Kembali Berulah, 2 Napi Asimilasi Lapas Pati Terancam Dijebloskan ke Nusakambangan

Kompas.com - 21/09/2020, 22:19 WIB
Suasana Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas II B Pati, Jawa Tengah, Senin (21/9/2020) DOKUMEN LAPAS KELAS II B PATISuasana Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas II B Pati, Jawa Tengah, Senin (21/9/2020)

PATI, KOMPAS.com - Dua narapidana Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas II B Pati, Jawa Tengah, yang bebas melalui program asimilasi Covid-19 kembali berulah.

Kedua napi tersebut diketahui berinisial MM, terpidana kasus pencurian, dan DA, terpidana kasus narkotika.

"Keduanya napi yang sedang menjalani program asimilasi Covid-19 kembali melakukan pelanggaran hukum, " terang Usman saat dihubungi Kompas.com melalui ponsel, Senin (21/9/2020).

Baca juga: 43 Gembong Narkoba dari Kalbar Dijebloskan ke Nusakambangan, 8 Terpidana Mati

Menurut Usman, karena kembali bersinggungan dengan hukum, sesuai instruksi Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly, kedua napi tersebut terancam akan dijebloskan di Lapas Nusakambangan.

"Pernyataan Menkumham, napi kembali berulah akan dimasukkan ke lapas Nusakambangan. Sudah diberi keringanan namun disalahgunakan," kata Usman.

Sementara itu Kasubsi Registrasi dan Bimkemas Lapas Kelas II B Pati, Krismiyanto, menjelaskan, MM kembali berulah dengan melakukan aksi pencurian di wilayah hukum Polres Kudus dan DA kembali terjerat kasus narkotika di wilayah hukum Polrestabes Semarang.

Kedua napi tersebut terhitung sudah menjalani asimilasi di rumah sejak awal April 2020.

"Keduanya kembali berulah dengan kasus serupa dan saat ini masih menjalani proses hukum di kepolisian," ungkap Usman.

Baca juga: Seorang Narapidana Kasus Terorisme di Lapas Nusakambangan Meninggal

Berdasarkan data Lapas kelas II B Pati, hingga pertengahan September, tercatat sebanyak 241 napi menjalani program asimilasi Covid-19.

"Hanya dua napi yang gagal dan kembali berulah," pungkasnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menengok Belajar Tatap Muka di Cianjur, Protokol Covid-19 Diberlakukan Ketat

Menengok Belajar Tatap Muka di Cianjur, Protokol Covid-19 Diberlakukan Ketat

Regional
Tips Nyaman Pakai Masker dalam Waktu Lama dan Bebas Bau Mulut

Tips Nyaman Pakai Masker dalam Waktu Lama dan Bebas Bau Mulut

Regional
Budidaya 45 Batang Ganja di Polybag Bertahun-tahun, Pria Ini Berdalih untuk Penelitian

Budidaya 45 Batang Ganja di Polybag Bertahun-tahun, Pria Ini Berdalih untuk Penelitian

Regional
Kebakaran Hanguskan 158 Rumah di Jayapura, Kerugian Ditaksir Capai Rp 20 Miliar

Kebakaran Hanguskan 158 Rumah di Jayapura, Kerugian Ditaksir Capai Rp 20 Miliar

Regional
Banjir dan Longsor di Cianjur, 5 Rumah Terendam, Akses Jalan Tertutup

Banjir dan Longsor di Cianjur, 5 Rumah Terendam, Akses Jalan Tertutup

Regional
2 Pejabat di UNS Meninggal karena Covid-19, Punya Riwayat ke Ubud Bali, Kampus 'Lockdown'

2 Pejabat di UNS Meninggal karena Covid-19, Punya Riwayat ke Ubud Bali, Kampus "Lockdown"

Regional
Sekolah Gratis di Bantaran Kali Gajahwong Yogya, Kurikulumnya Diteliti Mahasiswa Berbagai Negara

Sekolah Gratis di Bantaran Kali Gajahwong Yogya, Kurikulumnya Diteliti Mahasiswa Berbagai Negara

Regional
Nyanyikan Lagu yang Menyinggung Polisi Saat Demo, Seorang Mahasiswa Ditangkap

Nyanyikan Lagu yang Menyinggung Polisi Saat Demo, Seorang Mahasiswa Ditangkap

Regional
'Tak Salah Apa-apa Kena Gas Air Mata, Aku Tuntut Kalian, Polisi'

"Tak Salah Apa-apa Kena Gas Air Mata, Aku Tuntut Kalian, Polisi"

Regional
[POPULER NUSANTARA] Diyakini Meninggal jika Bersatu, Kembar Trena Treni Terpisah 20 Tahun | Pria Tanam Ganja Pakai Polybag di Rumah

[POPULER NUSANTARA] Diyakini Meninggal jika Bersatu, Kembar Trena Treni Terpisah 20 Tahun | Pria Tanam Ganja Pakai Polybag di Rumah

Regional
Perjuangan Hidup WNI Eks Kombatan di Filipina Setelah Keluar dari Penjara

Perjuangan Hidup WNI Eks Kombatan di Filipina Setelah Keluar dari Penjara

Regional
Bawaslu Catat 291 Pertemuan Dilakukan Paslon Pilkada Gunungkidul

Bawaslu Catat 291 Pertemuan Dilakukan Paslon Pilkada Gunungkidul

Regional
Inovatif, Mahasiswa di Semarang Ciptakan Alat Pendeteksi Suhu dan Masker

Inovatif, Mahasiswa di Semarang Ciptakan Alat Pendeteksi Suhu dan Masker

Regional
Kronologi Demo Berujung Ricuh, Gas Air Mata ke Permukiman Membuat Warga Marah

Kronologi Demo Berujung Ricuh, Gas Air Mata ke Permukiman Membuat Warga Marah

Regional
Bukti Tagihan Diedit, Perempuan Ini Gelapkan Uang Perusahaan Rp 101 Juta

Bukti Tagihan Diedit, Perempuan Ini Gelapkan Uang Perusahaan Rp 101 Juta

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X