Kompas.com - 18/09/2020, 06:14 WIB
Dandim 0608 Cianjur Letkol Kav Ricky Arinuryadi saat memberikan keterangan kepada wartawan terkait PSBB Jakarta di makodim setempat Kamis (17/9/2020) KOMPAS.COM/FIRMAN TAUFIQURRAHMANDandim 0608 Cianjur Letkol Kav Ricky Arinuryadi saat memberikan keterangan kepada wartawan terkait PSBB Jakarta di makodim setempat Kamis (17/9/2020)

CIANJUR, KOMPAS.com – Akses masuk ke Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, terus diperketat seiring dengan pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) DKI Jakarta.

PSBB jilid dua atau PSBB pengetatan di ibu kota itu sendiri berlaku selama dua pekan, mulai Senin (14/9/2020) hingga 27 September 2020.

Komandan Kodim 0608/Cianjur Letkol Kav Ricky Arinuryadi dalam keterangannya mengatakan, tim gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Cianjur telah mendirikan posko terpadu di sejumlah wilayah perbatasan.

“Ada tiga titik yang menjadi prioritas, yakni perbatasan Bandung di daerah Haurwangi, perbatasan Gekbrong, dan perbatasan di kawasan Puncak,” kata Ricky kepada Kompas.com di lingkungan makodim, Kamis (17/9/2020).

Baca juga: Bupati Cianjur Imbau Warganya di Jakarta Jangan Pulang

Disebutkan, jajarannya bertekad untuk melakukan pengawasan yang lebih ketat melalui pemeriksaan kendaraan yang masuk ke Cianjur.

“Tujuannya tentu untuk membatasi pergerakan orang yang keluar-masuk Cianjur yang tidak berkepentingan,” ujar dia.

Merujuk pada imbauan Gubernur Jawa Barat dan Pangdam III Siliwangi, Ricky pun mengimbau warga Jakarta agar membatasi berkunjung ke kawasan Puncak.

“Kita tentu tidak mau Cianjur yang sudah kondusif ini meningkat angkanya (kasus Covid-19) karena masuknya orang dari luar. Karenanya, pembatasan arus dari Jakarta terutama yang dari wilayah Bogor hari demi hari terus kita lakukan,” ucapnya.

Lebih lanjut dikatakan, pihaknya melalui jajaran di tingkat koramil telah menginstruksikan para babinsa untuk meningkatkan pengawasan terhadap warga yang keluar masuk di lingkungan tingkat desa hingga RT.

“Selain itu, para babinsa juga terus mengajak masyarakat untuk taat pada protokol kesehatan. Memakai masker, rajin mencuci tangan dan senantiasa menjaga jarak aman. Terus kita persuasif akan hal ini,” kata Ricky.

Diberitakan sebelumnya, warga Cianjur yang selama ini bekerja di Jakarta diprediksi akan memilih pulang kampung selama diberlakukannya PSBB jilid dua atau PSBB pengetatan DKI Jakarta.

Baca juga: Jakarta PSBB Lagi, Cianjur Perketat Perbatasan di Kawasan Puncak

Terkait hal itu, plt Bupati Cianjur Herman Suherman meminta warga Cianjur yang tengah bekerja di Jakarta untuk tidak memaksakan diri pulang ke kampung halaman.

Herman pun telah menginstruksikan perangkatnya hingga ke tingkat RT untuk mengawasi aktivitas keluar-masuk warga di lingkungan masing-masing.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Regional
Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Regional
Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Regional
Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Regional
Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Regional
Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Regional
Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Regional
Dukung Pemerintah, Shopee Hadirkan Pusat Vaksinasi Covid-19 di Bandung

Dukung Pemerintah, Shopee Hadirkan Pusat Vaksinasi Covid-19 di Bandung

Regional
Lewat EDJ, Pemrov Jabar Berkomitmen Implementasikan Keterbukaan Informasi Publik

Lewat EDJ, Pemrov Jabar Berkomitmen Implementasikan Keterbukaan Informasi Publik

Regional
Pemkot Tangsel Sampaikan LPPD 2020, Berikut Beberapa Poinnya

Pemkot Tangsel Sampaikan LPPD 2020, Berikut Beberapa Poinnya

Regional
Kang Emil Paparkan Aspirasi Terkait RUU EBT, Berikut 2 Poin Pentingnya

Kang Emil Paparkan Aspirasi Terkait RUU EBT, Berikut 2 Poin Pentingnya

Regional
Diluncurkan, Program SMK Membangun Desa di Jabar Gandeng 27 Desa

Diluncurkan, Program SMK Membangun Desa di Jabar Gandeng 27 Desa

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X