Kompas.com - 22/09/2020, 20:52 WIB
Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana KOMPAS.COM/FARIDABupati Karawang Cellica Nurrachadiana

KARAWANG, KOMPAS.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang tengah menyiapkan sanksi bagi perusahaan yang lalai dalam menangani covid-19.

Sebab, klaster industri mendominasi jumlah kasus Covid-19 di Karawang, hingga Karawang kembali ditetapkan sebagai zona merah.

"Di Karawang, klaster industri menyumbang pasien positif terbanyak. Pihak penegak hukum sedang mengkaji skema hukumnya," kata Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana kepada wartawan, Selasa (22/9/2020).  

Cellica menyebut jika telat ditangani, penambahan pasien berpotensi hingga ratusan orang per bulan. Mengingat pasien positif dari klaster industri semakin bertambah.

"Karena karyawan itu juga berinteraksi dengan warga di pemukiman atau di pasar. Jadi bukan hanya di tempat kerja saja," kata Cellica. 

Baca juga: Jadi Zona Merah Covid-19, Karawang Didominasi Klaster Industri

Cellica: ada perusahaan tutupi data Covid-19

Cellica juga meminta perusahaan terbuka perihal data Covid-19. Sebab, menurutnya ada perusahaan yang menutup-nutupi soal data tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pemkab, kata dia, harus menghitung kesanggupan daerah merawat pasien Covid.

Kapolres Karawang AKBP Arif Rachman Arifin mengungkapkan, pihaknya sedang menyiapkan skema hukum bagi korporasi yang lalai menerapkan protokol kesehatan.

Bahkan, orang lalai yang menyebabkan pasien Covid-19 sampai meninggal, bakal dipidana.

"Jadi kalau ada yang laporan telah membuat protokol kesehatan tapi ternyata tidak dilakukan, bahkan ada yang meninggal, ini akan kita tuntut," kata Kapolres Karawang, AKBP Arif Rachman Arifin kepada wartawan.

Baca juga: Wagub Uu: Penyebaran Covid-19 di Jabar Turun, tapi di Karawang dan Cirebon Naik

Klaster industri di Karawang

Diketahui, kasus Covid-19 di Karawang didominasi klaster industri. Kurang lebih ada 68 perusahaan yang melapor ada karyawannya yang terpapar Covid-19.

"Yang terakhir masuk dari klaster perusahaan-perusahaan. Awalnya 17, 38 perusahaan, (sekarang) sudah menjadi 68 perusahaan," ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Karawang Yayuk Sri Rahayu ditemui di kantornya, Selasa (22/9/2020).

Jumlah yang terpapar Covid-18 dari 68 perusahaan itu bervariasi. Jumlahnya hingga saat ini 190 orang. "Ada karyawan dan keluarganya," terangnya.

Baca juga: Kabupaten Karawang, Kota Bekasi dan Cirebon Jadi Zona Merah Covid-19

Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Regional
PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

Regional
Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Regional
Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Regional
Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Regional
Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Regional
Dengarkan Curhat Pekerja Migran, Ganjar Minta Mereka Lapor jika Jadi Korban Pungli

Dengarkan Curhat Pekerja Migran, Ganjar Minta Mereka Lapor jika Jadi Korban Pungli

Regional
Pemprov Jabar Gaet Investor Timur Tengah, Kang Emil: Kami Lakukan lewat Door-to-Door

Pemprov Jabar Gaet Investor Timur Tengah, Kang Emil: Kami Lakukan lewat Door-to-Door

Regional
Pasangan Moka Jabar 2021 Resmi Terpilih, Ridwan Kamil: Semoga Bisa Menjadi Teladan

Pasangan Moka Jabar 2021 Resmi Terpilih, Ridwan Kamil: Semoga Bisa Menjadi Teladan

Regional
Ketua Komisi III DPR Minta Polri Transparan Ungkap Kasus Dugaan Pemerkosaan Anak di Luwu Timur

Ketua Komisi III DPR Minta Polri Transparan Ungkap Kasus Dugaan Pemerkosaan Anak di Luwu Timur

Regional
Wakil Ketua TP PKK Jabar: Kualitas Pemuda Harus Ditingkatkan lewat Pendidikan

Wakil Ketua TP PKK Jabar: Kualitas Pemuda Harus Ditingkatkan lewat Pendidikan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.