6 Bulan Tutup, KA Rute Kertapati-Lubuklinggau PP Kembali Beroperasi

Kompas.com - 21/09/2020, 16:24 WIB
Ilustrasi Kereta Api. KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYAIlustrasi Kereta Api.

PALEMBANG, KOMPAS.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divre III Palembang kembali mengoperasikan perjalanan Kereta Api ( KA)Serelo rute Kertapati – Lubuk Linggau (PP) mulai (24/9/2020) nanti,  setelah sebelumnya sempat berhenti sejak 1 April 2020 kemarin karena untuk menekan angka penyebaran Covid-19.

Manajer Humas PT KAI Divre III Palembang, Aida Suryanti menjelaskan, meskipun telah dibuka, para penumpang kereta diwajibkan mengikuti protokol kesehatan, dengan selalu menggunakan masker selama perjalanan.

Selain itu, calon penumpang juga wajib menunjukkan surat bebas Covid-19 melalui hasil rapid test atau PCR yang masih berlaku selama 14 hari,

Baca juga: KA Siliwangi Berikan Tiket Rp 0, Catat Jadwal dan Cara Mendapatkannya

"Penumpang yang bertiket akan mendapatkan Faceshield dari PT KAI, sedangkan bagi penumpang infant (anak dibawah 3 tahun) tidak disediakan dan menyediakan sendiri,"kata Aida dalam keterangan pers yang diterima KOMPAS.com, Senin (21/9/2020).

Aida menjelaskan, untuk penumpang yang telah memiliki tiket namun belum melakukan rapid test, pihak KAI telah bekerja sama dengan PT Rajawali Nusantara Indonesia (PT RNI) untuk menyediakan pelayanan pelayanan tersebut.

Dimana untuk satu kali rapid test penumpang dikenakan RP 85.000 baik di Stasiun Kertapati, Prabumulih, Muara Enim, Lahat, Tebing Tinggi dan Lubuklinggau. 

Baca juga: PT KAI Tambah 41 Perjalanan Kereta Jarak Jauh dari Jakarta, Ini Jadwalnya

"Kami menghimbau agar masyarakat yang hendak menggunakan kereta api untuk melakukan test rapid maksimal satu hari sebelum keberangakatan kereta api, untuk menghindari penumpukan penumpang. Serta datang ke stasiun kereta api lebih awal minimal 60 menit sebelum keberangkatan agar tetap nyaman dan aman serta protokol jaga jarak dapat berjalan dengan baik di stasiun,"ujarnya.

Selama beroperasi nanti, okupansi atau tingkat keterisian penumpang akan dibatasi menjadi 70 persen dari tiket yang dijual. Sedangkan, untuk penempatan tempat duduk akan diatur berdasarkan sistem pysichal distancing. 

"Pemesanan tiket dijual H-7 keberangkatan, para penumpang dapat melakukan pemesanan tiket yang dijual H-7 keberangkatan. Pemesanan tiket secara online dapat dilakukan melalui aplikasi KAI Access, website kai.id, dan mitra resmi penjualan tiket KAI lainnya. Sementara itu untuk penjualan tiket di loket stasiun hanya melayani tiket go show atau dilayani 3 jam sebelum jadwal keberangkatan KA,"terangnya.

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Debat Pilgub Jambi, Walhi Sebut Semua Cagub Beri Karpet Merah untuk Investor Tambang

Debat Pilgub Jambi, Walhi Sebut Semua Cagub Beri Karpet Merah untuk Investor Tambang

Regional
Tebang Pohon karena Halangi Papan Reklame di Jalan, 4 Orang Ditangkap

Tebang Pohon karena Halangi Papan Reklame di Jalan, 4 Orang Ditangkap

Regional
Fakta Siswi SMP Nikahi Pemuda 17 Tahun, Kenal Setahun, Tak Diketahui KUA

Fakta Siswi SMP Nikahi Pemuda 17 Tahun, Kenal Setahun, Tak Diketahui KUA

Regional
'Tidak Boleh Menafsirkan Sesuatu Secara Simbolis Seolah-olah Komodo Tak Suka Pembangunan Itu'

"Tidak Boleh Menafsirkan Sesuatu Secara Simbolis Seolah-olah Komodo Tak Suka Pembangunan Itu"

Regional
Seorang Kakek Hilang Tersesat di Hutan Serang, Banten

Seorang Kakek Hilang Tersesat di Hutan Serang, Banten

Regional
Soal Foto Komodo 'Adang' Truk, Pemprov NTT: Jangan Ditafsirkan Seolah Komodo Tidak Suka...

Soal Foto Komodo "Adang" Truk, Pemprov NTT: Jangan Ditafsirkan Seolah Komodo Tidak Suka...

Regional
Cerita Anya Membuat Perhiasan Cantik dari ASI, Produknya sampai ke Singapura

Cerita Anya Membuat Perhiasan Cantik dari ASI, Produknya sampai ke Singapura

Regional
Sederet Kisah Pernikahan Dini di NTB, Mulai Umur 12 Tahun hingga Menikahi 2 Gadis dalam Sebulan

Sederet Kisah Pernikahan Dini di NTB, Mulai Umur 12 Tahun hingga Menikahi 2 Gadis dalam Sebulan

Regional
Libur Panjang, Khofifah Minta Warga Waspadai Covid-19 dan Bencana Hidrometeorologi

Libur Panjang, Khofifah Minta Warga Waspadai Covid-19 dan Bencana Hidrometeorologi

Regional
Video Viral Belasan Remaja Saling Jambak dan Pukul hingga Tersungkur, Ini Penjelasan Polisi

Video Viral Belasan Remaja Saling Jambak dan Pukul hingga Tersungkur, Ini Penjelasan Polisi

Regional
Kamar Hotel Tempat Pedagang Pakaian Tewas Dibunuh Dipesan Seorang Pria Mabuk

Kamar Hotel Tempat Pedagang Pakaian Tewas Dibunuh Dipesan Seorang Pria Mabuk

Regional
Namanya Teratas dalam Survei Capres 2024, Ganjar: 'Ngurusi Mudik Disik Wae'

Namanya Teratas dalam Survei Capres 2024, Ganjar: "Ngurusi Mudik Disik Wae"

Regional
Pasien Rawat Jalan Tak Perlu Datang ke RSUD Sumedang, Ini Kegunaan Aplikasi Koncibumi

Pasien Rawat Jalan Tak Perlu Datang ke RSUD Sumedang, Ini Kegunaan Aplikasi Koncibumi

Regional
Kronologi Kakek 60 Tahun Dianiaya Tetangganya hingga Tewas

Kronologi Kakek 60 Tahun Dianiaya Tetangganya hingga Tewas

Regional
Antisipasi Lonjakan, Penumpang Kereta Api Diminta Lakukan Rapid Test Lebih Awal

Antisipasi Lonjakan, Penumpang Kereta Api Diminta Lakukan Rapid Test Lebih Awal

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X