Dishub: 70 Persen Jalan Provinsi Jabar Tak Dilengkapi Fasilitas Lalu Lintas

Kompas.com - 17/09/2020, 13:30 WIB
Ilustrasi jalan tol. Dok. Biro Komunikasi Publik Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).Ilustrasi jalan tol.

BANDUNG, KOMPAS.com - Mayoritas jalan milik Provinsi Jawa Barat belum dilengkapi fasilitas lalu lintas (faslalin).

Dari data Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat, dari total 2.360 kilometer jalan milik provinsi, 1.652 kilometer atau sekitar 70 persennya belum dilengkapi fasilitas seperti penerangan jalan umum, marka jalan dan rambu lalu lintas.

"Secara kuantitas ini yang harus menjadi perhatian bersama, karena kita masih punya pekerjaan rumah. Dari kurang lebih 2.360 kilometer jalan provinsi sekitar 70 persen nya masih belum terlengkapi fasilitas lalu lintas," ujar Kepala Dishub Jabar Hery Antasari di Bandung, Kamis (17/9/2020).

Baca juga: Mahfud MD: Polanya Selalu Sama, Ada Kemungkinan Penusuk Syekh Ali Jaber Terorganisir

Hery menjelaskan, titik jalan yang belum dilengkapi faslalin tersebut mayoritas berada di wilayah Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Majalengka dan Kabupaten Kuningan (Ciayumajakuning).

Ia menambahkan, kelengkapan faslalin ini sangat penting karena menyangkut dengan keselamatan pengendara. Meskipun sembilan titik rawan kecelakaan di Jawa Barat sudah dilengkapi dengan roller barrier.

"Kemarin di Cikidang (Sukabumi) kan berfungsi ya, ada truk yang menabrak tapi dia tidak fatal karena terbantu oleh fungsinya roller barrier ini. Nah, hal hal seperti itu harus dilanjutkan dan saat ini tugas kita masih panjang," ujarnya.

Baca juga: Video Viral di Medsos, Empat Ibu di Sumedang Gunting Bendera Merah Putih

Terhambatnya pemenuhan faslalin tak luput dari rasionalisasi anggaran selama pandemi Covid-19. Ia menyebut pembangunan faslalin di Jabar ditunda hingga tahun 2021.

Hery mengatakan, anggaran Dishub Jabar kena refocusing sebesar 73 persen.

Anggaran untuk belanja langsung sebesar Rp 61 miliar, Rp 42 miliar di antaranya merupakan fixed cost untuk dukungan kantor wilayah dan UPTD se-Jabar.

"Jadi yang non-fixed cost-nya itu Rp. 19 miliar saja, untuk pelayanan transportasi satu tahun. Saya paham bahwa refocusing ini diperlukan untuk penanganan wabah, tetapi kalau bicara anggaran untuk menambah satu persen faslalin, itu butuh Rp 16 miliar," ujarnya.

Baca juga: Beberapa Pasar Musiman di Tasikmalaya Akan Ditutup gegara Kasus Corona Terus Naik

Ia memperkirakan butuh anggaran hingga Rp 200 miliar untuk memenuhi faslalin di seluruh jalan milik Pemprov Jabar.

Anggaran tersebut belum termasuk revitalisasi terminal, pelabuhan dan kajian origin destination (OD).

"Belum lagi kita bicara transportasi masal. Saya dibebani tugas oleh pak gubernur harus mengembangkan transportasi masal yang memadai, murah, dan terjangkau. Dan saat ini kan kita sedang menggarap perkeretaapian Bandung Raya untuk mengkoneksikan Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Memang masih on-track, tapi itu juga butuh dukungan anggaran," jelasnya. 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Muncul Kasus Covid-19 dari Klaster Kondangan Cirebon di Temanggung

Muncul Kasus Covid-19 dari Klaster Kondangan Cirebon di Temanggung

Regional
Bertambah 50 Pasien Covid-19 di Kabupaten Bogor

Bertambah 50 Pasien Covid-19 di Kabupaten Bogor

Regional
Kamis, Presiden Jokowi Berkunjung ke Labuan Bajo, NTT

Kamis, Presiden Jokowi Berkunjung ke Labuan Bajo, NTT

Regional
Istri Meninggal dan Putrinya Lumpuh, Koestomo: Selama Masih Kuat, Saya Akan Terus Merawat Anak Saya

Istri Meninggal dan Putrinya Lumpuh, Koestomo: Selama Masih Kuat, Saya Akan Terus Merawat Anak Saya

Regional
Potensi Tsunami 20 Meter, EWS Tsunami Gunungkidul Rusak

Potensi Tsunami 20 Meter, EWS Tsunami Gunungkidul Rusak

Regional
Risma Imbau Warga Surabaya Tingkatkan Kewaspadaan Jelang Musim Hujan

Risma Imbau Warga Surabaya Tingkatkan Kewaspadaan Jelang Musim Hujan

Regional
Kata Warga soal Penghuni Rumah di Gunungkidul yang Digeledah Densus 88

Kata Warga soal Penghuni Rumah di Gunungkidul yang Digeledah Densus 88

Regional
Anak yang Jadi Korban Kekerasan Orangtua Akhirnya Diasuh Kapolres

Anak yang Jadi Korban Kekerasan Orangtua Akhirnya Diasuh Kapolres

Regional
Dikemas Kotak Kayu, 301 Kilogram Ganja Dibawa Truk dari Aceh ke Bogor

Dikemas Kotak Kayu, 301 Kilogram Ganja Dibawa Truk dari Aceh ke Bogor

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 30 September 2020

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 30 September 2020

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 30 September 2020

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 30 September 2020

Regional
Demi Hidupi 4 Adiknya, Gadis Yatim Piatu Jadi Penggembala Sapi dan Pungut Kelapa

Demi Hidupi 4 Adiknya, Gadis Yatim Piatu Jadi Penggembala Sapi dan Pungut Kelapa

Regional
Geliat Penerbangan di Tengah Wabah, Maskapai Asing Mulai Terbang ke Bandara YIA

Geliat Penerbangan di Tengah Wabah, Maskapai Asing Mulai Terbang ke Bandara YIA

Regional
Kasus Ibu Hamil Diduga Ditelantarkan hingga Meninggal, Wadir RSUD Bulukumba Diperiksa Polisi

Kasus Ibu Hamil Diduga Ditelantarkan hingga Meninggal, Wadir RSUD Bulukumba Diperiksa Polisi

Regional
Polisi Periksa Anggota DPRD Bojonegoro yang Diduga Melakukan KDRT

Polisi Periksa Anggota DPRD Bojonegoro yang Diduga Melakukan KDRT

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X