Bawaslu Bandar Lampung: Paslon Pilkada Langgar Protokol Kesehatan Bisa Dipidana

Kompas.com - 23/09/2020, 15:43 WIB
Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kota Bandar Lampung, Ahmad Nurizki usai rapat koordinasi dengan KPU Bandar Lampung dan Bawaslu Bandar Lampung, Rabu (23/9/2020). KOMPAS.com/TRI PURNA JAYA Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kota Bandar Lampung, Ahmad Nurizki usai rapat koordinasi dengan KPU Bandar Lampung dan Bawaslu Bandar Lampung, Rabu (23/9/2020).

LAMPUNG, KOMPAS.com – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Bandar Lampung mewanti-wanti setiap pasangan calon pemilihan walikota setempat untuk mematuhi protokol kesehatan dalam masa kampanye.

Menurut Bawaslu Bandar Lampung, protokol kesehatan harus menjadi prioritas utama pada masa kampanye di pagebluk Covid-19 sekarang ini.

“Kami sudah surati para pasangan calon terkait kerumunan,” kata Ketua Bawaslu Bandar Lampung, Candra Wansyah di Sekretariat KPU Bandar Lampung, Rabu (23/9/2020) siang.

Baca juga: Pejabat yang Untungkan Kerabatnya Mencalonkan Diri pada Pilkada Bisa Dipidana

Pilkada 2020 Bandar Lampung ini diikuti oleh tiga pasangan calon, yakni Eva Dwiana - Dedi Amrullah, Yusuf Kohar - Tulus Purnomo, dan Rycko Menoza - Johan Sulaiman.

Candra menegaskan, setiap pasangan calon harus memperhatikan dan menaati aturan bahwa tidak boleh mengumpulkan lebih dari 50 orang dalam kampanye.

“Jika masih juga dilakukan pelanggaran protokol, kami akan tindak sesuai aturan. Jika tidak ada dalam aturan Bawaslu, dalam hal kepemiluan, akan kami kirimkan ke lembaga yang berwenang untuk memberikan sanksi bagi pelanggar protokol kesehatan,” kata Candra.

Baca juga: Gubernur Sumsel Keluarkan Pergub, Peserta Pilkada yang Langgar Protokol Kesehatan Kena Denda

Sanksi pidana

Candra menjabarkan, sanksi dari Bawaslu adalah berupa sanksi administrasi karena melanggar PKPU Nomor 10 terkait protokol kesehatan.

“Namun, bisa juga diberikan sanksi dengan peraturan lain, misalnya kekarantinaan, atau undang-undang antisipasi virus di UU nomor 8 tahun 1984,” kata Candra.

Dengan demikian, kata Candra, pelanggar protokol kesehatan bisa dikenakan sanksi pidana.

“Ada sanksi pidana, tetapi akan direkomendasikan sesuai kajian Bawaslu,” kata Candra.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penanganan Covid-19 Jadi Materi Debat Perdana Kandidat Pilkada Solo

Penanganan Covid-19 Jadi Materi Debat Perdana Kandidat Pilkada Solo

Regional
Cara Ridwan Kamil Bantu UMKM Saat Pandemi: Promosikan di Medsos hingga Ikut Desain Kemasan

Cara Ridwan Kamil Bantu UMKM Saat Pandemi: Promosikan di Medsos hingga Ikut Desain Kemasan

Regional
Berkas Kasus Dugaan Pemukulan Pelajar di Sinjai Tengah Dinyatakan Lengkap

Berkas Kasus Dugaan Pemukulan Pelajar di Sinjai Tengah Dinyatakan Lengkap

Regional
Macan Tutul Jawa yang Ditemukan Terluka di Saung Petani Ciwidey Akhirnya Mati

Macan Tutul Jawa yang Ditemukan Terluka di Saung Petani Ciwidey Akhirnya Mati

Regional
Menara Pengusung Mayat Setinggi 11 Meter Roboh Timpa Rumah Warga

Menara Pengusung Mayat Setinggi 11 Meter Roboh Timpa Rumah Warga

Regional
Berkas Lengkap, Penusuk Syekh Ali Jaber Dilimpahkan ke Kejaksaan

Berkas Lengkap, Penusuk Syekh Ali Jaber Dilimpahkan ke Kejaksaan

Regional
BPPTKG Sebut Erupsi Merapi Selanjutnya Makin Dekat, Tak Sebesar Letusan 2010

BPPTKG Sebut Erupsi Merapi Selanjutnya Makin Dekat, Tak Sebesar Letusan 2010

Regional
Pasca-viral Video Para Santri Bersorak Dijemput Petugas Ber-APD, Pengelola: Kalau Imunitas Bagus Pasti Sehat Lagi

Pasca-viral Video Para Santri Bersorak Dijemput Petugas Ber-APD, Pengelola: Kalau Imunitas Bagus Pasti Sehat Lagi

Regional
Mayat Perempuan Ditemukan di Pinggir Sungai, Polisi: Diperkirakan Meninggal 15 Hari Lalu

Mayat Perempuan Ditemukan di Pinggir Sungai, Polisi: Diperkirakan Meninggal 15 Hari Lalu

Regional
Pria yang Bacok Anggota DPRD Jeneponto Dijerat Pasal Berlapis

Pria yang Bacok Anggota DPRD Jeneponto Dijerat Pasal Berlapis

Regional
Tambang Batu di Ngawi Longsor, Sukimin Tewas Tertimbun

Tambang Batu di Ngawi Longsor, Sukimin Tewas Tertimbun

Regional
Bunga Bangkai Suweg Muncul di Taman Pekarangan Sekolah di Solo

Bunga Bangkai Suweg Muncul di Taman Pekarangan Sekolah di Solo

Regional
Pengelola Tol Lampung Akan Batasi Kendaraan Besar Saat Libur Panjang

Pengelola Tol Lampung Akan Batasi Kendaraan Besar Saat Libur Panjang

Regional
Langgar Protokol Kesehatan, Cabup Semarang Dapat Rekomendasi Larangan Kampanye

Langgar Protokol Kesehatan, Cabup Semarang Dapat Rekomendasi Larangan Kampanye

Regional
Ini 21 Titik di Kota Bandung Langganan Banjir Tiap Hujan Turun

Ini 21 Titik di Kota Bandung Langganan Banjir Tiap Hujan Turun

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X