Wali Kota Tasikmalaya: Saya Ingatkan, Kemampuan Tenaga Medis dan Fasilitas Kita Terbatas...

Kompas.com - 17/09/2020, 13:52 WIB
Wali Kota Tasikmalaya, Budi Budiman, didampingi Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya, Ivan Dicksan saat diwawancara wartawan di kantornya, Kamis (17/9/2020). KOMPAS.COM/IRWAN NUGRAHAWali Kota Tasikmalaya, Budi Budiman, didampingi Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya, Ivan Dicksan saat diwawancara wartawan di kantornya, Kamis (17/9/2020).

TASIKMALAYA, KOMPAS.com - Wali Kota Tasikmalaya, Budi Budiman, mengingatkan kepada masyarakat supaya mengetahui bahwa kemampuan, fasilitas dan tenaga medis untuk memerangi Covid-19 sangat terbatas.

Apalagi wilayahnya sekarang ini dilanda merebaknya pandemi corona gelombang kedua setelah Jakarta dan Bandung ditetapkan zona merah.

"Saya ingatkan kepada masyarakat bahwa kemampuan, fasilitas dan tenaga medis kami sangat terbatas. Jadi, jangan sampai terlena karena kalau nanti semakin banyak pasien akan tak maksimal penanganannya. Patuhi lah selalu protokol kesehatan oleh diri sendiri dan tentunya pengetatan dilakukan oleh kami," jelas Budi, kepada wartawan di kantornya, Kamis (17/9/2020).

Baca juga: Beberapa Pasar Musiman di Tasikmalaya Akan Ditutup gegara Kasus Corona Terus Naik

Budi mencontohkan, gedung baru yang baru diresmikan di RSUD Soekardjo saja dalam sehari sudah terisi sampai 10 kamar dari 40 kamar yang tersedia.

Hal ini, membuat pemerintah khawatir kalau masyarakat tak mematuhi protokol kesehatan akan berdampak pada penambahan pasien Covid-19.

"Gedung khusus pasien Covid-19 yang kemarin baru diresmikan saja, dalam sehari itu sudah terisi 10 kamar dari 40 kamar yang tersedia. Termasuk tenaga medis dan obat-obatan yang selama ini tersedia," tambah Budi.

Baca juga: DBD di Kota Tasikmalaya Disebut Tak Kalah Bahaya dari Covid-19

Meski demikian, lanjut Budi, data terbaru dari Gugus Tugas Jawa Barat daerahnya masih berstatus zona kuning.

Tapi, jika sampai lonjakan kasus terkonfirmasi corona di Kota Tasikmalaya terus bertambah akan cepat berubah menjadi zona oranye bahkan merah.

"Jangan sampai lonjakan kasusnya melebihi kemampuan kita. Kalau itu terjadi akan bahaya. Kita sudah sampaikan juga bahwa acara atau even yang mengundang massa tidak akan diberikan izin," kata dia.

Baca juga: Wali Kota Tasikmalaya: Hasil Tracing Dokter Terpapar Covid-19 Bertambah Ratusan Orang

Selama ini pun, Budi telah memerintahkan semua masyarakat untuk tak pergi ke zona merah seperti Jakarta dan Bandung.

Termasuk bagi para Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungannya dilarang untuk berkegiatan ke wilayah zona merah tersebut.

"Sekarang bukan hanya PNS saja yang dilarang, tapi seluruh masyarakat jangan bepergian ke zona merah, yakni Jakarta dan Bandung," pungkasnya.

Sampai pada Kamis (17/9/2020), data secara akumulatif terkonfirmasi Covid-19 Kota Tasikmalaya sekarang berjumlah 69 kasus, 16 simptomatik, 7 sembuh, 5 karantina dan 4 meninggal dunia. Sedangkan sisanya 53 Asimptomatik, 40 sembuh, 13 karantina dan 0 meninggal dunia. 

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ganjar Minta KPU dan Bawaslu Tindak Paslon Pelanggar Protokol Kesehatan

Ganjar Minta KPU dan Bawaslu Tindak Paslon Pelanggar Protokol Kesehatan

Regional
Rumah Sakit Rujukan Covid-19 Penuh, Bupati Ponorogo Minta Ruang Isolasi Desa Diaktifkan Kembali

Rumah Sakit Rujukan Covid-19 Penuh, Bupati Ponorogo Minta Ruang Isolasi Desa Diaktifkan Kembali

Regional
41 Rumah di Kabupaten Luwu Tergusur Imbas Pelebaran Jalan

41 Rumah di Kabupaten Luwu Tergusur Imbas Pelebaran Jalan

Regional
Bupati Lombok Timur Positif Covid19, Sopir dan Pelayan Tertular

Bupati Lombok Timur Positif Covid19, Sopir dan Pelayan Tertular

Regional
Fakta Corona di Banten: Pecah Rekor Tambah 200 Kasus Sehari, hingga Kota Cilegon Zona Merah

Fakta Corona di Banten: Pecah Rekor Tambah 200 Kasus Sehari, hingga Kota Cilegon Zona Merah

Regional
Heboh, Kades Kesurupan Saat TMMD Tampilkan Tari Jaipong di Indramayu

Heboh, Kades Kesurupan Saat TMMD Tampilkan Tari Jaipong di Indramayu

Regional
Pilkada Serentak Saat Pandemi, Machfud Arifin: Mau Ditunda atau Tidak, Kita Siap...

Pilkada Serentak Saat Pandemi, Machfud Arifin: Mau Ditunda atau Tidak, Kita Siap...

Regional
Sebanyak 28 Santri di Kendal Terkonfirmasi Positif Covid-19

Sebanyak 28 Santri di Kendal Terkonfirmasi Positif Covid-19

Regional
Jelang Penetapan Paslon, Bawaslu Minta Parpol Kendalikan Pendukung

Jelang Penetapan Paslon, Bawaslu Minta Parpol Kendalikan Pendukung

Regional
119 Pasien Sembuh dari Covid-19 di Bali, Tertinggi di Denpasar

119 Pasien Sembuh dari Covid-19 di Bali, Tertinggi di Denpasar

Regional
Sanksi Denda Tak Efektif Tekan Pelanggar Protokol Kesehatan di Wonogiri

Sanksi Denda Tak Efektif Tekan Pelanggar Protokol Kesehatan di Wonogiri

Regional
Tentukan Struktur Bangunan, Ekskavasi Situs Pataan Dilanjutkan

Tentukan Struktur Bangunan, Ekskavasi Situs Pataan Dilanjutkan

Regional
Perjalanan Bupati Berau Terkonfirmasi dari Positif Covid-19 hingga Meninggal Dunia

Perjalanan Bupati Berau Terkonfirmasi dari Positif Covid-19 hingga Meninggal Dunia

Regional
Arisan RT Jadi Klaster Baru Covid-19 di Kulon Progo, Melebar ke Pasar Tradisional

Arisan RT Jadi Klaster Baru Covid-19 di Kulon Progo, Melebar ke Pasar Tradisional

Regional
Begal Bermodus Lempar Sambal ke Wajah Korban, Sasarannya Driver Ojol

Begal Bermodus Lempar Sambal ke Wajah Korban, Sasarannya Driver Ojol

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X