Hujan Deras di Kawasan Puncak Bogor, Depan Mapolsek Megamendung Sempat Terendam

Kompas.com - 21/09/2020, 23:03 WIB
Situasi jalan pasca terjadi banjir di Kawasan Puncak, Bogor Jawa Barat, Senin (21/9/2020). Dokumentasi CamatSituasi jalan pasca terjadi banjir di Kawasan Puncak, Bogor Jawa Barat, Senin (21/9/2020).

KABUPATEN BOGOR, KOMPAS.com - Hujan deras yang mengguyur kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat sejak pukul 15.30 WIB hingga malam ini membuat banjir di sejumlah jalan.

Dari video yang beredar di media sosial menyebutkan bahwa banjir tersebut terjadi di Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Penjelasan di dalam video berdurasi 34 detik itu mengatakan bahwa telah terjadi banjir di jalan menuju kawasan Puncak pada petang hari.

Baca juga: Banjir Bandang Landa Cicurug Sukabumi, 12 Rumah Hanyut, 85 Terendam

Di video itu disebutkan, peristiwa banjir terjadi tepatnya di depan Mapolsek Megamendung.

Di mana di video tersebut tampak  jelas air meluap dan sangat deras sehingga menutupi hampir seluruh permukaan jalan aspal.

Camat Megamendung, Endi Rismawan mengatakan banjir tersebut berasal dari drainase yang meluap karena curah hujan yang tinggi di kawasan Puncak yang terdiri dari tiga kecamatan yaitu Ciawi, Cisarua dan Megamendung.

"Itu air dari drainase atau selokan yang lewat jalan pas pintu gerbang Polsek Megamendung. Itu juga baru terjadi hari ini karena hujan cukup lama dan besar," kata Endi saat dihubungi Kompas.com, Senin (29/9/2020).

Baca juga: Gegara Hujan Deras Beberapa Jam, Banjir Bandang Terjang Cicurug Sukabumi

Menurutnya, air selokan itu juga menggenangi seluruh jalan setinggi mata kaki di Kampung Coblong, Desa Sukakarya, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat

"Jam 16.30 WIB itu sudah sangat deras dan sampai sekarang masih hujan di sini," ujar dia.

Dia menjelaskan bahwa air selokan yang pertama kali meluap dan menyebabkan banjir ini lantaran titik saluran air tidak mampu menampung air hujan yang sangat deras.

"ini terjadi karena saluran air kecil sehingga tidak bisa menampung air yang akhirnya melalui jalan karena volume air cukup besar," ungkap dia

Lebih lanjut dia memastikan bahwa banjir tersebut tidak menimbulkan kerusakan bagi warga sekitar.

Saat ini kondisi air pun sudah surut namun hujan masih mengguyur kawasan Puncak Bogor. Ia meminta warga untuk bisa waspada.

"Enggak ada (kerusakan). Antisipasi kita ke depan ya drainase diperdalam atau jalan ditingkatkan, dicor," jelasnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fakta TNI AD Dirikan RS Darurat di Solo, Kasus Covid-19 Tinggi, Berlokasi di Benteng Vastenburg

Fakta TNI AD Dirikan RS Darurat di Solo, Kasus Covid-19 Tinggi, Berlokasi di Benteng Vastenburg

Regional
Gempa Bumi Magnitudo 5,2 Terjadi di Sulawesi Utara

Gempa Bumi Magnitudo 5,2 Terjadi di Sulawesi Utara

Regional
Cerita Sinaga, Usir Harimau yang Hendak Makan Ternaknya dari Jarak 3 Meter, Dibentak Tiga Kali

Cerita Sinaga, Usir Harimau yang Hendak Makan Ternaknya dari Jarak 3 Meter, Dibentak Tiga Kali

Regional
Pemprov Sulsel Siap Tampung Pengungsi Korban Gempa Sulbar

Pemprov Sulsel Siap Tampung Pengungsi Korban Gempa Sulbar

Regional
[POPULER NUSANTARA] Viral Video Bupati Sukoharjo Bentak Pedagang | Gempa Magnitude 6,2 di Majene

[POPULER NUSANTARA] Viral Video Bupati Sukoharjo Bentak Pedagang | Gempa Magnitude 6,2 di Majene

Regional
Gempa di Pangandaran Terjadi pada Jumat Malam

Gempa di Pangandaran Terjadi pada Jumat Malam

Regional
Malang, Fathan Dibunuh karena Menolak Dipinjami Uang

Malang, Fathan Dibunuh karena Menolak Dipinjami Uang

Regional
4 Fakta Mahasiswa Universitas Telkom Dibunuh, Korban Diduga Diculik, Pelaku Minta Tebusan Rp 400 Juta

4 Fakta Mahasiswa Universitas Telkom Dibunuh, Korban Diduga Diculik, Pelaku Minta Tebusan Rp 400 Juta

Regional
Gubernur Gorontalo Usul Bukti Ikut Vaksinasi Jadi Syarat Bepergian

Gubernur Gorontalo Usul Bukti Ikut Vaksinasi Jadi Syarat Bepergian

Regional
Pura-pura Beli Kerupuk, Satu Keluarga Rampok Toko dan Bawa Kabur Rp 200 Juta, Satu Pelaku Hamil 8 Bulan

Pura-pura Beli Kerupuk, Satu Keluarga Rampok Toko dan Bawa Kabur Rp 200 Juta, Satu Pelaku Hamil 8 Bulan

Regional
Persediaan Alat Rapid Test Antigen di Kabupaten Semarang Menipis

Persediaan Alat Rapid Test Antigen di Kabupaten Semarang Menipis

Regional
Masalah Sampah di Pekanbaru Ditangani Polda Riau, Kemungkinan Ada Tersangka

Masalah Sampah di Pekanbaru Ditangani Polda Riau, Kemungkinan Ada Tersangka

Regional
Detik-detik Tubuh Ridwan Diterkam Buaya hingga Luka Parah, Korban Sempat Melawan

Detik-detik Tubuh Ridwan Diterkam Buaya hingga Luka Parah, Korban Sempat Melawan

Regional
Tangis Ibunda Fadly Satrianto, Pandangi dan Peluk Foto Anaknya Korban Sriwijaya Air SJ 182

Tangis Ibunda Fadly Satrianto, Pandangi dan Peluk Foto Anaknya Korban Sriwijaya Air SJ 182

Regional
Seorang Dukun Cabul di Pekanbaru Ditangkap Polisi

Seorang Dukun Cabul di Pekanbaru Ditangkap Polisi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X