Berkebun, Cara Warga Desa di Ciamis Berjuang di Tengah Pandemi

Kompas.com - 21/09/2020, 07:24 WIB
Sejumlah warga anggota kelompok tani menanam benih jahe di tanah carik desa di Kampung Cikembang, Desa Selamanik, Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis. KOMPAS.COM/CANDRA NUGRAHASejumlah warga anggota kelompok tani menanam benih jahe di tanah carik desa di Kampung Cikembang, Desa Selamanik, Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis.

CIAMIS, KOMPAS.com - Pandemi virus corona atau Covid-19 menyebabkan masyarakat tidak bisa beraktivitas secara normal.

Imbasnya, penghasilan masyarakat terganggu selama pandemi.

Hal itu yang dirasakan sejumlah warga Kampung Cikembang, Desa Selamanik, Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.

Baca juga: Kisah Haru Bocah Perempuan Positif Covid-19 yang Joget TikTok Bersama Tenaga Medis di Baubau

Mayoritas warga kampung ini memiliki usaha kecil atau industri rumahan.

Mereka berjualan makanan ringan, seperti jajanan anak sekolah.

Namun, saat semua pelajar mengikuti belajar dari rumah seperti saat ini, warga kebingungan karena barang dagangan tidak laku.

"Sekolah kan libur, dagangan tidak laku," kata Ketua Kelompok Tani Itikurih di Desa Selamanik Nana Sumarna saat ditemui di area perkebunan yang dikelola warga di Kampung Cikembang, Minggu (20/9/2020).

Baca juga: Melihat Kehidupan Isolasi di Wisma Atlet, dari Order Makanan hingga Tangisan

Di tengah kebingungan tersebut, Nana mengajak warga untuk berkebun.

Mereka diajak menanam pepaya Calina atau California.

"Pak Kades memberikan lahan (tanah carik) untuk dikelola kelompok tani," kata Nana.

Kebetulan, Nana memiliki pengalaman sebagai distributor buah-buahan.

Warga tersebut diberi bibit olehnya.

"Bibit dikasih, penjualan (hasil panen pepaya) saya terima. Saya berikan harga khusus," kata Nana.

 

Mengenai pemasaran, Nana mengaku sudah memiliki pasar.

Dia mengirim pepaya tersebut ke Cirebon.

"Permintaan seminggu 15 ton," kata Nana.

Pemberdayaan anak muda

Anggota Kelompok Tani Itikurih ada 30 orang.

Dari jumlah tersebut, 50 persennya merupakan anak muda.

"Anak muda itu awalnya berdagang. Usahanya kena imbas Covid-19, saya ajak ke sini," kata Nana.

Baca juga: Viral Chat WhatsApp Warga di Semarang Ingin Menularkan Covid-19, Ini Penjelasannya

Kini mereka tetap berjualan, namun waktunya tidak seharian penuh. Mereka setengah hari berjualan dan setengah hari lagi berkebun.

"Dagang sambil berkebun. Ada tambahan penghasilan," kata Nana.

Ubah tanah kering jadi produktif

Kepala Desa Selamanik Dodi Herdiawan mengatakan, pemerintah desa berkewajiban melindungi masyarakat, khususnya di bidang perekonomian masyarakat.

Oleh karena itu, dia memperbolehkan warga untuk menggunakan tanah carik desa untuk ditanam sayuran atau buah-buahan.

Awalnya, kata Dodi, lahan carik itu merupakan lahan tidak produktif.

Kini, setelah dikelola warga melalui kelompok tani, lahan itu bisa menghasilkan.

Sebenarnya, Dodi sudah tiga tahun lalu mengajak warga meningkatkan perkonomian kemasyarakatan.

Salah satu caranya dengan memanfaatkan lahan carik maupun pekarangan rumah untuk ditanami sayuran.

Untuk pembinaan warga, Dodi menggandeng ketua RT, RW, tokoh masyarakat dan ulama.

 

Selain itu, dia meminta dinas terkait untuk memberi pelatihan kepada warga.

"Peningkatan ekonomi kemasyarakatan di bidang pertanian, kita komunikasi dengan BPP, Dinas Pertanian. Untuk perikanan kita komunikasi dengan Dinas Perikanan, selain itu dengan UMKM Disperindag," kata Dodi.

Setelah perjuangan panjang, pada 2018 warga mulai sadar dengan tujuan pemerintah desa.

"Ketika warga menjalankannya, Alhamdulillah. Makanya saat ini sudah jadi kebiasaan di rumah-rumah semua tanam pohon, sayuran," ujar Dodi.

Jadi percontohan

Dodi menambahkan, desanya sudah dijadikan tempat studi banding oleh desa lain di kabupaten tetangga.

Misalnya, pada Kamis (17/9/2020) lalu, desanya kedatangan rombongan warga dari Kabupaten Tasikmalaya dan Garut.

Warga tersebut merupakan binaan PT Pertamina Geotermal Energi (PGE) Area Karaha. PT PGE memfasilitasi warga supaya mendapat ilmu pengetahuan tentang desa berwawasan lingkungan.

Government dan Public Relations PGE Area Karaha Asmaul Husna mengatakan, warga di area ring 1 PGE diajak untuk melihat desa berwawasan lingkungan di Desa Selamanik, Kabupaten Ciamis.

Selain warga, pihaknya turut mengajak pemerintah desa dan kecamatan di area PGE untuk studi banding.

Dengan studi banding ini, Asmaul Husna berharap, warga di sekitar PGE dapat mereplikasikannya di daerahnya masing-masing.

Diharapkan ada peran serta pemerintah desa maupun kecamatan untuk ikut membangun desa berwawasan lingkungan di daerahnya.

"Selama ini hanya kami yang inisiasi untuk membentuk seperti apa desa berwawasan lingkungan. Kali ini kami ingin mereka yang menerapkan itu," kata Asmaul.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

6.416 Surat Suara Rusak, KPU Lamongan Minta Percetakan Ganti

6.416 Surat Suara Rusak, KPU Lamongan Minta Percetakan Ganti

Regional
Rumah Wakil Bupati Boven Digoel Dibakar Massa, Ini Dugaan Penyebabnya

Rumah Wakil Bupati Boven Digoel Dibakar Massa, Ini Dugaan Penyebabnya

Regional
Rumah Calon Bupati Dibakar Massa, Polda Papua Kirim 2 Peleton Brimob ke Boven Digoel

Rumah Calon Bupati Dibakar Massa, Polda Papua Kirim 2 Peleton Brimob ke Boven Digoel

Regional
Chikungunya Merebak di Purbalingga, 116 Warga Terjangkit

Chikungunya Merebak di Purbalingga, 116 Warga Terjangkit

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 1 Desember 2020

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 1 Desember 2020

Regional
Detik-detik Pajero Sport Tabrak 2 Motor dan 1 Mobil di Jembatan Ampera

Detik-detik Pajero Sport Tabrak 2 Motor dan 1 Mobil di Jembatan Ampera

Regional
Kasus Covid-19 di 6 Daerah di Jateng Tinggi, Ganjar: Semua Daerah Hati-hati

Kasus Covid-19 di 6 Daerah di Jateng Tinggi, Ganjar: Semua Daerah Hati-hati

Regional
'Bahu Saya Sakit, Uang Saya Dicuri, Padahal untuk Beli Kain Putih'

"Bahu Saya Sakit, Uang Saya Dicuri, Padahal untuk Beli Kain Putih"

Regional
Dua Guru Meninggal Positif Corona, Dinas Pendidikan Pastikan SMPN 3 Jekulo Kudus Masih Belajar Daring

Dua Guru Meninggal Positif Corona, Dinas Pendidikan Pastikan SMPN 3 Jekulo Kudus Masih Belajar Daring

Regional
Banyak yang Terpapar Covid-19, Sri Sultan Ingatkan Kepala Daerah Hati-hati Saat Bertugas

Banyak yang Terpapar Covid-19, Sri Sultan Ingatkan Kepala Daerah Hati-hati Saat Bertugas

Regional
Rumah Mahfud MD yang Didemo Ratusan Orang Biasanya Ditempati Sang Ibunda

Rumah Mahfud MD yang Didemo Ratusan Orang Biasanya Ditempati Sang Ibunda

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 1 Desember 2020

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 1 Desember 2020

Regional
Kota Bandung Zona Merah, Kini Tidak Ada Toleransi bagi yang Tak Bermasker

Kota Bandung Zona Merah, Kini Tidak Ada Toleransi bagi yang Tak Bermasker

Regional
Ini Strategi Bali Tekan Penyebaran Covid-19 Jelang Pilkada dan Libur Akhir Tahun

Ini Strategi Bali Tekan Penyebaran Covid-19 Jelang Pilkada dan Libur Akhir Tahun

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 1 Desember 2020

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 1 Desember 2020

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X