian nomor yang diambil, pasangan Eri Cahyadi-Armuji yang diusung PDI-P dan didukung PSI mendapatkan nomor urut 1.

Sementara pasangan Machfud Arifin-Mujiaman yang diusung 8 koalisi partai politik yakni PKS, Golkar, PPP, PKB, Nasdem, Demokrat, Golkar dan PAN, mendapatkan nomor urut 2.

Komisioner KPU Surabaya Divisi Teknis Penyelenggaraan Soeprayitno menuturkan, teknis acara pengundian nomor urut sesuai hasil koordinasi dengan Satgas Penanggulangan Covid-19 Surabaya, hanya dihadiri oleh 50 tamu undangan.

"Hanya dari pasangan calon, tim kampanye, partai pengusung, dan bawaslu, jadi tidak semua tamu bisa masuk ke lokasi acara," terang dia.

Sebelumnya, tim pasangan Eri Cahyadi-Armuji sempat khawatir acara pengundian nomor urut akan menjadi media penularan Covid-19.

Karena itu, Juru Bicara Tim Pemenangan Eri Cahyadi-Armuji, Achmad Hidayat, mengajukan 2 syarat untuk mendatangkan pasangan Eri Cahyadi-Armuji.

Syarat pertama, undian nomor urut untuk 2 pasangan calon dilakukan pada waktu yang berbeda.

Baca juga: Dikunjungi Keluarga dari Surabaya, Lalu Diare dan Muntah-muntah, Nenek Ini Terpapar Corona

 

"Tentang siapa yang lebih dulu dan siapa yang terakhir, biar KPU yang mengatur," ujar dia.

Syarat kedua, lanjut Achmad, adalah sterilisasi ruangan sebelum digunakan.

Harus ada jeda waktu setidaknya 3 jam sebelum ruangan atau panggung digunakan pasangan calon mengikuti undian.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Regional
Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Regional
Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 4 Maret 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 4 Maret 2021

Regional
Mengaku Diculik, Nabhani Kabur karena Masalah Kantor, Keluarga Sempat Lapor Polisi, Ini Kronologinya

Mengaku Diculik, Nabhani Kabur karena Masalah Kantor, Keluarga Sempat Lapor Polisi, Ini Kronologinya

Regional
Pelaku Pembunuhan Sembunyi 8 Jam Dalam Toko di Blitar, Curi Uang dan Aniaya Pemilik hingga Tewas, Ini Ceritanya

Pelaku Pembunuhan Sembunyi 8 Jam Dalam Toko di Blitar, Curi Uang dan Aniaya Pemilik hingga Tewas, Ini Ceritanya

Regional
Mendaki Gunung Ijen dengan Bupati Banyuwangi, Puan: Keren Banget...

Mendaki Gunung Ijen dengan Bupati Banyuwangi, Puan: Keren Banget...

Regional
Suster Maria Zakaria Meninggal dalam Kebakaran di Perumahan Biara

Suster Maria Zakaria Meninggal dalam Kebakaran di Perumahan Biara

Regional
Hari Tanpa Bayangan di Majalengka, Warga Berbondong Mencobanya di Ruang Terbuka

Hari Tanpa Bayangan di Majalengka, Warga Berbondong Mencobanya di Ruang Terbuka

Regional
Gadis 17 Tahun Tewas di Hotel dengan Luka Tusuk, Polisi Periksa CCTV

Gadis 17 Tahun Tewas di Hotel dengan Luka Tusuk, Polisi Periksa CCTV

Regional
Tingkatkan Fasilitas Publik, Wali Kota Hendi Upayakan Pembangunan Lapangan Olahraga Dimulai pada 2021

Tingkatkan Fasilitas Publik, Wali Kota Hendi Upayakan Pembangunan Lapangan Olahraga Dimulai pada 2021

Regional
Ada 7 Luka Tusuk di Mayat Perempuan Muda Dalam Hotel di Kediri

Ada 7 Luka Tusuk di Mayat Perempuan Muda Dalam Hotel di Kediri

Regional
[POPULER NUSANTARA] Hamil Tua, TL Bekerja Sebagai PSK| Kisah Cinta Gadis Perancis dan Pria Lombok

[POPULER NUSANTARA] Hamil Tua, TL Bekerja Sebagai PSK| Kisah Cinta Gadis Perancis dan Pria Lombok

Regional
Perjalanan Kasus Gilang Fetish Kain Jarik, Terbongkar dari Utas Twitter, 25 Korban, Pelaku Dikeluarkan dari Unair

Perjalanan Kasus Gilang Fetish Kain Jarik, Terbongkar dari Utas Twitter, 25 Korban, Pelaku Dikeluarkan dari Unair

Regional
Usai Pelantikan Bupati Asmat di Jayapura, Massa di Kota Agats Rusak Rumah Dinas hingga Kantor KPU

Usai Pelantikan Bupati Asmat di Jayapura, Massa di Kota Agats Rusak Rumah Dinas hingga Kantor KPU

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X