Kilas Daerah Jawa Tengah
KILAS DAERAH

Ganjar Minta Jangan Cederai WTP Jateng dan Beberapa Daerah dengan Korupsi

Kompas.com - 22/09/2020, 16:21 WIB
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, saat mengikuti Rakornas Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah 2020, yang digelar secara daring, Selasa (22/9/2020). DOK. Humas Pemprov JatengGubernur Jateng Ganjar Pranowo, saat mengikuti Rakornas Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah 2020, yang digelar secara daring, Selasa (22/9/2020).

KOMPAS.com – Gubernur Jawa tengah ( Jateng) Ganjar Pranowo, meminta catatan bagus terkait opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) tidak dicederai dengan persoalan seperti korupsi, termasuk pengelolaan dan pengamanan dana hasil refocusing penanganan Covid-19.

“Tidak hanya pemerintah provinsi (pemprov), pemerintah kabupaten (pemkab) dan pemerintah kota (pemkot) yang hasilnya bagus seperti Solo juga harus bersih. Yuk kita belajar kelola duit negara dengan baik,” kata Ganjar, seperti dalam keterangan tertulisnya.

Hal tersebut dikatakan Ganjar, saat mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah 2020, yang digelar secara daring, Selasa (22/9/2020).

Pada kesempatan tersebut, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memang memberi penghargaan WTP lima kali dan sepuluh kali berturut-turut kepada beberapa pemda.

Baca juga: Jokowi Bersyukur Makin Banyak Lembaga Negara Dapat WTP dari BPK

Pemprov Jateng pun meraih opini WTP atas laporan keuangan selama lima kali berturut-turut.

Tak hanya itu, Kabupaten Banjarnegara, Banyumas, Blora, Boyolali, Grobogan, Karanganyar, Kudus, Pati, Pekalongan, Purworejo, Semarang, Sragen, Sukoharjo, Temanggung, Wonogiri, dan Kota Pekalongan juga mengikuti jejak Jateng.

Bahkan Kota Surakarta dan Kabupaten Jepara mendapat penghargaan opini WTP atas laporan keuangan selama sepuluh kali berturut-turut.

“Sebenarnya kami sudah mendapat WTP sembilan tahun berturut-turut. Terima kasih atas perhatiannya,” kata Ganjar.

Baca juga: Ini 4 Indikator Penentu Opini WTP dari BPK

Ganjar pun mengatakan, pencapaian tersebut dapat diraih berkat persiapan anggaran yang rinci, serta meliputi penggunaan dan waktu eksekusi. Setelah itu, Inspektorat Provinsi Jateng akan me-review anggaran belanja yang diajukan.

“Kesannya agak lama, tapi ini untuk keamanan dan transparansi. Kami juga minta dukungan masyarakat. Kalau ada lelang, tolong yang fair, jangan ada intervensi, fitnah, dan sebagainya,” kata Ganjar.

Adapun menyebarnya pandemi Covid-19, lanjut Ganjar, tidak berpengaruh pada WTP. Yang penting, semua pihak berhati-hati.

“Jangan sampai dana lebih banyak, tidak terduga, dan gampang dibelanjakan tetapi akuntabilitas kurang,” kata Ganjar.

Baca tentang

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tebang Pohon karena Halangi Papan Reklame di Jalan, 4 Orang Ditangkap

Tebang Pohon karena Halangi Papan Reklame di Jalan, 4 Orang Ditangkap

Regional
Fakta Siswi SMP Nikahi Pemuda 17 Tahun, Kenal Setahun, Tak Diketahui KUA

Fakta Siswi SMP Nikahi Pemuda 17 Tahun, Kenal Setahun, Tak Diketahui KUA

Regional
'Tidak Boleh Menafsirkan Sesuatu Secara Simbolis Seolah-olah Komodo Tak Suka Pembangunan Itu'

"Tidak Boleh Menafsirkan Sesuatu Secara Simbolis Seolah-olah Komodo Tak Suka Pembangunan Itu"

Regional
Seorang Kakek Hilang Tersesat di Hutan Serang, Banten

Seorang Kakek Hilang Tersesat di Hutan Serang, Banten

Regional
Soal Foto Komodo 'Adang' Truk, Pemprov NTT: Jangan Ditafsirkan Seolah Komodo Tidak Suka...

Soal Foto Komodo "Adang" Truk, Pemprov NTT: Jangan Ditafsirkan Seolah Komodo Tidak Suka...

Regional
Cerita Anya Membuat Perhiasan Cantik dari ASI, Produknya sampai ke Singapura

Cerita Anya Membuat Perhiasan Cantik dari ASI, Produknya sampai ke Singapura

Regional
Sederet Kisah Pernikahan Dini di NTB, Mulai Umur 12 Tahun hingga Menikahi 2 Gadis dalam Sebulan

Sederet Kisah Pernikahan Dini di NTB, Mulai Umur 12 Tahun hingga Menikahi 2 Gadis dalam Sebulan

Regional
Libur Panjang, Khofifah Minta Warga Waspadai Covid-19 dan Bencana Hidrometeorologi

Libur Panjang, Khofifah Minta Warga Waspadai Covid-19 dan Bencana Hidrometeorologi

Regional
Video Viral Belasan Remaja Saling Jambak dan Pukul hingga Tersungkur, Ini Penjelasan Polisi

Video Viral Belasan Remaja Saling Jambak dan Pukul hingga Tersungkur, Ini Penjelasan Polisi

Regional
Kamar Hotel Tempat Pedagang Pakaian Tewas Dibunuh Dipesan Seorang Pria Mabuk

Kamar Hotel Tempat Pedagang Pakaian Tewas Dibunuh Dipesan Seorang Pria Mabuk

Regional
Namanya Teratas dalam Survei Capres 2024, Ganjar: 'Ngurusi Mudik Disik Wae'

Namanya Teratas dalam Survei Capres 2024, Ganjar: "Ngurusi Mudik Disik Wae"

Regional
Pasien Rawat Jalan Tak Perlu Datang ke RSUD Sumedang, Ini Kegunaan Aplikasi Koncibumi

Pasien Rawat Jalan Tak Perlu Datang ke RSUD Sumedang, Ini Kegunaan Aplikasi Koncibumi

Regional
Kronologi Kakek 60 Tahun Dianiaya Tetangganya hingga Tewas

Kronologi Kakek 60 Tahun Dianiaya Tetangganya hingga Tewas

Regional
Antisipasi Lonjakan, Penumpang Kereta Api Diminta Lakukan Rapid Test Lebih Awal

Antisipasi Lonjakan, Penumpang Kereta Api Diminta Lakukan Rapid Test Lebih Awal

Regional
Hadapi Debat Pertama Lawan Gibran-Teguh, Pasangan Bajo Lakukan 3 Kali Simulasi

Hadapi Debat Pertama Lawan Gibran-Teguh, Pasangan Bajo Lakukan 3 Kali Simulasi

Regional
komentar di artikel lainnya