Video Viral Pengunjung Abai Protokol Kesehatan, Satpol PP DIY Panggil 15 Pengelola Angkringan

Kompas.com - 21/09/2020, 14:11 WIB
Foto tangkapan layar dari video yang viral masyarakat abaikan protokol kesehatan berkerumun di Angkringan kopi joss IST/Akun twitter @DosengarislucuFoto tangkapan layar dari video yang viral masyarakat abaikan protokol kesehatan berkerumun di Angkringan kopi joss

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Video masyarakat berkerumun dan tak bermasker di angkingan Yogyakarta viral di media sosial.

Video itu diunggah oleh akun Twitter @DosenGarisLucu pada Minggu (20/9/2020).

Kepala Satpol PP Daerah Istimewa Yogyakarta Noviyar Rahmat mengatakan, peristiwa tersebut terjadi pada tanggal 19 September.

"Total kita panggil 18 orang pengelola, 15 di antaranya adalah pengelola kopi joss di sepanjang Jalan Mangkubumi, sedangkan tiga pengelola di luar dari kopi joss," kata Noviyar saat dihubungi wartawan, Senin (21/9/2020).

Baca juga: Razia Protokol Kesehatan di Pontianak, Polisi Kumpulkan Uang Denda Rp 35 Juta

Pemanggilan tersebut dimaksudkan untuk melakukan pembinaan sesuai dengan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 77 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Covid-19.

Dalam peraturan tersebut, kata dia, pelaku usaha mempunyai kewajiban menegakkan protokol kesehatan bagi para pengunjung maupun karyawannya.

"Sanksi ada empat tingkatan. Pertama, teguran tertulis, pembinaan, penutupan operasional, hingga pencabutan izin usaha. Kita baru tahap pembinaan, kalau teguran tertulis sudah dilakukan," katanya.

Pembinaan akan dilakukan sebanyak tiga kali. Jika selama tiga kali tidak juga ada perubahan maka sanksinya adalah penutupan operasional sementara.

"Diberikan arahan yang bersangkutan memberi surat pernyataan akan mematuhi protokol kesehatan. Nanti kita tinjau lagi kalau belum menaati kita panggil lagi," ujarnya.

Baca juga: Peserta Pilkada 2020 Akan Diminta Tanda Tangani Pakta Integritas Protokol Kesehatan

Dia menambahkan, para pelanggar protokol kesehatan di DIY rata-rata berumur 20 hingga 30 tahun yang sudah bosan berada di rumah.

Selain itu, juga ada yang berstatus mahasiswa yang baru saja datang ke Yogyakarta.

Noviyar menyampaikan, pelanggaran protokol kesehatan berupa tidak menjaga jarak, pengunjung yang datang dilayani semuanya tidak dilakukan penyaringan pengunjung, dan tidak menggunakan masker.

"Tidak jaga jarak mereka yang datang dilayani semua. Padahal, ketika sudah penuh harus disaring, tidak diterima lagi tamunya, dan tetap protokol kesehatan," ungkapnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

6 Terduga Pelaku Ditangkap, Polisi Pastikan Pembunuhan Wartawan di Mamuju Tak Terkait Profesi Korban

6 Terduga Pelaku Ditangkap, Polisi Pastikan Pembunuhan Wartawan di Mamuju Tak Terkait Profesi Korban

Regional
Usai Demo, Mahasiswa di Purwokerto Mengaku Dapat Pesan Gelap Berisi Intimidasi

Usai Demo, Mahasiswa di Purwokerto Mengaku Dapat Pesan Gelap Berisi Intimidasi

Regional
Pamflet Ajakan Demo dan Penjarahan Ditempel di Sudut Kota, Polisi Selidiki Pelaku

Pamflet Ajakan Demo dan Penjarahan Ditempel di Sudut Kota, Polisi Selidiki Pelaku

Regional
Rekam Jejak Kejahatan Samsul, Bacok Anak 9 Tahun dan Perkosa Ibunya, hingga Tewas di Tahanan

Rekam Jejak Kejahatan Samsul, Bacok Anak 9 Tahun dan Perkosa Ibunya, hingga Tewas di Tahanan

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 21 Oktober 2020

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 21 Oktober 2020

Regional
Camat Ini Langgar Netralitas ASN dengan Kampanye Terselubung untuk Istri Bupati Buru Selatan

Camat Ini Langgar Netralitas ASN dengan Kampanye Terselubung untuk Istri Bupati Buru Selatan

Regional
Masa Tahanan Polisi Penembak Warga Selesai, Korban Tuntut Proses Pidana

Masa Tahanan Polisi Penembak Warga Selesai, Korban Tuntut Proses Pidana

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 21 Oktober 2020

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 21 Oktober 2020

Regional
Bripka DA Tembak Pria yang Diduga Depresi hingga Tewas, Bermula Diserang Tiba-tiba

Bripka DA Tembak Pria yang Diduga Depresi hingga Tewas, Bermula Diserang Tiba-tiba

Regional
Ketua Gerindra Solo Kenang Nunung Sugiantoro sebagai Sosok yang Santun

Ketua Gerindra Solo Kenang Nunung Sugiantoro sebagai Sosok yang Santun

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 21 Oktober 2020

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 21 Oktober 2020

Regional
Pura-pura Menolong Pengendara Mogok, 3 Perampok Ini Rampas Ponsel

Pura-pura Menolong Pengendara Mogok, 3 Perampok Ini Rampas Ponsel

Regional
Berhenti Jadi Sopir karena Pandemi, Astika Buka Usaha Kopi Sepeda, Terinspirasi dari Jerman

Berhenti Jadi Sopir karena Pandemi, Astika Buka Usaha Kopi Sepeda, Terinspirasi dari Jerman

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 21 Oktober 2020

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 21 Oktober 2020

Regional
Video Viral Uang Pengemis Dirampas, 3 Satpol PP Jadi Tersangka

Video Viral Uang Pengemis Dirampas, 3 Satpol PP Jadi Tersangka

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X