Kompas.com - 18/09/2020, 23:49 WIB
Warga Pulau Kodingareng Lompo Makassar saat memprotes penangkapan nelayan dan aktivis mahasiswa saat aksi protes tambang pasir di perairan Makassar, Sabtu (12/9/2020). Dok IstimewaWarga Pulau Kodingareng Lompo Makassar saat memprotes penangkapan nelayan dan aktivis mahasiswa saat aksi protes tambang pasir di perairan Makassar, Sabtu (12/9/2020).

MAKASSAR, KOMPAS.com - Aktivis yang tergabung dalam Koalisi Selamatkan Laut Indonesia (KSLI) mengungkapkan fakta baru terkait proyek penambangan pasir laut di perairan Pulau Kodingareng, Makassar.

Wakil Direktur Eksekutif Nasional Walhi Edo Rakhman mengatakan, aktivitas tambang pasir PT Boskalis Wessie berada di atas konsesi tambang milik PT Banteng Laut Indonesia.

PT Boskalis bekerja sama dengan PT Pembangunan Perumahan selaku kontraktor pelaksanaan dari proyek strategis nasional Makassar New Port (MNP) yang pemiliknya ialah PT Pelindo IV.

Hasil tambang dari PT Boskalis ini yang nantinya akan digunakan untuk material timbunan di proyek reklamasi MNP tersebut.

Baca juga: Gubernur Sulsel Bantah Terlibat Tambang Pasir di Perairan Pulau Kodingareng

Edo kemudian mempertanyakan sikap Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah tidak berkomentar, bahkan empati terhadap nelayan Kodingareng yang dikriminalisasi saat menolak tambang pasir.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Setelah penelusuran dokumen yang dilakukan timnya dari Ditjen AHU Kementerian RI dan akta perusahaan yang tercantum di dokumen AMDAL, kata Edo, PT Banteng Laut Indonesia bersama PT Nugraha Indonesia Timur menguasai 12 total izin tambang di perairan Takalar, Sulsel.

Dari sini, lanjut Edo, PT Banteng Laut Indonesia memiliki keterkaitan dengan Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah.

"Kalau kemudian kapal penambang milik Boskalis ini beroperasi di atas konsesi yang dimiliki oleh PT Banteng Laut Indonesia dan PT Nugraha Indonesia Timur setelah kami cek ternyata ada kedekatan beberapa orang dalam perusahaan tersebut yang memang sangat dekat dengan gubernur saat ini," ujar Edo.

Direktur Utama PT Banteng Laut Indonesia Akbar Nugraha diketahui menjadi bagian Tim Lebah Pemenang Pasangan Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman pada Pilgub 2018 lalu.

Begitu dengan direktur dan pemegang saham PT Banteng Laut Indonesia Abil Iksan dan Fahmi Islami juga menjadi bagian tim lebah yang memenangkan pasangan Nurdin Abdullah.

Baca juga: 12 Orang yang Ditangkap Usai Tolak Tambang Pasir di Makassar Dibebaskan

Abil Iksan juga menjadi direktur di PT Nugraha Indonesia Timur.

Sementara wakilnya ialah Akbar Nugraha.

Dari temuan itu, Edo mengatakan, kemungkinan besar tambang izin tambang pasir dalam proyek strategis nasional ini ada kaitannya dengan praktik balas jasa.

"Kemungkinan besar ini bayaran dalam tanda petik ketika gubernur Nurdin Abdullah berpasangan dengan Andi Sudirman Sulaiman yang lolos menjadi pemimpin di Sulsel," ujar Edo.

Senada dengan Edo, Koordinator Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Merah Johansyah mengungkapkan, diduga yang menjadi penghubung antara Nurdin Abdullah dengan Akbar Nugraha dalam tambang tersebut ialah anak Nurdin, Fathul Fauzi Nurdin.

Fathul merupakan teman seangkatan Akbar Nugraha saat masih kuliah di Binus University.

Fathul, kata Johansyah, diduga menjadi tali penghubung bukan hanya kepada Akbar Nugraha dan Abil Iksan, tetapi juga komisaris dari PT Banteng Laut yakni Sunny Tanuwidjaya.

Sunny Tanuwidjaya merupakan mantan staf khusus Pemprov DKI Jakarta di bawah kepemimpinan Ahok yang juga pernah dikaitkan dengan dugaan suap anggota DPRD DKI Jakarta dalam kasus reklamasi pulau G di pantai utara Jakarta.

"Putra Gubernur, Fathul Fauzj Nurdin menjadi strategis di sini karena dia menjadi tali penghubung bukan hanya Akbar Nugraha dan Abil Iksan yang menjadi anak muda yang memberikan pikirannya sebagai timses dan sekarang juga memegang di izin tambang itu, tetapi juga Sunny Tanuwidjaya," ungkap Johansyah.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Regional
AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

Regional
Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Regional
9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

Regional
Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Regional
Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Regional
Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Regional
PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

Regional
Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Regional
Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Regional
Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.