Pelanggar Protokol Kesehatan di Probolinggo Kena Denda Rp 200.000

Kompas.com - 20/09/2020, 22:54 WIB
Pelanggar protokol kesehatan di Palembang, Sumatera Selatan dihukum push-up lantaran kedapatan tak menggunakan masker ketika dilakukan razia oleh tim Satgas Covid-19,Rabu (16/9/2020). KOMPAS.com/AJI YK PUTRAPelanggar protokol kesehatan di Palembang, Sumatera Selatan dihukum push-up lantaran kedapatan tak menggunakan masker ketika dilakukan razia oleh tim Satgas Covid-19,Rabu (16/9/2020).

PROBOLINGGO, KOMPAS.com - Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo memberikan sanksi denda bagi pelanggar protokol kesehatan mulai Senin (21/9/2020), besok.

"Dendanya Rp 200.000. Jadi kami minta warga bermasker bila keluar rumah," kata Koordinator Pengamanan dan Penegakan Hukum Satgas setempat Ugas Irwanto kepada Kompas.com, Minggu (20/9/2020).

Untuk mendisiplinkan warga, kata Ugas, satgas yang terdiri dari unsur Polri/TNI akan gencar melakukan operasi yustisi masker.

Baca juga: Ledakan Kasus Covid-19 di Probolinggo dari Klaster Pabrik, 123 Karyawan Positif Corona

Operasi yustisi berdasarkan Perbup Probolinggo sebagai dasar untuk memberikan sanksi kepada para pelanggar.

“Jika di satu kecamatan sanksinya denda, maka jangan sampai di kecamatan lain sanksinya berbeda,” jelas Ugas.

Untuk memaksimalkan upaya tersebut pihaknya akan menggerakkan tim melakukan operasi ke tiap titik jalur kendaraan, kecuali jalur pantura.

“Jalur pantura itu kan jalur nasional, jadi orang luar bisa masuk. Tahap awal operasinya di jalan kecamatan,” tutur Ugas.

Baca juga: Menyoal Prediksi Ledakan Pasien Covid-19 dari Karyawan Pabrik di Probolinggo

Dua hari terakhir, beredar pesan berantai dari satgas agar bermasker supaya tidak kena denda.

Pesan berantai ini ini terkonfirmasi berasal dari satgas setempat.

Isinya sebagai berikut:

"Mohon ijin disampaikan kepada seluruh Warga Kab Probolinggo bahwa mulai SENIN, 21 September akan dilaksanakan OPERASI YUSTISI PEMAKAIAN MASKER dengan SANKSI DENDA UANG maksimal Rp. 200.000,-.. tolong dinfokan kepada keluarga, tetangga dan rekan-rekannya setiap keluar rumah WAJIB MEMAKAI MASKER, untuk memutus mata rantai penyebaran penularan COVID-19.. terima kasih."

Dia menambahkan, payung hukum yang digunakan satgas selama operasi yustisi adalah Perda Jatim Nomor 02 tahun 2020, Pergub Jatim Nomor 53 tahun 2020 dan Perbup Nomor 62 tahun 2020.

Ugas juga meralat pernyataan sebelumnya yang menyebut Perbup Nomor 41 tahun 2020, karena perbup itu kurang kuat sanksi dendanya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hari Kampanye Terakhir, Ganjar Minta Paslon dan Parpol Tak Kerahkan Simpatisan Turun ke Jalan

Hari Kampanye Terakhir, Ganjar Minta Paslon dan Parpol Tak Kerahkan Simpatisan Turun ke Jalan

Regional
Meninggal dengan Luka Lebam, Bocah 7 Tahun Tewas Dianiaya Ibu Tiri, Terbongkar Saat Akan Dimakamkan

Meninggal dengan Luka Lebam, Bocah 7 Tahun Tewas Dianiaya Ibu Tiri, Terbongkar Saat Akan Dimakamkan

Regional
Kronologi Ditemukannya Kerangka Manusia di Hutan Probolinggo, Berawal dari Warga Bersihkan Lahan

Kronologi Ditemukannya Kerangka Manusia di Hutan Probolinggo, Berawal dari Warga Bersihkan Lahan

Regional
2 Anggota DPRD Kota Bima Dirawat di RS Setelah Positif Covid-19

2 Anggota DPRD Kota Bima Dirawat di RS Setelah Positif Covid-19

Regional
Gempa 5,5 Magnitudo Guncang Maluku Barat Daya, Tak Berpontensi Tsunami

Gempa 5,5 Magnitudo Guncang Maluku Barat Daya, Tak Berpontensi Tsunami

Regional
Ketinggian Banjir di Aceh Utara Mencapai 2 Meter, 5 Desa Terisolir, Warga Mengungsi

Ketinggian Banjir di Aceh Utara Mencapai 2 Meter, 5 Desa Terisolir, Warga Mengungsi

Regional
Fakta Istri Aniaya Suaminya dengan Kapak hingga Tewas, Berawal dari Pulang Mabuk

Fakta Istri Aniaya Suaminya dengan Kapak hingga Tewas, Berawal dari Pulang Mabuk

Regional
Bank Indonesia Prediksi Ekonomi Jabar Membaik di Triwulan Keempat

Bank Indonesia Prediksi Ekonomi Jabar Membaik di Triwulan Keempat

Regional
Bawaslu Minta Pemkab Semarang Tak Salurkan Bansos Selama Masa Tenang Pilkada

Bawaslu Minta Pemkab Semarang Tak Salurkan Bansos Selama Masa Tenang Pilkada

Regional
Cerita Korban Banjir Medan, Tak Sangka Bisa Lintasi Banjir Setinggi Dada, Padahal Gendong 2 Anak

Cerita Korban Banjir Medan, Tak Sangka Bisa Lintasi Banjir Setinggi Dada, Padahal Gendong 2 Anak

Regional
Fakta Terkini Gunung Semeru Meletus, Potensi Lahar Dingin hingga Imbauan Khofifah

Fakta Terkini Gunung Semeru Meletus, Potensi Lahar Dingin hingga Imbauan Khofifah

Regional
5 Kecamatan Terendam Banjir di Aceh Utara, Warga: Kami Puluhan Tahun Langganan Banjir...

5 Kecamatan Terendam Banjir di Aceh Utara, Warga: Kami Puluhan Tahun Langganan Banjir...

Regional
Akibat Guguran Lava, Morfologi Gunung Merapi Berubah, Permukaan Kawah Terangkat

Akibat Guguran Lava, Morfologi Gunung Merapi Berubah, Permukaan Kawah Terangkat

Regional
Paslon Pilkada Cianjur Langgar Protokol Kesehatan Covid-19, Bawaslu hanya Bisa Menegur

Paslon Pilkada Cianjur Langgar Protokol Kesehatan Covid-19, Bawaslu hanya Bisa Menegur

Regional
Penerima Dana PKH Direncanakan Maksimal 5 Tahun, Digilir untuk Keluarga Miskin Lain

Penerima Dana PKH Direncanakan Maksimal 5 Tahun, Digilir untuk Keluarga Miskin Lain

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X