BMKG: Hujan Ekstrem Terjadi di Bogor

Kompas.com - 22/09/2020, 07:59 WIB
Banjir di Desa Cibunian, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, akibat meluapnya Sungai Cianten pada Senin (21/9/2020). ANTARA/HO-BPBD Kabupaten BogorBanjir di Desa Cibunian, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, akibat meluapnya Sungai Cianten pada Senin (21/9/2020).

KABUPATEN BOGOR, KOMPAS.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG) Stasiun Meteorologi Citeko, Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, mencatat terjadinya curah hujan berkategori ekstrem di Kawasan Puncak, Cisarua.

Hal itu yang mengakibatkan pintu air Sungai Ciliwung di Katulampa Kota Bogor menjadi siaga 1.

"Hari ini curah hujan ekstrem di Kawasan Puncak melebihi kategori lebih dari 100 milimeter per hari," ujar Kepala Stasiun Meteorologi Citeko Asep Firman Ilahi saat dihubungi Antara di Bogor, Senin (21/9/2020).

Baca juga: Pabrik Aqua di Sukabumi Ikut Terendam Banjir Bandang Cicurug

Berdasarkan pengukuran oleh BMKG pada hujan lebat yang terjadi sejak pukul 15.30 WIB hingga Senin malam, tercatat curah hujan 110 milimeter dari pengukuran di Stasiun Meteorologi Citeko.

Kemudian, 95 milimeter dari pengukuran Pos Polusi Udara Cibeureum, Cisarua.

Asep menyebutkan, curah hujan ekstrem ini adalah kali pertama terjadi sepanjang kemarau tahun ini.

Baca juga: Ini Wilayah Bogor yang Mengalami Longsor dan Banjir akibat Hujan Ekstrem

Adapun, ketinggian curah hujan dikategorikan menjadi lima jenis, ringan yaitu kurang dari 20 milimeter per hari; sedang yaitu 30-60 milimeter per hari.

Kemudian, lebat 60-80 milimeter per hari; sangat lebat 80-100 milimeter per hari; dan curah hujan ekstrem yaitu lebih dari 100 milimeter per hari.

"Dalam minggu ini baru (terjadi curah hujan ekstrem) bahkan di musim kemarau ini baru terjadi sekarang," kata Asep.

Baca juga: 2 Pembuat Roti Hilang Terseret Banjir Bandang di Sukabumi

Curah hujan ekstrem ini berdampak pada meluapnya aliran Sungai Ciliwung.

Berdasarkan catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor, ketinggian air di pintu Katulampa mencapai 250 sentimeter atau siaga 1 pada pukul 18.18 WIB.

Meluapnya aliran Sungai Ciliwung terjadi sejak pukul 17.00 WIB, kemudian berangsur surut setelah mencapai puncaknya sekitar pukul 18.00 WIB.



Sumber Antara
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemkot Yogyakarta Klaim Sudah Minta Indonesian Scooter Festival Diawasi

Pemkot Yogyakarta Klaim Sudah Minta Indonesian Scooter Festival Diawasi

Regional
Polisi Dalami Keterlibatan FPI Dalam Demonstrasi di Rumah Mahfud MD

Polisi Dalami Keterlibatan FPI Dalam Demonstrasi di Rumah Mahfud MD

Regional
Buat Kerumunan di Yogyakarta, Indonesian Scooter Festival Dibubarkan

Buat Kerumunan di Yogyakarta, Indonesian Scooter Festival Dibubarkan

Regional
Debat Publik Pilkada Surabaya, Kedua Paslon Ungkap Gagasan Jaga Toleransi

Debat Publik Pilkada Surabaya, Kedua Paslon Ungkap Gagasan Jaga Toleransi

Regional
Bertahun-tahun Jembatan Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Bima Nekat Terjang Sungai

Bertahun-tahun Jembatan Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Bima Nekat Terjang Sungai

Regional
Teriak 'Bunuh..Bunuh', Pedemo Rumah Mahfud MD Ditetapkan Tersangka

Teriak "Bunuh..Bunuh", Pedemo Rumah Mahfud MD Ditetapkan Tersangka

Regional
Anggota DPRD Diduga Jadi Penadah Hasil Rampokan Oknum Polisi di Lampung

Anggota DPRD Diduga Jadi Penadah Hasil Rampokan Oknum Polisi di Lampung

Regional
Cerita Nenek Lumpuh di Pematangsiantar Pasrah Tenggelam Saat Banjir

Cerita Nenek Lumpuh di Pematangsiantar Pasrah Tenggelam Saat Banjir

Regional
Bunuh Anak Tirinya, Perempuan Ini Sempat Mengaku Korban Meninggal karena Sakit

Bunuh Anak Tirinya, Perempuan Ini Sempat Mengaku Korban Meninggal karena Sakit

Regional
13 Pejabat Bantaeng Positif Covid-19, Alami Gejala Demam dan Batuk

13 Pejabat Bantaeng Positif Covid-19, Alami Gejala Demam dan Batuk

Regional
Sudah 2 Pekan Jalan Penghubung Rohul-Bengkalis Terendam Banjir

Sudah 2 Pekan Jalan Penghubung Rohul-Bengkalis Terendam Banjir

Regional
Gunung Ile Lewotolok Meletus 3 Kali pada Hari Ini

Gunung Ile Lewotolok Meletus 3 Kali pada Hari Ini

Regional
62 Kades di Jateng Langgar Netralitas Pilkada, Bawaslu Lapor ke Mendagri

62 Kades di Jateng Langgar Netralitas Pilkada, Bawaslu Lapor ke Mendagri

Regional
Sesosok Mayat Ditemukan Mengambang di Perairan Pulau Komodo

Sesosok Mayat Ditemukan Mengambang di Perairan Pulau Komodo

Regional
Ambisi Sumedang Jadikan Waduk Jatigede Wisata Kelas Dunia, Ingin Kalahkan Banyuwangi

Ambisi Sumedang Jadikan Waduk Jatigede Wisata Kelas Dunia, Ingin Kalahkan Banyuwangi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X