Cerita Resa Kerjakan Ujian di Atas Bukit, Cari Sinyal dan Gantian Gunakan Ponsel Pinjaman

Kompas.com - 23/09/2020, 14:34 WIB
Siswa MTs Pakis mengerjakan ujian tengah semester (UTS) secara daring di bukit Dusun Pesawahan Desa Gununglurah, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Selasa (22/9/2020). KOMPAS.COM/FADLAN MUKHTAR ZAINSiswa MTs Pakis mengerjakan ujian tengah semester (UTS) secara daring di bukit Dusun Pesawahan Desa Gununglurah, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Selasa (22/9/2020).
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - Resa Ramadhani siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) Pakis Dusun Pesawahan, Desa Gununglurah, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah harus naik ke Bukit Dekimatin agar mendapatkan sinyal internet untuk ujian online.

Siswi kelas VII itu mengerjakan ujian tengah semester (UTS) dengan ponsel pinjaman dari sang guru yang harus ia gunakan secara bergantian dengan rekannya.

Pagi itu, Selasa (22/9/2020, Resa menyelesaikan 20 soal Matematika hanya dalam waktu 45 menit dari 90 menit waktu yang tersedia.

Baca juga: Demi Ujian, Siswa MTs di Lereng Gunung Slamet Ini Jalan Kaki Berburu Sinyal dan Pakai Ponsel Bergantian

Sisa waktu 45 menit digunakan teman sebelahnya yang juga mengerjakan soal yang sama.

Ia mengaku kesulitan saat mengerjakan ujian. Selain karena tak menguasai Matematika, waktu yang digunakan untuk mengerjakan tugas juga terbatas.

"Nggarapnya ngasal tadi," ucap remaja dengan rambut lurus berwarna coklat ini, Selasa (22/9/2020).

Sementara itu Setiyani siswa kelas XI bercerita sudah dua kali mengikuti ujian daring. Yang pertama,  ujian daring dilakukan saat ujian kenaikan kelas beberapa waktu yang lalu.

Baca juga: Kelurahan di Palopo Ini Wilayah Blank Spot Sinyal, Siswa Belajar Daring di Tengah Sawah

"Gampang-gampang susah," ujar Yani malu-malu.

Bukit Dekimati yang digunakan Resa untuk mencari sinyal berada di persis di sisi barat Telaga Kumpe di dekatn

Di bawah rerimbunan pohon karet dan alas duduk seadanya, Resa dan rekannya mengerjakan soal ujian melalui Google Form di ponsel yang mereka bawa.

Baca juga: Menengok Desa Gunung Jampang Garut, Puluhan Tahun Tak Tersentuh Sinyal Ponsel dan Internet

Tak semua siswa punya ponsel

Siswa MTs Pakis mengerjakan ujian tengah semester (UTS) secara daring di bukit Dusun Pesawahan Desa Gununglurah, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Selasa (22/9/2020).KOMPAS.COM/FADLAN MUKHTAR ZAIN Siswa MTs Pakis mengerjakan ujian tengah semester (UTS) secara daring di bukit Dusun Pesawahan Desa Gununglurah, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Selasa (22/9/2020).
Mts Pakis berada di ujung dusun dan berbatasan langsung dengan lereng Gunung Slamet.

Sekolah yang berdiri pada tahun 2014 itu memiliki konsep pembelajaran yang unik. Sebelum pandemi, kegiatan belajar dan mengajar banyak dilakukan di luar ruang. Selain itu para siswanya juga tak wajib bersergam.

Selain itu para siswa juga diajak untuk bercocok tanam, beternak, dan budi daya ikan.

Para siswa juga tidak dipungut biaya sepeser pun. Untuk mendaftar, siswa baru cukup membayarnya dengan hasil bumi. Total ada 20 siswa di Mts tersebut.

Baca juga: Cerita Penjual Online dari Lereng Gunung, Berjalan Berkilo-kilometer Cari Sinyal hingga Cibiran Pengangguran

Selain di Bukit Dekimati, siswa MTs Pakis yang lain mengerjakan ujian online di rumah sang guru dan di rumah pengurus Bumdes yang memiliki Wifi.

Hal tersebut dijelaskan oleh guru sekaligus pendiri MTs Pakis, Isrodi,

"HP saya buat gantian. HP saya juga digunakan untuk tethering di sini. Siswa dibagi tiga kelompok, ada yang ujian di sini, ada juga yang di rumah pengurus BUMDes di bawah sana, ada wifi-nya," ujar Isrodin.

Ia mengatakan, sebelum pandemi para siswa biasanya mengikuti ujiian di Mts Maarif NU 2 Cilongok sebagai sekolah induk. Karena pandemi, mereka harus mengikuti ujian online.

Baca juga: Sekolah di Era Pandemi: dari Kuota, Gawai, Sinyal hingga Infrastruktur

"Biasanya ujian di sana, tapi karena pandemi jadi ujiannya online. Di bukit ini titik yang paling ideal, titik tertinggi di antara permukiman warga, sinyalnya bagus," kata Isrodin.

Saat ujian daring, selain terkendala sinyal, tidak semua siswanya memiliki ponsel pintar yang mendukung kegiatan belajar.

Terkait hal tersebut, Isrodin mengaku tak memaksa siswanya membeli ponsel dan kuota internet karena sebagian besar orangtua siswa hanya bekerja sebagai buruh tani di hutan.

Baca juga: Cerita Ahmad Krismon, Rela Naik Bukit Cari Sinyal Agar Bisa Ikut Prosesi Wisuda Online

"Kalau untuk lokasi ujian di bukit enggak masalah, karena mereka terbiasa belajar di alam," kata Isrodin.

UTS digelar selama sepekan dan setelah UTS selesai, para siswa kembali belajar menggunakan HT seperti yang mereka lakukan selama pandemi.

"Selama pandemi ini pembelajaran pakai HT bantuan dari Orari Banyumas. Siswa dibagi beberapa kelompok, masing-masing kelompok saya kasih dua atau tiga HT," jelas Isrodin.

SUMBER: KOMPAS.com (Penulis:Fadlan Mukhtar Zain | Editor: Khairina)



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan. Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan. Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Regional
Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Regional
Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Regional
Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Regional
Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Regional
Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 4 Maret 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 4 Maret 2021

Regional
Mengaku Diculik, Nabhani Kabur karena Masalah Kantor, Keluarga Sempat Lapor Polisi, Ini Kronologinya

Mengaku Diculik, Nabhani Kabur karena Masalah Kantor, Keluarga Sempat Lapor Polisi, Ini Kronologinya

Regional
Pelaku Pembunuhan Sembunyi 8 Jam Dalam Toko di Blitar, Curi Uang dan Aniaya Pemilik hingga Tewas, Ini Ceritanya

Pelaku Pembunuhan Sembunyi 8 Jam Dalam Toko di Blitar, Curi Uang dan Aniaya Pemilik hingga Tewas, Ini Ceritanya

Regional
Mendaki Gunung Ijen dengan Bupati Banyuwangi, Puan: Keren Banget...

Mendaki Gunung Ijen dengan Bupati Banyuwangi, Puan: Keren Banget...

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X