Polisi Masih Buru 5 Otak Penyerangan Acara Midodareni di Solo

Kompas.com - 21/09/2020, 18:28 WIB
Kapolresta Solo, Kombes Ade Safri Simanjuntak menyampaikan hasil ungkap kasus penyerangan acara adat midodareni atau doa jelang pernikahan di Mapolresta Solo, Jawa Tengah, Senin (21/9/2020). KOMPAS.com/LABIB ZAMANIKapolresta Solo, Kombes Ade Safri Simanjuntak menyampaikan hasil ungkap kasus penyerangan acara adat midodareni atau doa jelang pernikahan di Mapolresta Solo, Jawa Tengah, Senin (21/9/2020).

SOLO, KOMPAS.com - Polisi masih memburu lima orang terduga pelaku penyerangan acara adat midodareni atau doa jelang pernikahan di Pasar Kliwon, Solo, Jawa Tengah, pada Agustus 2020.

Kelima orang ini masuk dalam daftar pencarian orang alias DPO. Mereka antara lain, S, C, R, B, dan W.

"Kita telah menetapkan sebagai daftar pencarian orang terhadap lima pelaku lain yang saat ini masih kita buru," kata Kapolresta Solo, Kombes Ade Safri Simanjuntak, dalam konferensi pers di Solo, Jawa Tengah, Senin (21/9/2020).

Baca juga: Lagi, Polisi Tangkap 2 Tersangka Penyerangan Acara Midodareni di Solo

Menurut Ade, lima orang DPO ini diduga sebagai otak dari aksi penyerangan.

Mereka diduga menghasut terhadap pelaku lain sehingga terjadi peristiwa penyerangan.

"Kelima DPO ini adalah otak pelaku yang melakukan penghasutan, ajakan sebagaimana dimaksudkan dalam Pasal 160 KUHP, sehingga terjadilah kekerasan secara bersama-sama terhadap orang maupun barang sebagaimana Pasal 170 KUHP," sambung dia.

Ade mengatakan, dimungkinkan masih akan ada pelaku lain yang juga terlibat dalam kasus penyerangan yang mengakibatkan tiga korban luka.

"Tidak menutup kemungkinan akan mengembang ke pelaku lainnya," kata Ade.

Baca juga: Polisi Gelar Rekonstruksi Penyerangan Acara Midodareni di Solo, 77 Adegan Diperagakan

Polisi sebelumnya telah menetapkan 10 tersangka kasus penyerangan.

Berkas perkara delapan tersangka sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Solo untuk penelitian tahap pertama.

Para tersangka ini masing-masing ada yang berperan mengajak atau menghasut melalui grup WhatsApp dan eksekutor dalam aksi penyerangan acara adat midodareni.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemprov DIY Siapkan Hotel Mutiara untuk Tampung Dokter dan Perawat Tambahan

Pemprov DIY Siapkan Hotel Mutiara untuk Tampung Dokter dan Perawat Tambahan

Regional
'Jadi Guru Honorer itu Banyak Membatin, Tidak Tahan kalau Bukan Panggilan Jiwa'

"Jadi Guru Honorer itu Banyak Membatin, Tidak Tahan kalau Bukan Panggilan Jiwa"

Regional
Kisah Khamdan, Terpilih Jadi Guru Inovatif meski Mengajar di Pedalaman NTT Tanpa Listrik dan Sinyal

Kisah Khamdan, Terpilih Jadi Guru Inovatif meski Mengajar di Pedalaman NTT Tanpa Listrik dan Sinyal

Regional
Cerita Guru Honorer David Berdayakan Lansia untuk Buat Pot Sabut Kelapa: Gaji Minus Tak Masalah

Cerita Guru Honorer David Berdayakan Lansia untuk Buat Pot Sabut Kelapa: Gaji Minus Tak Masalah

Regional
Bahar bin Smith Menolak Diperiksa Polisi, Ini Kata Pengacara

Bahar bin Smith Menolak Diperiksa Polisi, Ini Kata Pengacara

Regional
Seorang Pria Tembak Kepala Ayah Teman Anaknya hingga Tewas

Seorang Pria Tembak Kepala Ayah Teman Anaknya hingga Tewas

Regional
5 Fakta Bocah 8 Tahun Kleptomania di Nunukan, Dicekoki Susu Campur Sabu hingga Ibu Pernah Ditahan di Malaysia

5 Fakta Bocah 8 Tahun Kleptomania di Nunukan, Dicekoki Susu Campur Sabu hingga Ibu Pernah Ditahan di Malaysia

Regional
Kabupaten Cianjur Terancam Zona Merah Covid-19

Kabupaten Cianjur Terancam Zona Merah Covid-19

Regional
Gara-gara Pasien Covid-19 Menolak Diisolasi, Satu Kawasan Dikarantina

Gara-gara Pasien Covid-19 Menolak Diisolasi, Satu Kawasan Dikarantina

Regional
Ketua FPI Pekanbaru dan Seorang Anggotanya Jadi Tersangka

Ketua FPI Pekanbaru dan Seorang Anggotanya Jadi Tersangka

Regional
Suami Bupati dan 36 Pegawai Pemkab Brebes Positif Covid-19 Usai Tur ke Bromo, Ganjar: Kurangi Piknik

Suami Bupati dan 36 Pegawai Pemkab Brebes Positif Covid-19 Usai Tur ke Bromo, Ganjar: Kurangi Piknik

Regional
Gentar, Guru Asli Orang Rimba yang Tak Ingin Lagi Warga Pedalaman Ditipu

Gentar, Guru Asli Orang Rimba yang Tak Ingin Lagi Warga Pedalaman Ditipu

Regional
Ayah Angkat Ceritakan Kelamnya Masa Kecil Bocah Diduga Kleptomania

Ayah Angkat Ceritakan Kelamnya Masa Kecil Bocah Diduga Kleptomania

Regional
Aksara Bali di Proyek Rp 22 Miliar Alun-alun Gianyar Keliru

Aksara Bali di Proyek Rp 22 Miliar Alun-alun Gianyar Keliru

Regional
Cerita Dimas, Sukses Kembangkan Budidaya Tanaman Bonsai Kelapa Beromzet Jutaan Rupiah

Cerita Dimas, Sukses Kembangkan Budidaya Tanaman Bonsai Kelapa Beromzet Jutaan Rupiah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X