Bawaslu Tutup Kasus Pj Wali Kota Makassar Mutasi Pejabat Jelang Pilkada

Kompas.com - 18/09/2020, 11:30 WIB
Pejabat (Pj) Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin Humas Pemkot MakassarPejabat (Pj) Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin

MAKASSAR, KOMPAS.com –Badan Pengawas Pemilihan Umum ( Bawaslu) menghentikan investigasi terkait dugaan pelanggaran yang dilakukan Pejabat Wali Kota Makassar Rudy DJamaluddin.

Rudy sempat diduga melanggar Undang-undang Pilkada karena memutasi 32 pejabat di Pemerintah Kota Makassar jelang pendaftaran pasangan calon dalam Pilkada ke Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Ketua Bawaslu Makassar Nursari mengatakan, dari hasil investigasi, tidak ada pelanggaran yang dilakukan Rudy.

“Pertama, mutasi dan pergantian pejabat itu ada izinnya. Kedua adanya dugaan kelebihan pejabat yang dilantik dari 32 orang menjadi 34 orang itu tidak betul juga. Ketiga, isu yang beredar bahwa dari 32 nama yang tercantum dalam izin Mendagri ada beberapa tidak sesuai itu juga tidak betul,” kata Nursari saat dihubungi, Jumat (18/9/2020).

Baca juga: Pj Wali Kota Makassar Diduga Salahi Surat Izin Mendagri Terkait Mutasi Jelang Pilkada

Dengan tidak adanya dugaan pelanggaran dan penyalahgunaan surat izin dari Mendagri, Nursari menegaskan, kasus tersebut ditutup.

“Sudah selesai semua dan sudah jelas tidak ada pelanggaran dan dugaan penyalahgunaan surat izin Mendagri, sehingga kasus itu ditutup,” katanya.

Sebelumnya telah diberitakan, Bawaslu Makassar menerima laporan terkait mutasi dan pergantian jabatan 32 orang di lingkup Pemerintah Kota Makassar jelang Pilkada Makassar 2020.

Dimana, Pj Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin memutasi pejabat pada 3 September 2020 yang hampir bertepatan dengan pendaftaran pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar.

Baca juga: Dianggap Langgar UU Pemilu, Pj Wali Kota Makassar Terancam 6 Bulan Penjara

Nursari mengatakan, ada aturan yang melarang adanya mutasi dan pelantikan terhitung enam bulan sebelum pendaftaran pasangan calon di KPU.

Aturan tersebut telah tertuang dalam Undang-undang Pilkada Pasal 71 Ayat 2.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dinilai Merugikan, Puluhan Warga di Luwu Hentikan Paksa Aktivitas Galian C

Dinilai Merugikan, Puluhan Warga di Luwu Hentikan Paksa Aktivitas Galian C

Regional
IPB: Dana Riset Dasar Minim hingga Kurang Diminati, Indonesia Terancam Impor Riset Negara Lain

IPB: Dana Riset Dasar Minim hingga Kurang Diminati, Indonesia Terancam Impor Riset Negara Lain

Regional
Detik-detik 2 Santri Terseret Air Bah karena Ingin Tolong Teman, 1 Tewas, 1 Hilang

Detik-detik 2 Santri Terseret Air Bah karena Ingin Tolong Teman, 1 Tewas, 1 Hilang

Regional
Digugat IRT yang Tak Terima Dinyatakan Terpapar Covid-19, Gugus Tugas: Sudah Sesuai Prosedur

Digugat IRT yang Tak Terima Dinyatakan Terpapar Covid-19, Gugus Tugas: Sudah Sesuai Prosedur

Regional
Tak Lagi Zona Merah Covid-19, Banjarmasin Berencana Buka Objek Wisata

Tak Lagi Zona Merah Covid-19, Banjarmasin Berencana Buka Objek Wisata

Regional
3 Hari Keluar Kota, Warga Wajib Tunjukkan Hasil Tes Swab Negatif Covid-19 Saat Kembali ke Surabaya

3 Hari Keluar Kota, Warga Wajib Tunjukkan Hasil Tes Swab Negatif Covid-19 Saat Kembali ke Surabaya

Regional
4 Pria Tertangkap Bawa Sabu 6 Kg, Pelaku Diupah Rp 180 Juta

4 Pria Tertangkap Bawa Sabu 6 Kg, Pelaku Diupah Rp 180 Juta

Regional
'Warga Terdaftar Sebagai Penerima tapi Tidak Mendapat Bantuan'

"Warga Terdaftar Sebagai Penerima tapi Tidak Mendapat Bantuan"

Regional
[POPULER NUSANTARA] Bahar bin Smith Jadi Tersangka | Bocah Balita Kerap Minta Maaf karena Trauma

[POPULER NUSANTARA] Bahar bin Smith Jadi Tersangka | Bocah Balita Kerap Minta Maaf karena Trauma

Regional
Mereka yang Merawat Ikrar Sumpah Pemuda di Maluku, Kalbar, dan Sumbar

Mereka yang Merawat Ikrar Sumpah Pemuda di Maluku, Kalbar, dan Sumbar

Regional
Tak Terima Dinyatakan Positif Covid-19, IRT Gugat Gugus Tugas dan RS ke Pengadilan

Tak Terima Dinyatakan Positif Covid-19, IRT Gugat Gugus Tugas dan RS ke Pengadilan

Regional
Tidak Kena Tilang, Belasan Pelanggar Lalu Lintas Disuruh Shalat Gaib di Pinggir Jalan

Tidak Kena Tilang, Belasan Pelanggar Lalu Lintas Disuruh Shalat Gaib di Pinggir Jalan

Regional
Muridnya Menikah Dini, Guru: Sedih Saat Mendengar Siswi Saya Keguguran, KDRT, dan Bercerai

Muridnya Menikah Dini, Guru: Sedih Saat Mendengar Siswi Saya Keguguran, KDRT, dan Bercerai

Regional
Sejumlah Pegawai Setda Positif Covid-19, Kantor Bupati Garut Ditutup Sepekan

Sejumlah Pegawai Setda Positif Covid-19, Kantor Bupati Garut Ditutup Sepekan

Regional
Cerita Yaidah Kesulitan Urus Akta Kematian Putranya di Pemkot Surabaya hingga Harus ke Jakarta

Cerita Yaidah Kesulitan Urus Akta Kematian Putranya di Pemkot Surabaya hingga Harus ke Jakarta

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X