Komisi IV: Pertanian Selamatkan Ekonomi Negara, tapi Nasib Petani Tak Berubah

Kompas.com - 24/09/2020, 12:17 WIB
Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi saat menyerahkan bantuan alat pertanian dari Kementerian Pertanian di halaman depan Tajug Cilodong, Purwakarta, Jawa Barat, Rabu (19/8/2020). handoutWakil Ketua Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi saat menyerahkan bantuan alat pertanian dari Kementerian Pertanian di halaman depan Tajug Cilodong, Purwakarta, Jawa Barat, Rabu (19/8/2020).

BANDUNG, KOMPAS.com - Hari ini, 24 September 2020 adalah hari Tani Nasional. Momen Hari Tani ini harus dijadikan refleksi tentang nasib petani yang tak kunjung membaik.

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi mengatakan, saat ini kehidupan petani dan nelayan tidak berubah, namun selalu menjadi komponen penyelamat negara.

Sejak zaman Soeharto, kata Dedi, petani berhasil menjaga Indonesia dari parahnya krisis ekonomi tahun 1998. Bahkan, pada zaman itu, petani bisa bertahan karena harga jual produk pertanian meningkat, seperti karet, kopral, dan beras.

"Ketika pandemi saat ini lagi-lagi petani jadi penyelamat ekonomi nasional. Satu-satunya sektor ekonomi yang masih tumbuh dibanding yang lain," kata Dedi kepada Kompas.com melalui sambungan telepon, Kamis (24/9/2020).

Baca juga: Peringati Hari Tani Nasional, Massa Aksi Pasang Boneka Petani di DPR dan Istana

Namun, lanjut Dedi, lagi-lagi saat ini harga jual komoditas pertanian jatuh. Petani Indonesia selalu mengalami kerugian. Harga pertanian jatuh.

Penyebabnya, menurut Dedi, bukan hanya biaya produksi yang mahal, tetapi juga banyaknya orang-orang yang mengambil keuntungan dengan merugikan petani, yaitu budaya impor produk pertanian tanpa mempertimbangkan tingkat kebutuhan di dalam negeri.

"Itu sering terjadi. Karena di situ banyak orang berkepentingan yang mengambil keuntungan sesaat, dapat selisih harga jual antara negara asal dengan Indonesia," kata mantan bupati Purwakarta itu.

Dedi khawatir ke depan kalau sektor pertanian kemudian ambruk dan orang malas lagi menekuni dunia pertanian, maka Indonesia akan terus bergantung pada impor.

"Kemudian kalau pandemi seperti ini terjadi lagi, dan negara lain mengunci produknya dan tak menjual lagi ke Indonesia, maka kita berat. Akan kelabakan," katanya.

Lindungi petani

Oleh karena itu, pada momen Hari Tani Nasional 2020 ini, Dedi berkata sudah saatnya negara memberi perhatian khusus dan melindungi petani dari impor produk pertanian.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Detik-detik Mobil Elf Berpenumpang 14 Orang Masuk Jurang, Diduga Rem Blong

Detik-detik Mobil Elf Berpenumpang 14 Orang Masuk Jurang, Diduga Rem Blong

Regional
Sampah Jadi Permasalahan Klasik Sungai di Denpasar, Dibersihkan untuk Antisipasi Banjir

Sampah Jadi Permasalahan Klasik Sungai di Denpasar, Dibersihkan untuk Antisipasi Banjir

Regional
Polda Jambi Bantah Disebut Membubarkan Deklarasi KAMI

Polda Jambi Bantah Disebut Membubarkan Deklarasi KAMI

Regional
Napi Bisa Kendalikan Narkoba, Kepala Lapas Pekanbaru Mengaku Lalai

Napi Bisa Kendalikan Narkoba, Kepala Lapas Pekanbaru Mengaku Lalai

Regional
Libur Panjang, 83.257 Kendaraan Melintas di Tol Pemalang-Batang

Libur Panjang, 83.257 Kendaraan Melintas di Tol Pemalang-Batang

Regional
Masuk Riau Diperketat, Penumpang Wajib Cek Suhu Tubuh di Pos Jaga

Masuk Riau Diperketat, Penumpang Wajib Cek Suhu Tubuh di Pos Jaga

Regional
Gudang Rosok Dibongkar Pencuri, Beberapa Kuintal Barang Bekas Hilang

Gudang Rosok Dibongkar Pencuri, Beberapa Kuintal Barang Bekas Hilang

Regional
Elf Berpenumpang 14 Orang Masuk Jurang, Bocah 9 Tahun Tewas, Belasan Lain Luka

Elf Berpenumpang 14 Orang Masuk Jurang, Bocah 9 Tahun Tewas, Belasan Lain Luka

Regional
Soal Pembubaran Deklarasi KAMI di Jambi, Ini Penjelasan Gugus Tugas

Soal Pembubaran Deklarasi KAMI di Jambi, Ini Penjelasan Gugus Tugas

Regional
Karyawati SPBU Tewas dengan Tubuh Terluka di Jalan, Keluarga Duga Dibunuh

Karyawati SPBU Tewas dengan Tubuh Terluka di Jalan, Keluarga Duga Dibunuh

Regional
Klaster Pilkada Purbalingga Meluas, dari Paslon, Tim Sukses, hingga Petugas KPU Positif Covid-19

Klaster Pilkada Purbalingga Meluas, dari Paslon, Tim Sukses, hingga Petugas KPU Positif Covid-19

Regional
Pria yang Merusak Motornya dengan Batu Besar Akhirnya Ditilang

Pria yang Merusak Motornya dengan Batu Besar Akhirnya Ditilang

Regional
BPBD Catat 31 Desa dan 10 Kecamatan Terdampak Banjir Kebumen

BPBD Catat 31 Desa dan 10 Kecamatan Terdampak Banjir Kebumen

Regional
Pemkot Malang Ingin RS Lapangan Tetap Didirikan Meski Kasus Aktif Tersisa 17 Orang

Pemkot Malang Ingin RS Lapangan Tetap Didirikan Meski Kasus Aktif Tersisa 17 Orang

Regional
Wali Kota Solo 'Bermain' Medsos: Tujuan Utama Bukan untuk Pencitraan...

Wali Kota Solo "Bermain" Medsos: Tujuan Utama Bukan untuk Pencitraan...

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X