Kronologi Penangkapan Oknum PNS RSUD Bantaeng Saat Sedang Pesta Sabu di Rumahnya

Kompas.com - 21/09/2020, 17:41 WIB
I dan O ditahan di Polres Bantaeng, Sulawesi Selatan. KOMPAS.com/NURWAHIDAHI dan O ditahan di Polres Bantaeng, Sulawesi Selatan.

KOMPAS.com - Seorang pegawai negeri sipil (PNS) yang bertugas di RSUD Bantaeng, Sulawesi Selatan, berinisial I (43) ditangkap polisi kerena kedapatan sedang pesta sabu bersama temannya O (39), di rumahnya di Kelurahan Pallantikang, Kecamatan Bantaeng, pada Jumat (18/9/2020) sekitar pukul 17.00 Wita.

Kapolres Bantaeng AKBP Wawan Sumantri mengatakan, ditangkap I dan O, berawal dari adanya informasi masyarakat jika keduanya sedang pesta sabu.

Mendapat informasi itu, petugas kemudian melakukan penyelidikan dan penyidikan lalu mendatangi kediaman pelaku.

Baca juga: Cabuli Gadis ABG Pelanggar Lalu Lintas di Hotel, Oknum Polisi Ini Terancam 15 Tahun Penjara dan Dipecat

Saat hendak digerebek, sambung Wawan, I berusaha melakukan perlawanan dengan menutup pintu rumah saat melihat petugas akan melakukan penangkapan.

"Namun dengan sigap tim berhasil membuka pintu dan melakukan penangkapan terhadap I," kata Wawan saat dihubungi Kompas.com, Senin (21/9/2020).

Baca juga: PNS RSUD Bantaeng Ditangkap Saat Sedang Pesta Sabu

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Libur Panjang, Wisatawan dari Jakarta akan Diputar Balik di Puncak Bogor

Libur Panjang, Wisatawan dari Jakarta akan Diputar Balik di Puncak Bogor

Regional
Kondisi Polisi yang Dibacok Parang Eks Napi di Makassar Mulai Membaik

Kondisi Polisi yang Dibacok Parang Eks Napi di Makassar Mulai Membaik

Regional
Ini Cerita Penyebab Ratusan Santri di Garut Terpapar Covid-19, hingga Dijemput Petugas Pakai APD

Ini Cerita Penyebab Ratusan Santri di Garut Terpapar Covid-19, hingga Dijemput Petugas Pakai APD

Regional
Banjir Rendam 5 Desa dan Jalan Raya di Cilacap, Ketinggian Air Capai 1,5 Meter

Banjir Rendam 5 Desa dan Jalan Raya di Cilacap, Ketinggian Air Capai 1,5 Meter

Regional
Diminta Komentar Setahun Jokowi-Ma'ruf, Edy Rahmayadi: Aduh, Ini yang Paling Berat...

Diminta Komentar Setahun Jokowi-Ma'ruf, Edy Rahmayadi: Aduh, Ini yang Paling Berat...

Regional
Viral, Video Acara Motor dengan 500 Peserta di Mal, Abaikan Protokol Kesehatan

Viral, Video Acara Motor dengan 500 Peserta di Mal, Abaikan Protokol Kesehatan

Regional
Begini Penampakan Wajah Paslon di Surat Suara Pilkada Cianjur 2020

Begini Penampakan Wajah Paslon di Surat Suara Pilkada Cianjur 2020

Regional
Sungai Meluap Akibat Hujan, Sejumlah Wilayah di Bandung Banjir, Ini Faktanya

Sungai Meluap Akibat Hujan, Sejumlah Wilayah di Bandung Banjir, Ini Faktanya

Regional
Penanganan Covid-19 Jadi Materi Debat Perdana Kandidat Pilkada Solo

Penanganan Covid-19 Jadi Materi Debat Perdana Kandidat Pilkada Solo

Regional
Cara Ridwan Kamil Bantu UMKM Saat Pandemi: Promosikan di Medsos hingga Ikut Desain Kemasan

Cara Ridwan Kamil Bantu UMKM Saat Pandemi: Promosikan di Medsos hingga Ikut Desain Kemasan

Regional
Berkas Kasus Dugaan Pemukulan Pelajar di Sinjai Tengah Dinyatakan Lengkap

Berkas Kasus Dugaan Pemukulan Pelajar di Sinjai Tengah Dinyatakan Lengkap

Regional
Macan Tutul Jawa yang Ditemukan Terluka di Saung Petani Ciwidey Akhirnya Mati

Macan Tutul Jawa yang Ditemukan Terluka di Saung Petani Ciwidey Akhirnya Mati

Regional
Menara Pengusung Mayat Setinggi 11 Meter Roboh Timpa Rumah Warga

Menara Pengusung Mayat Setinggi 11 Meter Roboh Timpa Rumah Warga

Regional
Berkas Lengkap, Penusuk Syekh Ali Jaber Dilimpahkan ke Kejaksaan

Berkas Lengkap, Penusuk Syekh Ali Jaber Dilimpahkan ke Kejaksaan

Regional
BPPTKG Sebut Erupsi Merapi Selanjutnya Makin Dekat, Tak Sebesar Letusan 2010

BPPTKG Sebut Erupsi Merapi Selanjutnya Makin Dekat, Tak Sebesar Letusan 2010

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X