Ribuan Pohon Kopi Diserang Hama, Hasil Panen Petani Menurun Drastis

Kompas.com - 22/09/2020, 19:05 WIB
Ribuan tanaman kopi milik petani di Magetan diserang kutu loncat dan cabuk yang membuat hasil kopi petani menurun hingga tnggal seperlima dari hasil panen normal. KOMPAS.COM/SUKOCORibuan tanaman kopi milik petani di Magetan diserang kutu loncat dan cabuk yang membuat hasil kopi petani menurun hingga tnggal seperlima dari hasil panen normal.

MAGETAN, KOMPAS.com – Ribuan pohon kopi milik petani di Desa Alas Tuwo, Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan, diserang hama kutu loncat dan penyakit cabuk.

Salah satu petani, Suparno mengatakan, hama itu membuat pertumbuhan kopi tak maksimal. Buah kopi yang dihasilkan satu pohon pun lebih sedikit dari biasanya.

Baca juga: 4 Beda Kopi Robusta dengan Arabika, Daerah Tumbuh sampai Pengolahan

 

“Ini cabuk, namanya cabuk putih kadang ada juga cabuk hitam dan kutu loncat. Berbuah tapi jarang jarang,” kata Suparno saat ditemui di kebun miliknya, Selasa (22/09/2020)

Biasanya, satu pohon kopi menghasilkan lima kilogram buah saat panen. Kini, petani hanya bisa memetik seperlima dari hasil panen normal.

"Biasanya panen lima karung, sekarang paling satu karung sudah maksimal, perubahan cuaca saya pikir karena semua seperti itu," kata dia.

Sementara itu, Ketua Kampung Kopi Gunung Tambal, Desa Alas Tuwo, Sukmono mengatakan, hasil kopi petani menurun drastis sejak dua tahun terakhir.

Musim kemarau panjang pada tahun sebelumnya membuat pertumbuhan kopi tak maksimal.

“Akibat kemarau panjang tahun kemarin masih terasa karena waktunya pohon berbunga tapi tidak dapat hujan. Bulan ini sebenarnya waktunya panen besar, tapi ini baru berbunga,” katanya.

Pemerintah daerah telah memberikan bantuan pupuk kepada petani. Akan tetapi, hal itu tak banyak membantu petani.

Baca juga: 5 KKB Berkumpul di Intan Jaya, Polri dan TNI Akan Kirim Pasukan Tambahan

Para petani berharap, pemerintah membantu pengembangan kopi nangka, yang juga dikenal sebagai jenis liberika atau excelsa, yang saat ini laku di pasaran.

“Dulu banyak tapi sebagian dibabat diganti robusta dan Arabica. Sekarang kita mau mengembangkan lagi karena harganya sekarnag Rp 45.000 kalau kopi lainnya hanya Rp 35.000," jelas Sukmono.  



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Detik-detik Mobil Elf Berpenumpang 14 Orang Masuk Jurang, Diduga Rem Blong

Detik-detik Mobil Elf Berpenumpang 14 Orang Masuk Jurang, Diduga Rem Blong

Regional
Sampah Jadi Permasalahan Klasik Sungai di Denpasar, Dibersihkan untuk Antisipasi Banjir

Sampah Jadi Permasalahan Klasik Sungai di Denpasar, Dibersihkan untuk Antisipasi Banjir

Regional
Polda Jambi Bantah Disebut Membubarkan Deklarasi KAMI

Polda Jambi Bantah Disebut Membubarkan Deklarasi KAMI

Regional
Napi Bisa Kendalikan Narkoba, Kepala Lapas Pekanbaru Mengaku Lalai

Napi Bisa Kendalikan Narkoba, Kepala Lapas Pekanbaru Mengaku Lalai

Regional
Libur Panjang, 83.257 Kendaraan Melintas di Tol Pemalang-Batang

Libur Panjang, 83.257 Kendaraan Melintas di Tol Pemalang-Batang

Regional
Masuk Riau Diperketat, Penumpang Wajib Cek Suhu Tubuh di Pos Jaga

Masuk Riau Diperketat, Penumpang Wajib Cek Suhu Tubuh di Pos Jaga

Regional
Gudang Rosok Dibongkar Pencuri, Beberapa Kuintal Barang Bekas Hilang

Gudang Rosok Dibongkar Pencuri, Beberapa Kuintal Barang Bekas Hilang

Regional
Elf Berpenumpang 14 Orang Masuk Jurang, Bocah 9 Tahun Tewas, Belasan Lain Luka

Elf Berpenumpang 14 Orang Masuk Jurang, Bocah 9 Tahun Tewas, Belasan Lain Luka

Regional
Soal Pembubaran Deklarasi KAMI di Jambi, Ini Penjelasan Gugus Tugas

Soal Pembubaran Deklarasi KAMI di Jambi, Ini Penjelasan Gugus Tugas

Regional
Karyawati SPBU Tewas dengan Tubuh Terluka di Jalan, Keluarga Duga Dibunuh

Karyawati SPBU Tewas dengan Tubuh Terluka di Jalan, Keluarga Duga Dibunuh

Regional
Klaster Pilkada Purbalingga Meluas, dari Paslon, Tim Sukses, hingga Petugas KPU Positif Covid-19

Klaster Pilkada Purbalingga Meluas, dari Paslon, Tim Sukses, hingga Petugas KPU Positif Covid-19

Regional
Pria yang Merusak Motornya dengan Batu Besar Akhirnya Ditilang

Pria yang Merusak Motornya dengan Batu Besar Akhirnya Ditilang

Regional
BPBD Catat 31 Desa dan 10 Kecamatan Terdampak Banjir Kebumen

BPBD Catat 31 Desa dan 10 Kecamatan Terdampak Banjir Kebumen

Regional
Pemkot Malang Ingin RS Lapangan Tetap Didirikan Meski Kasus Aktif Tersisa 17 Orang

Pemkot Malang Ingin RS Lapangan Tetap Didirikan Meski Kasus Aktif Tersisa 17 Orang

Regional
Wali Kota Solo 'Bermain' Medsos: Tujuan Utama Bukan untuk Pencitraan...

Wali Kota Solo "Bermain" Medsos: Tujuan Utama Bukan untuk Pencitraan...

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X