Lanjutan Kasus Penusukan Syekh Ali Jaber, Polisi Terbitkan SP2HP

Kompas.com - 18/09/2020, 13:55 WIB
Tersangka AA (24) memeragakan adegan saat dia menusuk Syekh Ali Jaber pada rekonstruksi kasus, Kamis (17/9/2020). KOMPAS.com/TRI PURNA JAYA Tersangka AA (24) memeragakan adegan saat dia menusuk Syekh Ali Jaber pada rekonstruksi kasus, Kamis (17/9/2020).

LAMPUNG, KOMPAS.com – Satreskrim menerbitkan surat pemberitahuan perkembangan hasil penyidikan perkara (SP2HP) kasus penusukan Syekh Ali Jaber.

Kabid Humas Polda Lampung, Kombe Zahwani Pandra Arsyad mengonfirmasikan perkembangan terkini atas kasus penusukan Syekh Ali Jaber dengan tersangka AA (24), penyidik kepolisian telah menerbitkan SP2HP atas kasus tersebut.

“Jadi sudah dikirimkan SP2HP kepada jaksa penuntut umum yang mengawal kasus ini sejak penyidikan hingga penuntutan nanti,” kata Pandra di Mapolda Lampung, Jumat (18/9/2020).

Baca juga: Pesan Syekh Ali Jaber: Rapatkan Saf, Jemaah Jangan Terprovokasi

Pandra menambahkan, dengan diterbitkannya SP2HP ini adalah sebagai transparansi dan bukti bahwa kepolisian terus melanjutkan pengusutan kasus itu.

“Tahapan demi tahapan sesuai dengan KUHAP, artinya kami sudah mengikuti prosedur sesuai dengan scientific crime investigation,” kata Pandra.

Diketahui ulama kondang kelahiran Madinah, Syekh Ali Jaber mengalami penusukan yang dilakukan oleh tersangka AA saat menghadiri Wisuda Tahfidz Al Quran di Masjid Falahudin, Bandar Lampung pada Minggu (13/9/2020).

Tersangka AA kemudian dikenakan pasal berlapis yakni, Pasal 340 KUHPidana juncto Pasal 53 KUHPidana subsider Pasal 338 KUHPidana juncto Pasal 53 KUHPidana dan Pasal 2 Ayat 1 UU Darurat No 12 tahun 1951.

Baca juga: Syekh Ali Jaber: Penusukan Terhadap Saya Jangan Dikaitkan dengan Isu Mana Pun

Dihubungi terpisah, terkait ancaman pidana berlapis yang dipersangkakan itu, kuasa hukum tersangka AA, Indra Sukma mengatakan, hal itu adalah kewenangan kepolisian dan pasal berlapis itu adalah subsidaritas.

“Pembuktiannya di persidangan, tergantung dari fakta yang terungkap di persidangan nanti,” kata Indra.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

4 Fakta Satpol PP Rampas Uang Pengemis, Bermula Video Viral, Korban Histeris hingga 3 Orang Jadi Tersangka

4 Fakta Satpol PP Rampas Uang Pengemis, Bermula Video Viral, Korban Histeris hingga 3 Orang Jadi Tersangka

Regional
Jenazah TKW Tak Bisa Dipulangkan karena Agen Minta Rp 32 Juta

Jenazah TKW Tak Bisa Dipulangkan karena Agen Minta Rp 32 Juta

Regional
'Menyampaikan Aspirasi dengan Demonstrasi Disangka Biang Kerusuhan'

"Menyampaikan Aspirasi dengan Demonstrasi Disangka Biang Kerusuhan"

Regional
[POPULER NUSANTARA] Pria Penanam Ganja Ternyata Adik Mantan Wali Kota Serang | Nyanyikan Lagu yang Singgung Polisi Saat Demo, Mahasiswa Ditangkap

[POPULER NUSANTARA] Pria Penanam Ganja Ternyata Adik Mantan Wali Kota Serang | Nyanyikan Lagu yang Singgung Polisi Saat Demo, Mahasiswa Ditangkap

Regional
Fakta Honda Jazz Tabrak Truk Fuso, Selamat karena Tidur di Bagasi dan Dikira Ban Meletus

Fakta Honda Jazz Tabrak Truk Fuso, Selamat karena Tidur di Bagasi dan Dikira Ban Meletus

Regional
Tidur di Bagasi Honda Jazz, Ferdian Selamat dari Kecelakaan Maut di Tol Sumsel

Tidur di Bagasi Honda Jazz, Ferdian Selamat dari Kecelakaan Maut di Tol Sumsel

Regional
Kronologi Bayi Ditemukan Dalam Tas Ransel di Madiun, Berawal dari Suara Tangis

Kronologi Bayi Ditemukan Dalam Tas Ransel di Madiun, Berawal dari Suara Tangis

Regional
11 Penambang Batu Bara Tewas Tertimbun Longsor, 1 Korban Belum Teridentifikasi

11 Penambang Batu Bara Tewas Tertimbun Longsor, 1 Korban Belum Teridentifikasi

Regional
Banten Catatkan Penambahan Kasus Tertinggi Covid-19, Disumbang dari Ponpes

Banten Catatkan Penambahan Kasus Tertinggi Covid-19, Disumbang dari Ponpes

Regional
Besok, Giliran Buruh Demo Tolak UU Cipta Kerja di Gedung DPRD Kalsel

Besok, Giliran Buruh Demo Tolak UU Cipta Kerja di Gedung DPRD Kalsel

Regional
Hasil Rapid Test Reaktif, 58 Napi di Lapas Perempuan Denpasar Diisolasi di Sel Khusus

Hasil Rapid Test Reaktif, 58 Napi di Lapas Perempuan Denpasar Diisolasi di Sel Khusus

Regional
Dilarang Ikut Demo Tolak UU Cipta Kerja, Mahasiswa UGM Kemping di Kampus

Dilarang Ikut Demo Tolak UU Cipta Kerja, Mahasiswa UGM Kemping di Kampus

Regional
Pasutri Spesialis Pembobol Jok Motor Ditangkap, Suami Ditembak Polisi

Pasutri Spesialis Pembobol Jok Motor Ditangkap, Suami Ditembak Polisi

Regional
Gegara Knalpot Racing, Warga Antarkampung di Papua Ribut, Satu Terluka Dianiaya

Gegara Knalpot Racing, Warga Antarkampung di Papua Ribut, Satu Terluka Dianiaya

Regional
Kecelakaan Beruntun di Jalan Jember-Lumajang, 2 Warga Tewas

Kecelakaan Beruntun di Jalan Jember-Lumajang, 2 Warga Tewas

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X