Abai Protokol Kesehatan, 2 Pusat Keramaian di Samarinda Ditutup

Kompas.com - 21/09/2020, 20:23 WIB
Suasana kawasan Citra Niaga saat deklarasi bakal pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Samarinda, Muh Barkati dan Darlis Pattalongi, Senin (17/8/2020). KOMPAS.com/ZAKARIAS DEMON DATONSuasana kawasan Citra Niaga saat deklarasi bakal pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Samarinda, Muh Barkati dan Darlis Pattalongi, Senin (17/8/2020).

SAMARINDA, KOMPAS.com –Dua pusat keramaian di Samarinda, Kalimantan Timur, yakni kawasan Citra Niaga dan kawasan Tepian Mahakam akan ditutup sementara waktu.

Penutupan kedua tempat tersebut karena dinilai tak terapkan protokol Covid-19.

Ratusan orang yang nongkrong di dua lokasi itu tak jaga jarak dan banyak tidak bermasker.

Pemberitahuan penutupan disampaikan Tim Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kota Samarinda melalui Surat bernomor 360/517/300.07 yang ditandatangani Wali Kota Samarinda Sjahranie Jaang sebagai ketua Satgas Covid-19, Senin (21/9/2020).

Baca juga: Staf Positif Covid-19, Kantor Dinsos Samarinda Tutup 5 Hari

Isi surat meminta para pemilik kafe, warung kopi dan restoran yang berada di dua lokasi tersebut menutup tempat usaha mulai Rabu 23 September 2020 hingga 29 September 2020.

“Surat pemberitahuan penutupan sudah dikeluarkan hari ini. Dua lokasi itu ditutup sementara waktu,” ungkap Kepala Bidang Ketenteraman dan Ketertiban Umum (Trantibum) Satpol PP Samarinda, Josua Laden saat dihubungi Kompas.com, Senin (21/9/2020).

Josua menuturkan beberapa kali pihaknya menemukan para pengunjung maupun pemilik usaha tak patuh protokol kesehatan dan melanggar Perwali nomor 43 tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Pengendalian Covid-19.

Banyak pengunjung tidak pakai masker dan duduk berdekatan dalam waktu lama.

Baca juga: RSUD AWS Samarinda Tambah 28 Dokter Umum Bantu 21 Dokter Spesialis

Pelaku usaha pun tidak tertib menerapkan protokol kesehatan saat jualan.

“Padahal kita sudah datangi beberapa kali beri teguran. Bahkan tanggal 8 September 2020 itu kami datang pasang stiker penanda jarak antar kursi meja disaksikan beberapa pemilik cafe dan warung kopi. Tapi sama saja, begitu kami tinggalkan, mereka tak dipatuhi,” terang Josua.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kandang Ayam Terbakar di Grobogan, 40.000 Ekor Mati dan Kerugian Capai Rp 2,5 Miliar

Kandang Ayam Terbakar di Grobogan, 40.000 Ekor Mati dan Kerugian Capai Rp 2,5 Miliar

Regional
Ayah di Jember Tega Setubuhi Anak Tirinya hingga Hamil 6 Bulan

Ayah di Jember Tega Setubuhi Anak Tirinya hingga Hamil 6 Bulan

Regional
Kronologi Anggota DPRD Dibacok Saat Melerai Keributan soal Knalpot Bising

Kronologi Anggota DPRD Dibacok Saat Melerai Keributan soal Knalpot Bising

Regional
Sebelum Diperkosa 2 Pemuda, Remaja Putri di Kalbar Dicekoki Miras

Sebelum Diperkosa 2 Pemuda, Remaja Putri di Kalbar Dicekoki Miras

Regional
Dramatis, Penangkapan Perwira Polisi Diduga Jadi Kurir Sabu Diwarnai Tembakan

Dramatis, Penangkapan Perwira Polisi Diduga Jadi Kurir Sabu Diwarnai Tembakan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kisah 4 Bocah Tak Terurus, Ibu ODGJ | Tarik-menarik dengan Buaya, Titus Selamatkan Adik

[POPULER NUSANTARA] Kisah 4 Bocah Tak Terurus, Ibu ODGJ | Tarik-menarik dengan Buaya, Titus Selamatkan Adik

Regional
Cemburu Berujung Maut, Perempuan Hamil 7 Bulan Tewas di Tangan Suami Siri

Cemburu Berujung Maut, Perempuan Hamil 7 Bulan Tewas di Tangan Suami Siri

Regional
Fakta Perwira Polisi Bawa 16 Kg Sabu, Ditembak Saat Hendak Kabur dan Terancam Hukuman Mati

Fakta Perwira Polisi Bawa 16 Kg Sabu, Ditembak Saat Hendak Kabur dan Terancam Hukuman Mati

Regional
Hendak Lerai Keributan, Anggota DPRD Ini Malah Dibacok Warga

Hendak Lerai Keributan, Anggota DPRD Ini Malah Dibacok Warga

Regional
Klarifikasi soal Hoaks, KPU Ogan Ilir Pastikan Calon Petahana Masih Didiskualifikasi

Klarifikasi soal Hoaks, KPU Ogan Ilir Pastikan Calon Petahana Masih Didiskualifikasi

Regional
Anggota DPRD Jeneponto Dibacok, Berawal dari Masalah Knalpot Bising

Anggota DPRD Jeneponto Dibacok, Berawal dari Masalah Knalpot Bising

Regional
Usai Bertemu Calon Suami, Perempuan Ini Kehilangan Indra Penciuman, Ternyata Kena Corona

Usai Bertemu Calon Suami, Perempuan Ini Kehilangan Indra Penciuman, Ternyata Kena Corona

Regional
Detik-detik Perwira Polisi Ditangkap Bawa 16 Kg Sabu, Sempat Diberondong Tembakan agar Menyerah

Detik-detik Perwira Polisi Ditangkap Bawa 16 Kg Sabu, Sempat Diberondong Tembakan agar Menyerah

Regional
Awalnya untuk Usir Kebosanan, Kini Usaha Sofa Botol Plastik Andi Bisa Raup Jutaan Rupiah

Awalnya untuk Usir Kebosanan, Kini Usaha Sofa Botol Plastik Andi Bisa Raup Jutaan Rupiah

Regional
Mayat Wanita Pekerja Kafe Ditemukan di Kolam Penangkaran Buaya, Ini Dugaan Polisi

Mayat Wanita Pekerja Kafe Ditemukan di Kolam Penangkaran Buaya, Ini Dugaan Polisi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X