Kisruh Lahan Sirkuit MotoGP Mandalika, Warga yang Bertahan dan Mereka yang Terus Membangun

Kompas.com - 21/09/2020, 20:34 WIB
Sibah (65) warga yang masih bertahan menyaksikan  alat berat yang mengeruk tanahnya paska land clearing dilakukan di tiga titik prioritas di areal sirkuit MotoGP Mandalika Lombok, 13/9/2020 lalu di Kawasan Ekonkmi Khusus (KEK) Mandalika FITRI RSibah (65) warga yang masih bertahan menyaksikan alat berat yang mengeruk tanahnya paska land clearing dilakukan di tiga titik prioritas di areal sirkuit MotoGP Mandalika Lombok, 13/9/2020 lalu di Kawasan Ekonkmi Khusus (KEK) Mandalika

 

Terkait hal itu, Miranti yang dikonfirmasi, Kamis (17/9/2020) memberi jawaban tertulis.

Dikatakannya, mengenai lahan Masrup dan Gema Lazuardi, jika memang mereka merasa memiliki bukti-bukti yang kuat, silakan diajukan gugatan di pengadilan.

Dalam hal ini ITDC sudah memiliki sertifikat HPL yang dikeluarkan oleh BPN pada lahan yang diklaim oleh Masrup dan Gema Lazuardi.

"Sehingga untuk membuktikan apakah bukti-bukti yang dimiliki oleh Masrup dan Gema Lazuardi  adalah sah di mata hukum dan atau siapa yg lebih berhak memiliki lahan dimaksud, harus dibuktikan di pengadilan," kata Miranti.

Terkait  surat setda yang disebut warga sebagai SK Gubernur, Miranti mengatakan surat dari Sekda Provinsi NTB pada akhir tahun 2018 yang lalu, yang intinya menyampaikan tentang penyelesaian permasalahan lahan enclave di dalam KEK Mandalika.

"Surat dimaksud sudah kami jawab dengan memberikan penjelasan, pada intinya bahwa dari 49 lahan yang dianggap sebagai lahan enclave di dalam surat Sekda Prov NTB tersebut, hanya ada satu lahan yang masuk dalam kategori enclave dan dapat diberikan penggantian kerugian. Sepanjang bukti-buktinya lengkap dan tidak tumpang tindih dengan lahan HPL ITDC," ungkapnya.

Sengketa lahan sirkuit MotoGP masih belum menelurkan solusi. Warga masih menuntut hak mereka atas tanah yang belum dibayar.

Sebagian warga merelakan tanah mereka dengan janjiakan dibayar oleh pihak ITDC setelah mereka mengajukan keberatan ke pengadilan, termasuk penyelesaian tanah inclave.

Kabid Humas Polda NTB Artanto mendapat informasi dari tim verifikasi ITDC, bahwa ITDC mengakui ada 42 warga yang lahannya termasuk lahan inclave yang akan diselesikan denfan proses jual beli, prosesnya akan dilakukan secara bertahap.

"Sementara ini baru sembilan yang telah terdaftar, dengan rincian lahan seluas 16,9 hektar dan dana yang akan ditransfer ke Pengadilan Negeri Praya sebesar Rp 16,9 miliar," kata Artanto.

Alasan ITDC lakukan land clearing

Managing Director ITDC, I Wayan Karioka menjelaskan, alasan kuat ITDC melakukan land clearing karena proses pembangunan sirkuit yang sangat mendesak dan tidak bisa ditunda, terutama proses pengaspalan landasan sirkuit.

Pengaspalan akan dilakukan Januari 2021, karena di bulan Oktober MotoGP akan digelar.

"Target dari pembangunan MotoGP ini tidak boleh mundur. Keputusan pemerintah pada Oktober tahun depan (2021) harus dilaksanakan even MotoGP di Mandalika ini," jelas Karioka.

Pengerjaan sirkuit sepanjang 4,31 kilometer dengan 17 lintasan menurutnya sudah mencapai 70 persen dan di tiga titik.

Pengaspalan sirkuit MotoGP berbeda dengan pengaspalan biaya, tidak boleh putus sepanjang 4,31 kilometer, dan tidak boleh ada sambungan.

"Karena itulan land clearing harus dilakukan. Semua masalah lahan sudah harus clear dulu, baru kita bisa melakukan pengaspalan, tidak boleh ada gangguan," katanya.

Ditargetkan pada Juni 2021 pengerjaan sirkuit sudah selesai, karena pada Juli sampai September, pihak Dorna Sports akan mengecek kondisi sirkuit.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Regional
Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Regional
Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Regional
Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Regional
Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Regional
Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Regional
Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Regional
Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Regional
Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Regional
Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Regional
Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Regional
Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X