15 Pengelola Angkringan Yogyakarta Tak Setuju Pembatasan Pengunjung

Kompas.com - 22/09/2020, 17:43 WIB
Foto tangkapan layar dari video yang viral masyarakat abaikan protokol kesehatan berkerumun di Angkringan kopi joss IST/Akun twitter @DosengarislucuFoto tangkapan layar dari video yang viral masyarakat abaikan protokol kesehatan berkerumun di Angkringan kopi joss

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Satuan Polisi Pamong Praja Daerah Istimewa Yogyakarta ( DIY) telah memanggil 15 pengelola usaha angkringan kopi joss pada Senin (21/9/2020).

Kepala Satpol PP DIY Noviar Rahmad mengatakan, pemanggilan tersebut menyusul viralnya pengunjung yang mengabaikan protokol kesehatan.

“Rata-rata mereka tidak setuju saat kami panggil kemarin (pembatasan pengunjung). Kita melihat dari dua sisi bagaimana protokol kesehatan jalan sedangkan ekonomi juga bisa jalan. Sedangkan pandangan mereka hanya satu sisi yaitu bagaimana dagangan mereka tetap laku tanpa melihat protokol kesehatan,” ucapnya kepada wartawan, Selasa (22/9/2020).

Baca juga: Sultan HB X Minta Kabupaten dan Kota di DIY Terapkan Sanksi Secara Konsisten

Menurut dia, pelaku usaha mempunyai kewajiban menegakkan protokol kesehatan bagi para pengunjung maupun karyawannya.

“Kalau kapasitas 50 harusnya separuh itu kalau sudah terpenuhi harus menunggu hingga ada yang keluar. Kalau yang kemarin kan tidak, berapa pun jumlahnya tetap dilayani. Seperti tidak ada Covid-19 sama sekali waktu Sabtu kemarin,” ungkapnya.

Pihaknya tidak segan akan mencabut izin usaha bila kembali melanggar protokol kesehatan.

“Mereka sudah membuat pernyataan untuk menyanggupi protokol kesehatan,” imbuhnya.

Baca juga: Video Viral Pengunjung Abai Protokol Kesehatan, Satpol PP DIY Panggil 15 Pengelola Angkringan

Diberitakan sebelumnya, video masyarakat berkerumun dan tak bermasker di angkringan Yogyakarta viral di media sosial.

Video itu diunggah oleh akun Twitter @DosenGarisLucu pada Minggu (20/9/2020).

Kepala Satpol PP Daerah Istimewa Yogyakarta Noviyar Rahmat mengatakan, peristiwa tersebut terjadi pada tanggal 19 September.

"Total kita panggil 18 orang pengelola, 15 di antaranya adalah pengelola kopi joss di sepanjang Jalan Mangkubumi, sedangkan tiga pengelola di luar dari kopi joss," kata Noviyar saat dihubungi wartawan, Senin (21/9/2020).

Pemanggilan tersebut dimaksudkan untuk melakukan pembinaan sesuai dengan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 77 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Covid-19.

 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat'

"Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat"

Regional
Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Regional
Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Regional
Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Regional
Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Regional
Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Regional
Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Regional
Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X