Hujan Lebat, Banjir dan Longsor Landa Sejumlah Lokasi di Aceh

Kompas.com - 23/09/2020, 21:47 WIB
Salah satu lokasi banjir di Aceh Barat Daya, Rabu (23/9/2020). Dok BNPBSalah satu lokasi banjir di Aceh Barat Daya, Rabu (23/9/2020).

BANDA ACEH, KOMPAS.com - Hujan dengan intensitas lebat yang melanda beberapa daerah di Aceh menyebabkan banjir dan jalan tertimbun longsor di beberapa tempat, salah satunya di Desa Alue Groh, Kecamatan Sampoiniet, Kabupaten Aceh Jaya.

Kapolsek Sampoiniet, Ipda Wahyudi menyebutkan banjir merupakan luapan dari aliran sungai di sekitar desa yang menenggelamkan jalan lintas menuju desa tetangga.

“Jadi memang air sungai di sekitar sini meluap karena hujan lebat sejak siang hingga sore hari, namun kondisinya masih bisa ditangani dengan baik, dan warga masih bisa berada di rumah masing-masing,” jelas Ipda Wahyudi, kepada Kompas.com melalui saluran telepon, Rabu malam (23/9/2020).

Baca juga: BNPB Ungkap Penyebab Banjir Bandang Sukabumi, Akibat Sedimentasi Sungai dan Hujan Lebat

Wahyudi menyebutkan, ketinggian banjir di jalanan hingga depan rumah warga bervariasi mulai dari 50 cm hingga 100 cm.

“Di jalan lintas antardesa ini memang ada bagian jalan yang amblas, karena itu adalah gorong-gorong air, jadi menyebabkan jalannya belum bisa dilintasi kendaraan,” jelasnya.

Hingga saat ini, sebut Ipda Wahyudi, hujan sudah reda dan sebagian genangan air sudah terlihat surut.

Baca juga: Banjir dan Longsor Landa 6 Kecamatan di Aceh Barat Daya

Landa sejumlah kecamatan di Aceh Barat Daya

Banjir genangan dan luapan sungai juga melanda beberapa desa di tiga kecamatan di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya).

Banjir terjadi akibat hujan lebat yang melanda kawasan ini pada siang menjelang sore hari.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Amiruddin mengatakan banjir terjadi karena luapan sungai Krueng Beukah, dan kondisi ini kerap terjadi jika hujan lebat mengguyur.

“Kalau hujan di gunung lebat, memang debit air sungainya meluap bisa setinggi 30 cm menggenangi badan jalan, namun segera surut kembali jika hujan sudah reda, seperti sekarang kondisi sudah normal dan tidak ada air menggenang lagi,” jelas Amiruddin saat dihubungu melalui telepon seluler, Rabu (23/9/2020) malam.

Baca juga: Banjir Bandang Sebabkan Sungai Terbendung Jadi Danau Lumpur, Warga Sukabumi Khawatir

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Video 5 Remaja Perempuan Memperebutkan Lelaki Viral, Polisi Panggil Keluarga dan Pihak Sekolah

Video 5 Remaja Perempuan Memperebutkan Lelaki Viral, Polisi Panggil Keluarga dan Pihak Sekolah

Regional
Muncul Klaster Unjuk Rasa di Tangerang, 8 Pedemo Positif Covid-19

Muncul Klaster Unjuk Rasa di Tangerang, 8 Pedemo Positif Covid-19

Regional
Pasutri Dokter Sembuh dari Covid-19, Padahal Punya Sakit Jantung, Hipertensi dan Obesitas

Pasutri Dokter Sembuh dari Covid-19, Padahal Punya Sakit Jantung, Hipertensi dan Obesitas

Regional
19 Daerah di Jatim Jadi Zona Kuning Covid-19, Ini Pesan Khofifah untuk Warganya...

19 Daerah di Jatim Jadi Zona Kuning Covid-19, Ini Pesan Khofifah untuk Warganya...

Regional
Lokasi Budidaya Ganja di Polybag Ternyata Rumah Orangtua Mantan Wali Kota Serang

Lokasi Budidaya Ganja di Polybag Ternyata Rumah Orangtua Mantan Wali Kota Serang

Regional
Menengok Belajar Tatap Muka di Cianjur, Protokol Covid-19 Diberlakukan Ketat

Menengok Belajar Tatap Muka di Cianjur, Protokol Covid-19 Diberlakukan Ketat

Regional
Tips Nyaman Pakai Masker dalam Waktu Lama dan Bebas Bau Mulut

Tips Nyaman Pakai Masker dalam Waktu Lama dan Bebas Bau Mulut

Regional
Budidaya 45 Batang Ganja di Polybag Bertahun-tahun, Pria Ini Berdalih untuk Penelitian

Budidaya 45 Batang Ganja di Polybag Bertahun-tahun, Pria Ini Berdalih untuk Penelitian

Regional
Kebakaran Hanguskan 158 Rumah di Jayapura, Kerugian Ditaksir Capai Rp 20 Miliar

Kebakaran Hanguskan 158 Rumah di Jayapura, Kerugian Ditaksir Capai Rp 20 Miliar

Regional
Banjir dan Longsor di Cianjur, 5 Rumah Terendam, Akses Jalan Tertutup

Banjir dan Longsor di Cianjur, 5 Rumah Terendam, Akses Jalan Tertutup

Regional
2 Pejabat di UNS Meninggal karena Covid-19, Punya Riwayat ke Ubud Bali, Kampus 'Lockdown'

2 Pejabat di UNS Meninggal karena Covid-19, Punya Riwayat ke Ubud Bali, Kampus "Lockdown"

Regional
Sekolah Gratis di Bantaran Kali Gajahwong Yogya, Kurikulumnya Diteliti Mahasiswa Berbagai Negara

Sekolah Gratis di Bantaran Kali Gajahwong Yogya, Kurikulumnya Diteliti Mahasiswa Berbagai Negara

Regional
Nyanyikan Lagu yang Menyinggung Polisi Saat Demo, Seorang Mahasiswa Ditangkap

Nyanyikan Lagu yang Menyinggung Polisi Saat Demo, Seorang Mahasiswa Ditangkap

Regional
'Tak Salah Apa-apa Kena Gas Air Mata, Aku Tuntut Kalian, Polisi'

"Tak Salah Apa-apa Kena Gas Air Mata, Aku Tuntut Kalian, Polisi"

Regional
[POPULER NUSANTARA] Diyakini Meninggal jika Bersatu, Kembar Trena Treni Terpisah 20 Tahun | Pria Tanam Ganja Pakai Polybag di Rumah

[POPULER NUSANTARA] Diyakini Meninggal jika Bersatu, Kembar Trena Treni Terpisah 20 Tahun | Pria Tanam Ganja Pakai Polybag di Rumah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X