Hujan Es di Musim Pancaroba, BMKG Imbau Warga Hati-hati Saat Berkendara

Kompas.com - 24/09/2020, 09:37 WIB
Hujan deras disertai es turun di wilayah Kota Cimahi, Rabu (23/9/2020). ANTARA/Bagus Ahmad RizaldiHujan deras disertai es turun di wilayah Kota Cimahi, Rabu (23/9/2020).

KOMPAS.com - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kelas I Bandung mengimbau warga agar berhati-hati saat terjadi hujan lebat dan disertai hujan es.

Menurut Kepala BMKG Kelas I Bandung Tony Agus Wijaya, butiran es yang turun saat hujan deras di Kota Cimahi dan sejumlah wilayah di Bandung Raya itu berukuran sebesar bola kelereng dan lebih kecil.

Warga yang sedang berkendara di jalan raya diminta hati-hati dan segera berteduh.

"Kami imbau warga berhati-hati saat melintas ketika hujan deras dan hujan es terjadi," kata Tony.

Baca juga: Fenomena Hujan Es di Kota Cimahi, Ini Penyebabnya

Sementara itu, salah satu warga Kecamatan Rancabungur, Yuli (28), hujan es terjadi sekitar pukul 17.00 WIB.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Es yang jatuh dari langit berbentuk butiran seukuran kelereng kecil itu berlangsung sekitar 15 menit.

"Hujan es, pantes gedebag-gedebug di atap rumah," ucap Yuli menirukan saat dirinya terkejut mendengar tetesan air hujan yang berbeda dari sebelumnya.

Baca juga: Video Viral Ibu Mengamuk Bawa Pisau di Kantor Disdukcapil, Diduga Ditipu Calo E-KTP

Masuki musim pancaroba

Ilustrasi cuaca ekstremShutterstock Ilustrasi cuaca ekstrem

Sementara itu, Kepala Stasiun Meteorologi Citeko, Bogor, Asep Firman Ilahi, menjelaskan, hujan es sering terjadi di masa pancaroba.

Fenomena itu terjadi saat memasuki musim pancaroba karena dipicu faktor orografis yang menyebabkan awan Comulunimbus berpotensi tumbuh.

"Tapi baru sekarang skala pertumbuhan di wilayah yang terdampak hujan es begitu luas dan masif. Jadi ya ini bisa dibilang yang pertama terjadi karena meliputi area yang cukup luas," ujar Asep saat dihubungi Kompas.com, Rabu (23/9/2020) malam.

Baca juga: BMKG: Hujan Ekstrem Terjadi di Bogor

Berpotensi memicu bencana

ilustrasi cuacaBMKG.go.id ilustrasi cuaca

Selain hujan es, cuaca ekstrem di masa pancaroba juga berpotensi memicu terjadi banjir bandang, pohon tumbang dan petir yang menyambar.

"Hujan ekstrem ditandai dengan hujan lebat dengan intensitas lebih dari 100 mm/hari. Hujan juga biasanya disertai dengan angin kencang dan petir, bahkan terjadi hujan es," ungkap dia.

Untuk itu, Asep meminta warga untuk berhat-hati saat beraktivitas di luar rumah ketika terjadi cuaca ekstrem.

Baca juga: BNPB Imbau Masyarakat Waspadai Hujan Ekstrem hingga April 2020

Sementara itu, hujan es kali ini, kata Asep, terjadi di 12 kecamatan.

"(Terjadi di) 7 kecamatan di Kabupaten Bogor, sedangkan Kota Bogor terjadi di 5 kecamatan," ungkap dia. Hail atau yang biasa disebut hujan es terjadi karena uap air terkondensasi melebihi titik jenuh.

(Penulis: Kontributor Kabupaten Bogor, Afdhalul Ikhsan | Editor: Caroline Damanik)



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Peringati WCD, Dompet Dhuafa Bersama Tabur BankSa Tanam 1.000 Pohon Bakau

Peringati WCD, Dompet Dhuafa Bersama Tabur BankSa Tanam 1.000 Pohon Bakau

Regional
Jelang PON XX Papua, Kodam Cenderawasih Gencar 'Jemput Bola' Vaksinasi Warga

Jelang PON XX Papua, Kodam Cenderawasih Gencar "Jemput Bola" Vaksinasi Warga

Regional
Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Regional
Lewat '1000 Baju Baru', Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Lewat "1000 Baju Baru", Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Regional
Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Regional
Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Regional
Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Regional
Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Regional
Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Regional
Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Regional
Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Regional
Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Regional
Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Regional
Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Regional
Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.